Senin, 30 Juni 2025

Dinas Kesehatan Brebes Gelar Rapat Koordinasi Lintas Program dan Sektor untuk Peningkatan Cakupan SPM

 


Brebes, 30 Juni 2025 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Upaya Peningkatan Cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung IDI Brebes dan diikuti oleh para penanggung jawab kegiatan cek kesehatan gratis serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Rakor secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., yang menekankan pentingnya sinergi antarpelaksana program dan lintas sektor guna mencapai target-target indikator SPM.

“SPM bukan hanya soal angka, tapi tentang bagaimana masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar yang berkualitas secara merata dan berkesinambungan. Kolaborasi adalah kunci,” ujar Ineke dalam sambutannya.


Setelah pembukaan, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi serta pembahasan teknis yang dipandu oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Brebes, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Materi yang disampaikan mencakup strategi percepatan cakupan SPM, penguatan peran Puskesmas, serta optimalisasi program cek kesehatan gratis sebagai bagian dari pelayanan preventif.

Rakor ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta dari berbagai Puskesmas aktif menyampaikan tantangan dan solusi di lapangan. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan langkah-langkah konkret dalam implementasi program SPM yang lebih efektif ke depannya.

Dengan terselenggaranya rakor ini, Dinkesda Brebes berharap seluruh unsur pelaksana program kesehatan memiliki pemahaman yang selaras dan komitmen kuat dalam meningkatkan akses serta mutu layanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat Brebes.

Dinas Kesehatan Brebes Gelar Rapat Adaptasi Perubahan Iklim: Perkuat Kapasitas Petugas Kesehatan Lingkungan

 


Brebes, 30 Juni 2025 – Dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Rapat Adaptasi Perubahan Iklim pada hari ini, bertempat di aula Dinkesda Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh 38 Petugas Kesehatan Lingkungan dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes, dengan pelaksanaan secara hybrid (luring dan daring) untuk menjangkau peserta lebih luas.

Rapat dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama di tingkat layanan dasar seperti puskesmas.

“Kita perlu memperkuat kapasitas petugas di lapangan untuk mampu melakukan identifikasi risiko, serta menyusun strategi adaptasi yang tepat sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing,” ujar dr. Adhi.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, hadir dua ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yakni Danny Setiawan, SKM, M.Kes dan Nur Wahyu Sri Rahayu, SKM, M.Kes, yang memaparkan materi terkait integrasi isu perubahan iklim dalam program kesehatan lingkungan. Materi mencakup strategi adaptasi berbasis data iklim lokal, pemetaan risiko kesehatan, serta peningkatan ketahanan sistem layanan kesehatan terhadap dampak iklim ekstrem.


Rapat ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam mendukung program nasional dan regional dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petugas kesehatan lingkungan memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana adaptasi perubahan iklim yang sesuai dengan karakteristik wilayah kerja masing-masing.

Jumat, 27 Juni 2025

Bupati Brebes Kunjungi Warga Karangsari Penderita Kanker Usus, Serahkan Bantuan Sosial

 


Brebes, 27 Juni 2025 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, hari ini mengunjungi salah satu warga Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, yakni Bapak Darsono, yang tengah berjuang melawan penyakit kanker usus.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes beserta jajaran, perwakilan Baznas Brebes, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes, Camat Bulakamba, dan Kepala Desa Karangsari.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh keluarga dan warga sekitar. Selain memberikan dukungan moril dan doa untuk kesembuhan Pak Darsono, Bupati Brebes juga menyerahkan bantuan sosial secara langsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengobatan dan kebutuhan sehari-hari keluarga Pak Darsono.


"Kami hadir di sini bukan hanya sebagai pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Brebes. Kami ingin memastikan bahwa warga yang sedang menghadapi cobaan berat, seperti Pak Darsono, tidak merasa sendiri," ujar Hj. Paramitha dalam sambutannya.

Bupati juga mengapresiasi peran serta semua pihak yang turut membantu, mulai dari perangkat desa, pihak kesehatan, hingga lembaga sosial seperti Baznas dan Dinsos yang sigap memberikan dukungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan Pak Darsono dan memberikan pendampingan medis yang dibutuhkan. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga agar penanganan pasien bisa optimal," ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan kepedulian dan pelayanan langsung di tengah warga.

Kamis, 26 Juni 2025

UNICEF Gelar Diskusi Kolaborasi "Jaga Bersama" di Brebes untuk Tingkatkan Cakupan Imunisasi HPV pada Anak

 


Brebes, 26 Juni 2025 — UNICEF Indonesia hari ini menyelenggarakan acara Diskusi Kolaborasi "Jaga Bersama" bersama Puskesmas dan sekolah-sekolah di Kabupaten Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi HPV (Human Papillomavirus) sebagai langkah pencegahan kanker serviks sejak usia dini.

Bertempat di Gedung IDI Kabupaten Brebes, acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Pejabat Sementara Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa, Dr. Armunanto, Drs., MPH, Spesialis Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia, Rizky Ika Syafitri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Brebes, Nur Faozan, S.S, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag., M.Si.

Diskusi ini juga diikuti oleh tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas serta para guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Dr. Armunanto menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam membangun kesadaran dan memperluas cakupan imunisasi HPV. “Kita harus melindungi anak-anak perempuan dari sekarang, agar di masa depan mereka terhindar dari risiko kanker serviks. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menekankan pentingnya peran Puskesmas dan sekolah dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan agama di Kabupaten Brebes semakin kuat dalam mendukung program imunisasi nasional, khususnya HPV, demi menciptakan generasi sehat dan bebas kanker serviks di masa depan.


Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Validasi Data Tifoid

 


Brebes, 26 Juni 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas data surveilans penyakit menular, khususnya Tifoid, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Validasi Data Tifoid yang dimulai hari ini, Rabu (26/6), bertempat di Aula Dinkesda Brebes.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan diikuti oleh perwakilan dari 38 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Brebes. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan data kasus Tifoid, sebagai dasar pengambilan kebijakan program pengendalian penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dalam sambutannya, menekankan pentingnya validasi data sebagai bagian dari strategi penanggulangan penyakit Tifoid. “Data yang akurat sangat dibutuhkan untuk merancang intervensi yang tepat sasaran. Validasi ini merupakan bentuk komitmen kita dalam memperkuat sistem surveilans dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan melakukan peninjauan dan pencocokan data kasus Tifoid yang telah dilaporkan oleh masing-masing Puskesmas, sekaligus mendiskusikan kendala yang dihadapi di lapangan serta langkah-langkah perbaikannya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, Dinkesda Brebes bersama seluruh jajaran Puskesmas dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengendalian Tifoid di daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.


Rabu, 25 Juni 2025

Dinkesda Brebes Gelar Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Kematian Ibu

 


Brebes, 25 Juni 2025 — Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan meningkatkan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Kematian Ibu pada hari ini, bertempat di Gedung IDI Brebes.

Pertemuan ini diikuti oleh seluruh rumah sakit di Kabupaten Brebes, baik Rumah Sakit Umum Daerah maupun rumah sakit swasta. Agenda utama pertemuan adalah mengevaluasi data kematian ibu yang terjadi selama periode terakhir serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus-kasus serupa di masa depan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan.

"Penurunan angka kematian ibu adalah indikator penting dalam keberhasilan sistem kesehatan kita. Untuk itu, pertemuan ini menjadi wadah refleksi, evaluasi, dan penguatan kolaborasi lintas fasilitas kesehatan," ujar Ineke.

Selanjutnya, sesi materi disampaikan oleh Plh. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang membahas evaluasi teknis kasus kematian ibu serta strategi preventif yang harus diperkuat. Materi dilanjutkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda Rosmelani, yang menyoroti aspek pelayanan dan rujukan yang menjadi kunci dalam penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri.

Menariknya, dalam kesempatan ini juga dihadirkan sesi khusus mengenai Penguatan Integritas bagi Tenaga Kesehatan, yang disampaikan oleh Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si., Inspektur Daerah Kabupaten Brebes. Ia menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab moral dalam praktik pelayanan kesehatan.

