Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Laksanakan Survei Penilaian Penularan (TAS) Filariasis di Sekolah Dasar
Brebes – Dinas Kesehatan
Daerah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
(Labkesmas) Banjarnegara melaksanakan kegiatan Transmission Assessment
Survey (TAS) Filariasis di SD Negeri Kalimati 02, Kamis (6/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menilai status
penularan penyakit filariasis di Kabupaten Brebes.
Survei ini dilaksanakan secara bertahap di 35 Sekolah Dasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes. Pemeriksaan dilakukan kepada anak-anak usia 6–7 tahun, dengan cara mengambil sampel darah dari ujung jari pada malam hari. Sampel tersebut kemudian diperiksa untuk mendeteksi keberadaan parasit penyebab filariasis.
Programer Kegiatan dari Dinkesda
Brebes, Fatqiyatu Rohmah, SKM, M.P.H, menyampaikan bahwa kegiatan TAS
Filariasis ini bertujuan untuk menilai apakah penularan filariasis di wilayah
Brebes sudah cukup rendah untuk dinyatakan bebas dari transmisi penyakit
tersebut.
“Melalui survei ini, kami ingin memastikan bahwa upaya eliminasi filariasis
yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir benar-benar efektif dan
berkelanjutan,” ujarnya.
Filariasis atau penyakit kaki gajah
masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan kecacatan
permanen, stigma sosial, serta hambatan psikososial dan penurunan produktivitas
bagi penderitanya maupun keluarga.
Pelaksanaan TAS Filariasis menjadi
langkah penting dalam mendukung target nasional Indonesia Bebas Filariasis,
sekaligus memperkuat komitmen Dinas Kesehatan Brebes dalam menjaga dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan Kabupaten
Brebes dapat segera dinyatakan bebas dari penularan filariasis secara
berkelanjutan.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda