Kamis, 31 Juli 2025

Kemenkes RI dan Poltekkes Negeri Semarang Gelar Pertemuan Advokasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Brebes

 


Brebes, 31 Juli 2025 – Setelah sehari sebelumnya melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Puskesmas Siwuluh dan Puskesmas Tanjung, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Poltekkes Negeri Semarang melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menggelar Pertemuan Advokasi Lintas Sektor dan Lintas Program dalam Rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting melalui program Integrated Nutrition Early Years (INEY) Phase II, Kamis (31/7) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pertemuan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes dan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulsityowaty, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Brebes.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Organisasi Profesi se-Kabupaten Brebes, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes. Tidak ketinggalan, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga turut hadir untuk memberikan dukungan moril dan komitmen terhadap program penanggulangan stunting.


Pertemuan advokasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara berbagai sektor dalam implementasi program INEY Phase II, yang menekankan pentingnya intervensi gizi secara terpadu pada 1000 hari pertama kehidupan. Diharapkan, melalui kolaborasi yang solid dan berkelanjutan, angka stunting di Kabupaten Brebes dapat terus ditekan secara signifikan.

Program INEY Phase II merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting nasional dengan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Dengan melibatkan lintas sektor dan program, Kemenkes RI mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Dinaskeda Kab. Brebes Hadiri Kuliah Umum Internasional Bertema Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer

 


Brebes, 31 Juli 2025 — Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes turut berpartisipasi dalam kegiatan International Public Lecture bertema “Strengthening Primary Health Care for Health Equity and Resilience” yang diselenggarakan oleh Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) Kota Tegal. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 31 Juli 2025, pukul 09.00–12.00 WIB, dan menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal.

Acara diawali dengan sambutan dari sejumlah tokoh penting yang berkontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan, antara lain:

  • Bapak Sudirman Said selaku Board of Trustee Yayasan Pendidikan Harapan Pertiwi (YPHP),
  • Mohammad Syahrial, CEO Tamaris Hydro,
  • Dyah Satyani S., Founder dan CEO dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI),
  • Direktur Poltek Harber, serta
  • Sekretaris Daerah Kota Tegal.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pengambil kebijakan di bidang kesehatan, di antaranya Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, hadir langsung Kadinkesda Brebes, Ineke Tri sulistyowaty, SKM, M.Kes Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dan Dinas Kesehatan Kota Tegal. Selain itu, dosen dan mahasiswa jurusan Keperawatan dan Kefarmasian dari Poltek Harber turut menjadi peserta aktif dalam kegiatan tersebut.

Momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara CISDI dan Tamaris Hydro yang diwakili oleh Dyah Satyani S. dan Mohammad Syahrial sebagai langkah konkret membangun kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia.

Kuliah umum inti disampaikan oleh narasumber internasional, Dr. Beth Holth, MD, MPH, dari Harvard Medical School Center for Primary Care (HMS-PCC), Amerika Serikat. Dengan tema presentasi “Designing People-Centered Primary Health Care for Equity and System Transformation”, Dr. Holth menekankan pentingnya fasilitas pelayanan primer seperti Puskesmas dan Pustu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan yang berpusat pada pasien, guna mencapai kesetaraan dan ketahanan sistem kesehatan.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme peserta dari berbagai latar belakang terhadap topik yang dibahas. Pertemuan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Dinas Kesehatan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Brebes, dalam mengembangkan kebijakan dan program yang berorientasi pada pelayanan primer yang berkeadilan dan tangguh.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber, menandai komitmen bersama dalam memperkuat sistem kesehatan di tingkat lokal dan global.

Rabu, 30 Juli 2025

KEMENTERIAN KESEHATAN RI DAN POLTEKKES NEGERI SEMARANG LAKUKAN PEMBEKALAN DAN MONITORING PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BREBES

 


Brebes, 30 Juli 2025 – Dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Negeri Semarang melakukan kegiatan pembekalan dan monitoring evaluasi pelaksanaan program penurunan stunting Integrated Nutrition Early Years (INEY) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama strategis antara Kemenkes RI dan Poltekkes Negeri Semarang yang berfokus pada penguatan kapasitas puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam intervensi stunting.

Kunjungan lapangan dilakukan ke dua puskesmas binaan Poltekkes Negeri Semarang, yakni Puskesmas Siwuluh dan Puskesmas Tanjung, yang menjadi lokasi sasaran program. Tim dari Kemenkes RI yang hadir terdiri dari empat orang, yaitu dr. Selly selaku pimpinan rombongan, Ibu Vivi, Ibu Nurul, dan Bapak Kurniawan. Dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, turut hadir Bapak Edy sebagai perwakilan resmi.

Sementara dari tim Poltekkes Negeri Semarang hadir Ibu Isnawati dan Ibu Widi, didampingi oleh lima orang staf administrasi. Mereka bersama-sama melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pelaksanaan program di kedua puskesmas.

Adapun kegiatan monitoring meliputi:

  • Kunjungan ke berbagai ruang pelayanan di puskesmas sesuai alur Integrasi Layanan Primer (ILP),
  • Observasi langsung terhadap sarana dan prasarana yang mendukung layanan,
  • Peninjauan sistem pelaporan dan pencatatan data intervensi stunting,
  • Evaluasi atas proses perencanaan dan penganggaran kegiatan penurunan stunting.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melihat secara langsung sejauh mana upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam mendukung percepatan penurunan stunting, sekaligus memberikan pembekalan teknis dan arahan agar intervensi yang dilakukan semakin efektif dan tepat sasaran.

Kabupaten Brebes sebagai salah satu daerah dengan angka stunting yang menjadi perhatian nasional, dipilih sebagai lokasi intervensi prioritas. Dengan adanya kerja sama antara Kemenkes RI dan institusi pendidikan kesehatan seperti Poltekkes, diharapkan sinergi antar lembaga dapat mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting menuju Generasi Emas 2045.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan refleksi bersama tim puskesmas terkait tantangan di lapangan serta strategi yang akan ditempuh ke depan.

Selasa, 29 Juli 2025

Dinkesda Brebes Gelar Rapat Validasi Data Imunisasi Kejar INEY Phase II

 


Brebes, 29 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan ketepatan data dan capaian program imunisasi, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Validasi Data Imunisasi Kejar INEY Phase II. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinkesda Brebes dan diikuti oleh seluruh Programer Imunisasi Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Brebes, dr. Ign Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program imunisasi yang efektif. Beliau juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang telah terjalin dalam mendukung keberhasilan program imunisasi, khususnya melalui intervensi INEY (Immunization and Essential Health Services for Young Children).

Rapat ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang menyampaikan materi serta mendampingi proses validasi data, yaitu:

  • Sri Widiyati, SKM, M.Kes dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Provinsi Jawa Tengah,
  • Eni Sihmawarni, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,
  • dan Neny Diana, SKM, M.Kes dari Dinkesda Kabupaten Brebes.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya harmonisasi data antara tingkat puskesmas, kabupaten, dan provinsi guna mendukung akuntabilitas dan efektivitas program. Mereka juga memberikan panduan teknis dalam proses validasi data serta evaluasi pelaksanaan imunisasi kejar yang telah dilakukan pada Phase II.


Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyamakan persepsi antar pelaksana di lapangan, serta memperkuat sinergi antara Dinkesda Brebes dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kualitas data imunisasi di Kabupaten Brebes semakin akurat dan dapat menjadi dasar yang kuat dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak, guna mewujudkan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Sabtu, 26 Juli 2025

Peningkatan Kualitas Higiene dan Sanitasi Jasa Boga di Kabupaten Brebes: Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025

 


 Dalam rangka mendukung keberhasilan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijalankan pada tahun 2025, Dinas Kesehatan daerah  Kabupaten Brebes menggelar pertemuan dan pembinaan terkait peningkatan kualitas higiene dan sanitasi jasa boga atau katering. Acara ini digelar sebagai langkah strategis untuk mendorong capaian kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di kalangan pelaku usaha jasa boga di wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dhian Irawati Sutrisno, SKM, yang hadir mewakili Dinas Kesehatan  daerah Kabupaten Brebes. Dalam sambutannya, Dhian menekankan pentingnya peran penjamah makanan dalam menjaga keamanan dan mutu pangan. Ia menyampaikan bahwa makanan yang tidak diolah dengan prinsip-prinsip sanitasi yang tepat dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, seperti diare, keracunan makanan, serta infeksi saluran pencernaan lainnya. Hal ini menjadi perhatian serius, terlebih dengan adanya kebijakan nasional yang mendorong distribusi makanan bergizi secara luas kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya tentang penyediaan makanan, tapi juga memastikan bahwa makanan tersebut aman, sehat, dan layak konsumsi. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi krusial dalam mempersiapkan para penyedia jasa boga agar memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Dian dalam sambutannya.

Mendorong Sertifikasi SLHS untuk Jasa Boga Lokal



Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong para pelaku usaha jasa boga, baik skala kecil maupun menengah, agar dapat memenuhi persyaratan dan memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi indikator penting bahwa suatu usaha jasa boga telah memenuhi standar minimal dalam pengelolaan makanan secara higienis dan saniter.

Pihak Dinas Kesehatan berharap bahwa melalui edukasi dan bimbingan teknis yang diberikan, para pelaku usaha katering mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip dasar sanitasi makanan, mulai dari proses pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan pangan yang sehat dan aman, khususnya dalam pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari petugas Sanitarian dan Petugas Gizi Puskesmas Jatibarang, yang memberikan penjelasan teknis serta simulasi praktik baik pengelolaan makanan. Materi yang disampaikan mencakup aspek kebersihan perorangan, sanitasi lingkungan dapur, prosedur pengolahan makanan yang aman, serta pentingnya penggunaan air bersih dan pengelolaan limbah makanan.

Jumat, 18 Juli 2025

Wakil Menteri Kesehatan RI Kunjungi Desa Pruwatan Brebes, Tegaskan Komitmen Eliminasi TBC Hingga ke Akar Rumput

 


Brebes, 18 Juli 2025 — Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, melakukan kunjungan kerja ke Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes sebagai tindak lanjut dari program nasional Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Pruwatan dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran desa dan kelurahan dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta komitmen para pemangku kepentingan dan masyarakat desa dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga sangat krusial untuk mendeteksi, menangani, dan mencegah penyebaran TBC.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, yang memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes siap bersinergi dan berkomitmen mendukung program nasional eliminasi TBC.

Setelah sambutan Bupati, acara dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Desa Pruwatan yang menjelaskan kesiapan desanya dalam menjadi percontohan Desa Siaga TBC. Ia memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk pembentukan kader TBC, pelatihan masyarakat, serta kerjasama lintas sektor.


Puncak acara diisi dengan sesi dialog interaktif bersama Wakil Menteri Kesehatan, yang berlangsung hangat dan produktif. Dalam dialog tersebut, Prof. Dante menyampaikan pentingnya deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pengawasan aktif terhadap pasien TBC di tingkat desa. Ia juga mendengarkan langsung aspirasi, tantangan, serta inovasi dari masyarakat dan tenaga kesehatan setempat.

“Kita tidak bisa hanya bekerja di rumah sakit dan puskesmas. TBC harus kita tangani dari hulunya, yakni di desa. Ini bukan hanya tugas tenaga medis, tapi tugas kita semua. Pemerintah desa, kader, keluarga, hingga masyarakat umum harus jadi garda terdepan,” ujar Prof. Dante dalam sambutannya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes
  • Kepala Bappeda Litbangda Brebes
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB
  • Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Brebes
  • Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Brebes
  • Kepala Bagian Kesra Setda Brebes
  • Ketua Baznas Kabupaten Brebes
  • Direktur RSUD se-Kabupaten Brebes
  • Forkopimcam Bumiayu
  • Kepala UOBF Puskesmas se-Kecamatan Bumiayu
  • Para Kepala Desa se-Kecamatan Bumiayu

Dengan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan eliminasi TBC tidak hanya menjadi agenda nasional, tapi juga menjadi gerakan nyata yang hidup di tengah masyarakat desa. Desa Pruwatan diharapkan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Bebas TBC.

Kamis, 17 Juli 2025

Perkemahan Saka Bakti Husada (SBH) Tahun 2025 Resmi Dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 




Perkemahan Saka Bakti Husada (SBH) Tahun 2025 Resmi Dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

Brebes, 17 Juli 2025 – Semangat membangun generasi muda yang peduli kesehatan kembali digaungkan dalam pembukaan Perkemahan Saka Bakti Husada (SBH) Tahun 2025, yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Bapak Imam Budi Santoso, S.ST, MH.Kes. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan GOR Sasana Adhi Karsa, Brebes, dan diikuti oleh ratusan anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan se-Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Bapak Imam Budi Santoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan pembina yang telah hadir serta mendukung terlaksananya kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.

“Saka Bakti Husada bukan hanya tempat belajar keterampilan kepramukaan, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda yang peduli, sigap, dan berjiwa sosial. Kami berharap melalui perkemahan ini, akan lahir kader-kader muda yang mampu menjadi agen perubahan di bidang kesehatan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.



Perkemahan SBH tahun ini mengangkat tema “Saka Bakti Husada, Satu Tekad Aksi Nyata Sehatkan Indonesia”, dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan pertolongan pertama, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), aksi kebersihan lingkungan, simulasi tanggap bencana, serta kampanye edukatif kepada masyarakat.

Selain bertujuan membina keterampilan di bidang kesehatan, perkemahan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota Pramuka, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta melatih kepemimpinan dan kemandirian.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan menjadi bagian penting dari upaya Dinas Kesehatan bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Brebes dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Selasa, 15 Juli 2025

Layanan SPELING Hadir di Desa Petunjungan: Masyarakat Antusias Sambut Dokter Spesialis Keliling

 


Brebes, 15 Juli 2025 – Layanan SPELING (Spesialis Keliling) kembali digelar di Kabupaten Brebes, kali ini menyapa masyarakat Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang bertujuan mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat ini terselenggara atas kerja sama antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan RS Bhakti Asih Brebes.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Kabupaten Brebes. Hadir secara langsung Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, S.STP., M.Si, Direktur RS Bhakti Asih Brebes, dr. Gita Ika Irsatika, M.M, serta Kepala Desa Petunjungan, H. Slamet Tohani.

Dalam sambutannya, Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan.

Kepala Dinas Kesehatan, Ineke Tri Sulistyowaty, kemudian menyampaikan sambutan resmi mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, yang menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama layanan spesialistik yang selama ini sulit dijangkau masyarakat desa.

Layanan SPELING kali ini menghadirkan tim dokter spesialis dari berbagai bidang, antara lain:

  • Spesialis Kandungan (Obstetri dan Ginekologi)
  • Spesialis Penyakit Dalam
  • Spesialis Mata
  • Spesialis THT
  • Spesialis Anak

Masyarakat Desa Petunjungan menyambut antusias kegiatan ini. Sejak pagi, puluhan warga telah memadati lokasi pelayanan untuk memeriksakan diri, berkonsultasi, dan mendapatkan rujukan medis jika diperlukan. Program ini tidak hanya memberikan pemeriksaan gratis, tetapi juga edukasi kesehatan yang sangat dibutuhkan warga.


Direktur RS Bhakti Asih Brebes, dr. Gita Ika Irsatika, menyatakan bahwa kegiatan SPELING ini merupakan bentuk pengabdian rumah sakit kepada masyarakat. "Kami berharap kehadiran tim medis spesialis ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan tingkat lanjutan," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Brebes dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan pedesaan.

Sabtu, 12 Juli 2025

Pelatihan E-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP di Puskesmas Kluwut dan Bulakamba

 


Brebes – 12 Juli 2025-Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes pada hari ini menyelenggarakan Pelatihan E-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP di dua lokasi, yakni Puskesmas Kluwut dan Puskesmas Bulakamba.

Kegiatan diawali di Puskesmas Kluwut, di mana rombongan dari Dinkesda Brebes disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Kluwut, dr. Muhammad Fuad. Dalam sambutannya, dr. Fuad menyampaikan pentingnya digitalisasi layanan kesehatan sebagai bagian dari transformasi sistem pelayanan primer. Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang secara aktif membekali tenaga kesehatan dengan sistem informasi yang mutakhir.

Selanjutnya, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Widya Ariesanti, SKM, memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta pelatihan. Dalam pesannya, Widya menekankan bahwa implementasi E-Puskesmas Transmedic ini akan memudahkan proses pencatatan, pelaporan, hingga integrasi data layanan kesehatan lintas unit, termasuk dengan sistem ILP (Informasi Layanan Primer).

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung ke ruangan-ruangan pelayanan di Puskesmas Kluwut, di mana para peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai penggunaan aplikasi E-Puskesmas Transmedic sesuai dengan tugas masing-masing.


Usai kegiatan di Kluwut, rombongan bergerak menuju Puskesmas Bulakamba, yang menjadi lokasi kedua pelatihan hari ini. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Puskesmas Bulakamba, dr. Apriono Edy Prihanto, yang juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini.

Pelatihan serupa dilanjutkan di Puskesmas Bulakamba dengan format yang sama: sambutan, pengarahan, dan praktik langsung ke unit pelayanan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes mampu mengimplementasikan sistem informasi E-Puskesmas Transmedic secara optimal, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Jumat, 11 Juli 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Sosialisasi dan Pelatihan e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP di Puskesmas Losari

 


Brebes – Kamis, 11 Juli 2025, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP yang bertempat di Puskesmas Losari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis digital di lingkungan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bersama pihak vendor aplikasi e-Puskesmas diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Losari, dr. Ahmad Abid. Dalam sambutannya, dr. Abid menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap penerapan sistem digital terintegrasi ini sebagai langkah positif menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan dari perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Widya Ariesanti, SKM. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital di sektor kesehatan untuk mendukung program Indonesia Sehat, serta meningkatkan akuntabilitas dan mutu pelayanan di puskesmas.


Usai sesi sambutan, kegiatan berlanjut dengan pelatihan teknis yang difasilitasi oleh pihak vendor. Pelatihan ini meliputi simulasi penggunaan aplikasi e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP yang dilakukan langsung di beberapa kluster pelayanan di Puskesmas Losari, seperti layanan pendaftaran, pemeriksaan umum, rekam medis, dan farmasi.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Losari dapat segera mengimplementasikan sistem e-Puskesmas secara optimal untuk mendukung pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Jumat, 04 Juli 2025

Puskesmas Kecipir Gelar Orientasi dan Pelatihan e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP

Brebes – Kamis, 4 Juli 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih terpadu, cepat, dan efisien, Puskesmas Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, hari ini menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Pelatihan e-Puskesmas Transmedic Terintegrasi ILP (Integrasi Layanan Primer).

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes, yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya dalam memperkuat sistem pelayanan primer agar dapat memberikan layanan yang lebih menyeluruh dan terdokumentasi secara baik.

“Dengan penerapan sistem digital seperti e-Puskesmas yang terintegrasi, kita berharap seluruh pelayanan di tingkat puskesmas menjadi lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan rapi. Ini adalah bagian dari komitmen kita dalam meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” ujar Imam Budi Santoso.

Pelatihan ini diikuti oleh jajaran tenaga kesehatan dan staf administrasi Puskesmas Kecipir, serta melibatkan narasumber dari tim pengembang aplikasi e-Puskesmas Transmedic. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sistem, alur penggunaan, hingga simulasi integrasi data antar layanan primer seperti poli umum, gizi, KIA, dan lainnya.


e-Puskesmas Transmedic merupakan salah satu solusi digital dalam pengelolaan layanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Dengan sistem ini, pencatatan data pasien, riwayat kunjungan, hingga pelaporan ke dinas kesehatan dapat dilakukan secara otomatis dan terintegrasi, mendukung kebijakan satu data kesehatan nasional.

Melalui kegiatan orientasi dan pelatihan ini, Puskesmas Kecipir diharapkan menjadi salah satu puskesmas percontohan di Kabupaten Brebes dalam penerapan digitalisasi layanan primer, sejalan dengan program prioritas Kementerian Kesehatan dalam transformasi layanan primer berbasis teknologi informasi.