Acara ditutup dengan Sosialisasi Bulan Dana PMI Tahun 2025, yang disampaikan oleh Ketua PMI Kabupaten Brebes, dr. Sri Gunadi Parwoko, M.Kes., guna mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk tenaga kesehatan untuk turut berpartisipasi dalam penggalangan dana kemanusiaan.

Dinkesda Brebes berharap hasil dari pertemuan ini dapat menjadi langkah konkret dalam menekan angka kematian ibu serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.


Selasa, 24 Juni 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Sosialisasi Pengelolaan Rantai Dingin Program Imunisasi

 


Brebes – 24 Juni 2025-Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Sosialisasi Pengelolaan Rantai Dingin Program Imunisasi, yang berlangsung di Aula Dinkesda Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 38 programmer imunisasi dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas tenaga kesehatan dalam pengelolaan rantai dingin (cold chain) guna menjamin mutu dan efektivitas vaksin dalam program imunisasi di tingkat layanan dasar.

Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Daerah, dan menghadirkan narasumber utama yaitu Junaenatin, S.KM, seorang praktisi kesehatan masyarakat yang telah berpengalaman di bidang imunisasi dan pengelolaan logistik vaksin.

Dalam paparannya, Junaenatin menekankan pentingnya pengelolaan rantai dingin yang sesuai standar, mulai dari penyimpanan vaksin di gudang farmasi hingga distribusi ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pemantauan suhu, manajemen logistik, dan prosedur darurat jika terjadi gangguan suhu.

“Kualitas vaksin sangat bergantung pada kondisi penyimpanannya. Apabila suhu tidak terjaga, efektivitas vaksin dapat menurun dan berisiko pada keberhasilan program imunisasi,” jelasnya di hadapan para peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pelayanan imunisasi yang merata dan berkualitas di Kabupaten Brebes, sekaligus mendukung target nasional dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan lanjutan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap melalui sosialisasi ini, setiap Puskesmas dapat menerapkan pengelolaan rantai dingin secara optimal dan terstandar, demi menjamin keberhasilan program imunisasi serta perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak.


Sabtu, 21 Juni 2025

Langkah Nyata Menuju Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Kabupaten Brebes

 


Brebes, 21 Juni 2025 – Dalam upaya mewujudkan transformasi digital layanan kesehatan yang lebih baik dan merata, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes hari ini mengadakan kegiatan Orientasi dan Pelatihan e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP (Integrasi Layanan Primer) di Puskesmas Luwunggede, Kecamatan Tanjung.

Dinkesda diwakili oleh Widya Ariesanti, SKM, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut dan disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Luwunggede, Mardiyah, SKM. Acara ini dihadiri oleh jajaran tenaga kesehatan serta tim teknis Puskesmas setempat.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengoperasikan sistem digital e-Puskesmas, sebuah platform yang dirancang untuk mengintegrasikan data dan layanan kesehatan secara lebih terpadu, cepat, dan efisien. Sistem ini menjadi bagian penting dari program ILP yang tengah digalakkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari agenda transformasi layanan primer nasional.

“Melalui implementasi e-Puskesmas yang terintegrasi dengan ILP, kami berharap pelayanan kesehatan di tingkat primer bisa menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dengan pencatatan data yang lebih baik, pengawasan yang lebih mudah, serta pelayanan yang lebih menyeluruh,” ujar Widya Ariesanti dalam sambutannya.

Kepala Puskesmas Luwunggede, Mardiyah, SKM, menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan kesiapan timnya untuk menerapkan sistem digital ini secara optimal. Ia juga mengapresiasi dukungan Dinkesda yang terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan zaman digital.

Dengan pelatihan ini, Kabupaten Brebes menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Diharapkan, inisiatif ini dapat mempercepat akses layanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pelosok.

Rabu, 18 Juni 2025

Dinkes Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Validasi Data Cakupan Imunisasi Rutin: Perkuat Komitmen Menuju Brebes Bebas Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi


 

Brebes, 18 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan akurasi dan kualitas data kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan Pertemuan Validasi Data Cakupan Imunisasi Rutin, bertempat di Aula Dinkesda Brebes.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes, sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penguatan sistem pelaporan cakupan imunisasi yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memastikan bahwa seluruh data yang dilaporkan oleh fasilitas layanan kesehatan telah tervalidasi dengan baik, sehingga bisa digunakan sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran. Validasi data juga penting dalam rangka mengejar target nasional dan internasional dalam eliminasi penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan menekankan pentingnya komitmen seluruh Puskesmas dalam menjaga akurasi data serta memperkuat pelayanan imunisasi di masing-masing wilayah kerja.

"Imunisasi bukan hanya soal layanan, tapi juga soal kepercayaan masyarakat. Maka, data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi dari semua upaya kita untuk melindungi anak-anak Brebes dari penyakit berbahaya," ujar salah satu pejabat Dinkesda saat membuka acara.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan pengecekan silang terhadap laporan cakupan imunisasi, membahas kendala di lapangan, serta mencari solusi bersama untuk meningkatkan keakuratan pelaporan dan cakupan pelayanan imunisasi rutin.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sistem surveilans imunisasi di Kabupaten Brebes dan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi sejak dini.

Brebes Gelar Orientasi Pemberian RUTF bagi Balita Gizi Buruk: Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat

 


Brebes, 18 Juni 2025 – Hari ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesehatan anak-anak di Kabupaten Brebes. Bertempat di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes, telah berlangsung kegiatan Orientasi Pemberian RUTF (Ready to Use Therapeutic Food) bagi Balita Gizi Buruk yang ditujukan bagi para tenaga kesehatan se-Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UNICEF dan Universitas Diponegoro (UNDIP), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, sebagai bentuk nyata dari komitmen bersama dalam menangani masalah gizi buruk yang masih menjadi tantangan serius di wilayah ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ibu Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanggulangan gizi buruk di tingkat layanan primer.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara UNICEF, Universitas Diponegoro, dan seluruh fasilitator yang hari ini hadir. Upaya bersama ini adalah bentuk keseriusan kita dalam menyelamatkan masa depan anak-anak Brebes melalui perbaikan gizi yang terstandar dan tepat sasaran,” ujar beliau.

Acara ini menghadirkan narasumber-narasumber kompeten yang telah lama berkecimpung di dunia gizi dan kesehatan anak, antara lain:

  • Nurmasari Widiyastuti, S.Gz., M.Si.Med – Perwakilan Program Gizi LPPM UNDIP x UNICEF
  • dr. Karina Widowati, MPH – Fasilitator UNICEF Indonesia
  • Alifia Mukti Fajrani, S.Gz., M.Gz – Fasilitator DPC Persagi Kota Semarang
  • dr. Sri Wahyuningrum – Fasilitator Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang
  • Nurul Aeni, SKM – Fasilitator

Para peserta orientasi mendapatkan pemahaman mendalam mengenai standar penggunaan RUTF dalam penanganan balita gizi buruk, strategi intervensi berbasis komunitas, serta pentingnya pelaporan dan pemantauan yang terintegrasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes semakin siap dan terampil dalam menerapkan terapi makanan siap saji yang aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah, demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan kuat.

"Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata menuju perbaikan kualitas hidup anak-anak Brebes. Mari kita kawal bersama," tutup salah satu fasilitator dalam sesi akhir kegiatan.

Selasa, 17 Juni 2025

Bupati Brebes Serahkan Bantuan untuk Anak Penderita Kanker Mata di Ketanggungan

 


Brebes – Selasa, 17 Juni 2025, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya dengan menyerahkan bantuan langsung kepada seorang anak penderita kanker mata di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap masalah kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan serius.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Brebes didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, beserta Sekretaris Dinkesda, jajaran Sie Pelayanan Kesehatan, serta petugas Puskesmas Ketanggungan. Turut hadir pula perwakilan dari Baznas Kabupaten Brebes dan Camat Ketanggungan.

Bupati Paramitha menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk empati, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen Pemkab Brebes dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama yang menghadapi kondisi kritis. Ia juga mengapresiasi sinergi antara dinas kesehatan, Baznas, dan pemerintah kecamatan dalam merespons kasus-kasus kemanusiaan secara cepat dan terkoordinasi.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi sulit. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat dalam proses pengobatan,” ujar Bupati.


Kepala Dinas Kesehatan, Ineke Tri Sulistyowaty, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anak tersebut dan akan memastikan pendampingan medis yang optimal. Baznas Brebes juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembiayaan kesehatan bagi warga kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan solidaritas sosial masyarakat terhadap sesama semakin tumbuh, serta menjadikan Kabupaten Brebes sebagai daerah yang tanggap dan peduli terhadap warganya.

Kamis, 12 Juni 2025

Layanan Speling Hadir di Desa Rancawuluh: Kolaborasi RSUD Brebes dan Puskesmas Bulakamba Bawa Layanan Spesialis ke Masyarakat

 


Brebes – 12 Juni 2025, Hari ini, masyarakat Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes mendapat layanan kesehatan spesialis gratis melalui program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Brebes dengan Puskesmas Bulakamba, dalam rangka mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kandungan, mata, paru, jiwa, dan penyakit dalam. Dengan kehadiran langsung para dokter spesialis ke desa, warga tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Direktur RSUD Brebes, Camat Bulakamba bersama Forkopimcam Bulakamba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, menyampaikan sambutan resmi dengan membacakan pesan dari Bupati Brebes. Dalam sambutan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya program Speling yang menjadi bagian dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan.


Selain layanan kesehatan, dalam kegiatan ini juga diserahkan bantuan sosial dari Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Brebes kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga.

"Program Speling ini adalah bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam menghadirkan layanan yang merata hingga ke pelosok desa," ujar Ineke Tri Sulistyowaty dalam sambutannya.

Di Kabupaten Brebes sendiri, program kesehatan berbasis jemput bola juga telah berjalan melalui inisiatif Nakes Door To Door, yang merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Keduanya saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat, serta mampu menekan angka penyakit kronis yang selama ini sulit terdeteksi sejak dini karena keterbatasan akses layanan spesialis di daerah terpencil.


Rabu, 11 Juni 2025

Dinkes Brebes dan BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja 2025

 


Brebes, 11 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Pertemuan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan diikuti oleh 38 UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda Rosmelani, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap sistem kapitasi berbasis kinerja agar pelayanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas tetap optimal, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kapitasi berbasis kinerja bukan hanya soal pencapaian angka, tapi juga mencerminkan komitmen kita dalam memberikan layanan kesehatan yang bermutu dan berkelanjutan,” ujar dr. Arlinda.

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  • Mengevaluasi pencapaian indikator kinerja dari masing-masing puskesmas.
  • Mengidentifikasi kendala teknis maupun administratif di lapangan.
  • Menyusun langkah perbaikan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.

Dalam pertemuan ini juga dibahas sejumlah indikator utama dalam sistem kapitasi berbasis kinerja, termasuk kontak pelayanan, rasio rujukan non-spesialistik, dan rasio kunjungan prolanis. Peserta diberikan umpan balik berdasarkan data capaian tahun berjalan, serta arahan teknis untuk pelaksanaan perbaikan ke depan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan berharap dapat terjalin koordinasi yang lebih baik antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan sistem jaminan kesehatan nasional, guna mendukung terwujudnya layanan kesehatan yang lebih efisien, tepat sasaran, dan berorientasi pada kualitas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Kampanye CERDIK PTM dan Gerakan Pengendalian Penyakit Bersama Paguyuban Purna Bakti

 


Brebes, 11 Juni 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Kampanye CERDIK PTM dan Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas. Kegiatan ini menyasar anggota Paguyuban Keluarga Purna Bakti Kabupaten Brebes, dan berlangsung di Gedung PGRI Brebes.

Kampanye ini mengusung pendekatan CERDIK, yaitu akronim dari:

  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet sehat dengan gizi seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres dengan baik

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, antara lain:

  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran lingkar perut dan denyut nadi
  • Pemeriksaan gula darah dan kolesterol
  • Pemeriksaan rekam jantung (EKG)
  • Pemeriksaan kesehatan mata

Selain layanan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan langsung dari dua narasumber ahli, yaitu:

  • dr. Soesilo Setiaji, Sp.PD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  • dr. Farid Sura Wijaya, Sp.U – Dokter Spesialis Urologi

Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat, khususnya kalangan lansia dan purna tugas, dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif dan promotif yang bertujuan menurunkan angka kejadian PTM di wilayah Brebes.

"CERDIK adalah kunci hidup sehat dan produktif. Dengan kebiasaan sederhana namun konsisten, kita bisa menekan risiko penyakit kronis yang sering kali muncul tanpa gejala," ujarnya.

Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang merasa terbantu dengan pemeriksaan dan informasi yang diberikan. Dinas Kesehatan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai kecamatan di Brebes.

Rabu, 04 Juni 2025

Bupati Brebes Tinjau Langsung Program Nakes Door To Door di Desa Cikeusal Lor

 


Brebes, 4 Juni 2025 – Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, hari ini melakukan kunjungan lapangan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Nakes Door To Door di Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Puskesmas Cikeusal Kidul sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Brebes turut didampingi oleh Anggota Komisi II DPRD Brebes, Muhammad Rizki Ubaidillah, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap inovasi pelayanan kesehatan berbasis jemput bola.


Pada kesempatan ini, Bupati menyerahkan secara simbolis Smart KIT Nakes Door To Door kepada petugas kesehatan sebagai alat bantu kerja dalam memberikan pelayanan medis yang lebih cepat, akurat, dan efisien di rumah warga.

Tak hanya itu, Bupati juga menyempatkan diri mengunjungi ruang rawat inap di Puskesmas Cikeusal Kidul dan memberikan bantuan serta bingkisan kepada para pasien yang sedang menjalani perawatan. Kepedulian ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat.

“Program Nakes Door To Door ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan dengan akses terbatas,” ujar Bupati dalam keterangannya.

Dengan pendekatan langsung dari tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga, diharapkan tingkat kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan dasar semakin meningkat, sehingga mendukung upaya pencegahan dan pengobatan sejak dini.


Dinas Kesehatan Brebes Gelar Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Program Kesehatan Ibu dan Anak

 


Brebes, 4 Juni 2025 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diikuti oleh perwakilan dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik di Gedung IDI Cabang Brebes dengan partisipasi daring dari berbagai Puskesmas.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan kinerja program KIA di seluruh wilayah Kabupaten Brebes, mengingat tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.


“Kami berharap seluruh Puskesmas dapat terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor serta memperkuat pemantauan dan intervensi di lapangan, agar capaian indikator KIA di Kabupaten Brebes bisa mengalami perbaikan yang signifikan,” ujar Ineke dalam arahannya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Dalam paparannya, beliau menyampaikan hasil evaluasi program KIA selama semester pertama tahun 2025, serta strategi dan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan untuk menekan AKI, AKB, dan angka stunting ke depannya.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam memperkuat komitmen dan koordinasi antar fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam layanan kesehatan ibu dan anak dapat semakin solid, sebagai upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Brebes.


Senin, 02 Juni 2025

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Pisah Sambut Karyawan yang Terima SK PPPK Tahun 2025


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, hari ini secara resmi menggelar acara pisah sambut karyawan lingkungan Dinas Kesehatan yang menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025. Acara yang berlangsung di aula kecil kantor Dinkesda Brebes tersebut berlangsung dengan penuh rasa kebersamaan dan kehangatan.

Sebanyak [jumlah karyawan, jika ada info] karyawan yang telah resmi mendapatkan SK PPPK disambut hangat oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Acara pisah sambut ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para karyawan untuk terus meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam melayani masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ibu Ineke Tri Sulistyowaty, menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Kami berharap seluruh karyawan yang telah mendapatkan SK PPPK dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik Dinas Kesehatan. Pelayanan kepada masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ineke juga mengingatkan bahwa status PPPK membawa harapan besar sekaligus tantangan bagi setiap pegawai. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan semangat kerja harus selalu dijaga agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes.

Acara pisah sambut ini tidak hanya menjadi momen perpisahan dan penyambutan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antar karyawan Dinas Kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat kebersamaan dan profesionalisme yang tinggi dalam mendukung visi misi Dinkesda Brebes menuju pelayanan kesehatan yang prima.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya dan kerja keras para pegawai PPPK dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan demi mewujudkan Brebes yang lebih sehat dan sejahtera.