Rabu, 18 Februari 2026

Hadir di Tengah Pengungsi Sridadi, Dinkes Prov Jateng dan Dinkesda Brebes Pastikan Layanan Kesehatan dan Speling Berjalan Optimal

 




Brebes – Di tengah duka akibat bencana tanah bergerak yang melanda Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, kehadiran pemerintah menjadi penguat bagi masyarakat. Ahmad Luthfi bersama Paramitha Widya Kusuma meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus memastikan percepatan penanganan bagi warga yang harus mengungsi.

Sebanyak 175 keluarga atau 532 jiwa saat ini masih berada di pengungsian yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir. Pergerakan tanah yang masih aktif membuat warga diminta untuk tetap berada di lokasi aman hingga situasi benar-benar kondusif.

Di balik upaya penanganan infrastruktur dan relokasi, perhatian besar juga diberikan pada kondisi kesehatan para pengungsi. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hadir secara langsung dengan membuka pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu hamil, balita, lansia, serta pemantauan penyakit menular yang berisiko muncul dalam situasi darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.


“Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Tidak hanya pemeriksaan umum, tetapi juga layanan khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Kami hadir untuk memastikan mereka tetap sehat dan terlayani,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan layanan, Dinkes Prov jateng dengan Program dari Gubernur dilaksanakan pula kegiatan Speling (Spesialis Keliling) yang melibatkan tenaga medis spesialis dari RSUD dr. Moewardi bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Sirampog. Melalui layanan ini, pengungsi dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan spesialistik tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

Selain pemeriksaan, Dinkesda Brebes juga memastikan ketersediaan obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan kesehatan bayi seperti popok, sabun, dan perlengkapan kebersihan. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) turut diberikan guna mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh unsur Forkopimda menjadi wujud nyata gotong royong dalam menghadapi bencana ini. Harapannya, percepatan pembangunan hunian sementara dan relokasi ke tempat yang lebih aman dapat segera terwujud, sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan sehat.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda