Puskesmas Bentar Intensifkan Monitoring Pasien Campak dan Vaksinasi untuk Cegah Penularan
Brebes
– Dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit
menular, Puskesmas Bentar terus menunjukkan komitmennya melalui kegiatan
monitoring pasien campak yang masih berada dalam masa inkubasi. Kegiatan ini
dilakukan secara aktif dengan kunjungan langsung ke pasien, yang hingga saat
ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali.
Monitoring ini bertujuan untuk
memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik, sekaligus meminimalisir
risiko penularan di lingkungan sekitar. Petugas kesehatan melakukan pemantauan
gejala, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan pasien menjalani
isolasi mandiri sesuai anjuran.
Selain monitoring, Puskesmas Bentar
juga melaksanakan pemberian vaksinasi campak sebagai langkah preventif bagi
masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kekebalan
kelompok (herd immunity) serta melindungi masyarakat dari risiko penularan yang
lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri
langsung oleh Kepala Puskesmas Bentar, dr. Riana Harsana, bersama jajaran
tenaga kesehatan yang turun langsung ke lapangan. Kehadiran pimpinan ini
menjadi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menjelaskan bahwa dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Dinkesda Brebes telah melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up) bagi masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Selain itu, penanganan kasus dilakukan
dengan penerapan isolasi mandiri selama empat hari sebelum hingga empat hari
setelah munculnya ruam, guna mencegah penularan. Pemberian Vitamin A dosis
tinggi juga dilakukan sesuai anjuran tenaga medis untuk mencegah komplikasi
yang lebih berat.
Dari sisi surveilans, Dinkesda Brebes
bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam
setelah adanya laporan suspek, termasuk pengambilan dan pemeriksaan spesimen.
Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, juga
diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan skrining,
triase, serta ketersediaan alat pelindung diri (APD).
Tak hanya itu, edukasi kepada
masyarakat terus digencarkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama
guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dan pencegahan penularan
campak. Edukasi juga dilakukan melalui berbagai platform digital, termasuk
media sosial Dinkesda Brebes dan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.
Dengan berbagai langkah tersebut,
diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,
melengkapi imunisasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular.
“Mari bersama kita
tingkatkan kewaspadaan, lengkapi imunisasi, dan jaga kesehatan demi lingkungan
yang lebih sehat dan bebas campak,” pungkasnya.



