Rabu, 15 Januari 2025

USAID BEBAS-TB: Pantau Kegiatan ACF Fase III Kemenkes yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kab. Brebes dan Diskusi Klinis TBC RO di RSUD Brebes

 


Indonesia, dengan lebih dari satu juta kasus baru TBC setiap tahunnya, menduduki peringkat kedua di dunia untuk jumlah kasus TBC terbanyak. Provinsi Jawa Tengah menyumbang sekitar 100 ribu kasus di antaranya. Sayangnya, penemuan kasus baru TBC di Indonesia baru mencapai 77%, yang berarti masih ada banyak orang dengan TBC yang belum terdeteksi, menyebabkan penularan terus berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat penemuan  dan pengobatan orang dengan TBC, Kementerian Kesehatan, melaksanakan Active Case Finding (ACF) di 11 provinsi, termasuk Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring kelompok berisiko tinggi agar lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan diobati dengan tepat. Dalam mendukung upaya ini, USAID BEBAS-TB  memberikan dukungan asistensi teknis untuk implementasi ACF kepada Dinas Kesehatan serta Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, mengungkapkan bahwa ACF Fase III sudah dimulai pada 6 Januari 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Januari 2025 di seluruh fasilitas kesehatan di Brebes. Target utama dari kegiatan ini adalah menyaring 3000 orang dari kelompok sasaran berisiko tinggi. Fokus utama ACF adalah pada kelompok berisiko tinggi seperti, kontak pasien TBC aktif, penderita HIV/AIDS (ODHIV), penderita diabetes serta anak-anak dengan malnutrisi. 


Chief of Party USAID BEBAS-TB, Erik Post, menjelaskan bahwa pada tahun kedua program USAID BEBAS-TB, kegiatan ini akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan angka deteksi kasus TBC serta manajemen kasus TBC Resisten Obat. USAID BEBAS-TB adalah program unggulan USAID (2023-2028) yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengatasi epidemi TBC dan menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.  USAID BEBAS-TB mengapresiasi adanya dukungan lintas sektor yang meningkatkan efektivitas ACF di Kabupaten Brebes. Dengan dukungan dari berbagai mitra, termasuk USAID BEBAS-TB, Kepala Dinas Kesehatan optimis bahwa target ini akan tercapai.

Pada 15 Januari 2025, kegiatan ACF dilakukan di Puskesmas Tanjung. Sub Koordinator, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Hery Purnomo, SKM. M.Kes beserta Kepala Bidang P2P Dinas Kabupaten Brebes,  Ign Adhy memantau pelaksanaan ACF, didampingi Chief of Party USAID BEBAS-TB, dan Vice President Global Health System Innovation, Management Science for Health (MSH), Dan Schwarz.

Selanjutnya, pada 16 Januari 2025,Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes beserta USAID BEBAS-TB memberikan dukungan teknis pada kegiatan diskusi klinis di RSUD Kabupaten Brbes mengenai penanganan TBC Resisten Obat (TBC RO).Di Brebes, terdapat 38 puskesmas satelit TBC RO, 1 rumah sakit TBC RO, dan 5 puskesmas yang melakukan inisiasi TBC RO dan dapat mengobati pasien TBC RO. Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya diskusi klinis rutin untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang efektif bagi pasien TBC RO.

USAID BEBAS-TB dilaksanakan dengan dukungan rakyat Amerika melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan diimplementasikan oleh Management Science for Health (MSH), bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Yayasan Penabulu, POP TB, Rumah Cemara, DoctorSHARE, STPI, dan Vital Strategies.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda