Selasa, 30 September 2025

Kepala Dinkesda Brebes Hadiri Kegiatan Speling Melesat di Desa Negla: Dekatkan Layanan Spesialis ke Pelosok Desa

 


Brebes, 30 September 2025 – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan kembali diwujudkan melalui kegiatan Speling Melesat (Layanan Dokter Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat) yang digelar di Desa Negla, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, pada hari ini, Selasa (30/9).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, yang memberikan apresiasi atas terlaksananya pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan layanan kesehatan di daerah.

“Melalui program Speling ini, kita berupaya menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan spesialis yang selama ini sulit dijangkau, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit besar. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang adil dan merata,” ujar Ineke dalam sambutannya.

Program Speling sendiri merupakan program unggulan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang bertujuan untuk membawa layanan dokter spesialis langsung ke tengah masyarakat, terutama di daerah terpencil dan perbatasan.

Pelayanan Speling di Desa Negla kali ini melibatkan tim medis dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, dengan dukungan teknis dari Puskesmas Bojongsari Brebes. Adapun jenis layanan spesialis yang diberikan meliputi:

  • Pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn)
  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  • Dokter Spesialis Anak
  • Dokter Umum untuk layanan dasar dan konsultasi kesehatan

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yaitu Lisa Dianita, SKM dan Nur Hastuti Handayani, SE, perwakilan dari BPJS Kesehatan Cabang Brebes, Camat Losari, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Brebes beserta tim, Kepala Puskesmas Bojongsari, dan Kepala Desa Negla.


Masyarakat Desa Negla menyambut dengan antusias layanan ini. Mereka memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis, yang biasanya hanya tersedia di rumah sakit kota.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit dan perilaku hidup sehat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan program Speling dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa lainnya di Kabupaten Brebes, guna memperkuat layanan kesehatan primer dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Jumat, 26 September 2025

Koperasi Syariah Bina Husada Gelar Sosialisasi Program Unggulan di Aula Dinkesda Brebes

 


Brebes, 26 September 2025 — Siang ini, Koperasi Syariah Bina Husada yang bernaung di bawah Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Sosialisasi Program-Program Koperasi Syariah Bina Husada. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinkesda Brebes dan diikuti oleh para anggota koperasi yang merupakan bagian dari keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Dinkesda Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, yang juga bertindak sebagai Pembina Koperasi Syariah Bina Husada. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi anggotanya.

"Koperasi bukan hanya sekadar wadah simpan pinjam, tapi juga instrumen penting dalam memperkuat solidaritas ekonomi dan kesejahteraan bersama, terutama jika dikelola secara syariah yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan keberkahan," ujar Ineke dalam sambutannya.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan program-program koperasi oleh Ketua Koperasi Syariah Bina Husada, dr. Edi Junaedi. Dalam presentasinya, dr. Edi menjelaskan berbagai program unggulan koperasi, mulai dari layanan simpan pinjam berbasis syariah, pembiayaan produktif, hingga rencana pengembangan usaha koperasi ke depan.


Paparan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada para anggota tentang manfaat dan mekanisme koperasi, serta mendorong keterlibatan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi ke depannya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para anggota koperasi mengajukan pertanyaan, saran, dan masukan yang membangun demi kemajuan koperasi di masa mendatang.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Koperasi Syariah Bina Husada semakin dikenal dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh anggotanya, serta mampu menjadi pilar ekonomi yang kuat dan mandiri di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Dinkesda Kabupaten Brebes Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan dalam Rangka World CleanUp Day 2025

 


Brebes, 26 September 2025 — Dalam rangka memperingati World CleanUp Day 2025, seluruh jajaran karyawan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekitar kantor Dinkesda, Jumat pagi (26/09). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinkesda Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, dan diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh staf dan pegawai.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Dinas Kesehatan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus sebagai wujud dukungan terhadap gerakan global World CleanUp Day yang setiap tahunnya diperingati oleh jutaan relawan di seluruh dunia.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkesda, Ineke Tri Sulistyowaty, menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat.

"Sebagai institusi yang bergerak di bidang kesehatan, sudah menjadi tanggung jawab moral kami untuk menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya sebagai simbol, tapi juga sebagai ajakan bagi masyarakat agar semakin sadar pentingnya kebersihan untuk menciptakan lingkungan yang sehat," ujarnya.


Aksi bersih-bersih ini difokuskan di area halaman kantor, saluran air, serta fasilitas umum di sekitar lingkungan kantor Dinkesda. Selain memungut sampah, para pegawai juga melakukan pembersihan rumput liar, penyemprotan desinfektan di area tertentu, serta memilah sampah organik dan anorganik.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang melihat langsung keterlibatan aktif para ASN dan staf kesehatan. Mereka berharap aksi serupa dapat menjadi agenda rutin dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat umum dan instansi lain.

World CleanUp Day sendiri adalah gerakan global yang bertujuan untuk memerangi krisis sampah di dunia dengan mengajak masyarakat di berbagai negara melakukan aksi bersih-bersih secara serentak. Di Indonesia, kegiatan ini telah menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Rabu, 24 September 2025

Tim Kemenkes RI Lakukan Monitoring dan Pemberian Kemoprofilaksis Kusta di Desa Pamulihan, Brebes

 


Brebes, 24 September 2025 – Dalam upaya memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit kusta, Tim dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kegiatan Monitoring Active Case Finding (ACF) serta pemberian Kemoprofilaksis Kusta di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tim pusat terdiri dari dr. Indro Murwoko dan Sunardi, SKM, MKM, didampingi oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Iva Tri Wahyuanasari, SKM, serta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Agus Riyanto, SKM, M.Kes. Kegiatan ini turut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Larangan yang dipimpin oleh dr. Yunarto Indra Utomo.

Menurut dr. Indro Murwoko, kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat eliminasi kusta dengan cara menemukan kasus aktif secara dini serta memberikan kemoprofilaksis sebagai upaya pencegahan penularan lebih lanjut di komunitas. "Dengan melakukan Active Case Finding, kita dapat menemukan kasus sedini mungkin dan memutus mata rantai penularan. Pemberian kemoprofilaksis kepada kontak serumah atau kontak erat dengan penderita kusta merupakan langkah preventif yang sangat penting," ujarnya.


Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan langsung kepada warga yang termasuk dalam kelompok berisiko serta memberikan edukasi tentang gejala awal kusta, pentingnya pengobatan hingga tuntas, dan mengurangi stigma terhadap penderita.

Penyakit kusta hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Brebes. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan sangat dibutuhkan dalam penanggulangan penyakit ini.

Kegiatan hari ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah dalam mengupayakan Indonesia bebas kusta. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diperluas ke wilayah lain yang masih memiliki kasus aktif, demi tercapainya eliminasi kusta nasional.

Selasa, 23 September 2025

Dinkes Brebes dan FKM Undip Gelar Pertemuan Sistem Deteksi Dini Kusta Berbasis Aplikasi Mobile

 


Brebes, 23 September 2025 — Dalam upaya pencegahan kecacatan akibat kusta, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro menyelenggarakan pertemuan bertema "Sistem Deteksi Dini Kusta Berbasis Aplikasi Mobile untuk Mencegah Kecacatan Tingkat 2 pada Penderita Kusta Baru".

Acara ini digelar di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, diikuti oleh para pengelola program kusta dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi untuk deteksi dini penyakit kusta, khususnya dalam mencegah terjadinya kecacatan tingkat lanjut pada pasien baru.

Dalam kegiatan ini, tim dari FKM Universitas Diponegoro memaparkan konsep dan implementasi sistem deteksi dini berbasis aplikasi mobile, yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan di Puskesmas dalam mengidentifikasi gejala kusta secara cepat dan akurat, bahkan sebelum terjadi kecacatan permanen pada pasien.

Teknologi ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kecepatan diagnosis kasus kusta baru,
  • Mempermudah pencatatan dan pelaporan kasus secara digital,
  • Menyediakan panduan penanganan awal berbasis bukti ilmiah, dan
  • Mengurangi risiko kecacatan tingkat 2 akibat keterlambatan pengobatan.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam program penanggulangan penyakit menular seperti kusta merupakan langkah strategis.

“Brebes terus berkomitmen untuk menurunkan angka kecacatan akibat kusta. Dengan adanya aplikasi mobile ini, diharapkan deteksi dini bisa dilakukan langsung di tingkat Puskesmas, sehingga pengobatan bisa segera diberikan dan kecacatan bisa dicegah,” ujar dr. Adhi.

Sementara itu, tim peneliti dari FKM Undip menjelaskan bahwa sistem ini dikembangkan berdasarkan data dan pengalaman lapangan, serta diharapkan dapat menjadi model nasional dalam penanggulangan kusta berbasis digital.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap hasil dari pertemuan ini dapat segera diimplementasikan di lapangan dan menjadi bagian dari strategi penanggulangan kusta yang lebih modern, cepat, dan tepat sasaran.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar, Kabupaten Brebes menargetkan mampu menekan angka kasus kusta baru dengan kecacatan tingkat 2 hingga seminimal mungkin, serta mendukung target nasional menuju eliminasi kusta.

Bupati Brebes Serahkan Mobil Ambulans dan Mobil Jenazah untuk Dukung Layanan Kesehatan

 


Brebes, 23 September 2025 — Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E, MM. secara resmi menyerahkan mobil ambulans dan mobil jenazah kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan RSUD Brebes, hari ini, di halaman RSUD Kabupaten Brebes.

Penyerahan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Brebes di tahun anggaran 2025, dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, guna mendukung peningkatan sarana transportasi kesehatan, baik di tingkat Puskesmas maupun rumah sakit.

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan bahwa penguatan fasilitas kesehatan merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat, responsif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan penambahan armada ambulans dan mobil jenazah ini, kami berharap pelayanan gawat darurat, rujukan pasien, hingga pemulasaraan jenazah dapat dilakukan secara lebih profesional, manusiawi, dan efisien. Ini bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa,” ujar Bupati.

Pengadaan ini mencakup:

  • 1 Unit Mobil Ambulans Transport untuk Puskesmas dari Dinas Kesehatan, yang diperoleh melalui anggaran DBHCHT tahun 2025 senilai Rp 338,91 juta.
  • 1 Unit Mobil Ambulans Emergency (Mini ICU) dan 1 Unit Mobil Jenazah untuk RSUD Brebes, melalui anggaran DAK Fisik 2025 senilai total Rp 2,42 miliar.

Ambulans emergency yang diserahkan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis mutakhir seperti ventilator portable, defibrillator AED, suction unit, serta emergency kit lengkap, menjadikannya sebagai ambulans mini ICU pertama yang dimiliki RSUD Brebes.

Mobil jenazah yang diserahkan menggunakan kendaraan Toyota Rangga, dirancang khusus untuk mendukung layanan pemulasaraan dan pengantaran jenazah yang layak dan sesuai standar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., mengungkapkan bahwa kebutuhan kendaraan operasional kesehatan masih tinggi. Saat ini, dari 38 Puskesmas di Brebes, hanya tersedia 5 unit ambulans dan 3 unit mobil Puskesmas keliling (pusling) yang dalam kondisi layak.


“Kami menyadari belum semua kebutuhan dapat terpenuhi karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, pengadaan dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan pada wilayah yang paling membutuhkan. Kami juga menjajaki sumber pembiayaan lain, termasuk potensi kerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Ineke.

Sementara itu, RSUD Brebes saat ini telah memiliki 5 unit ambulans dan 3 unit mobil jenazah. Namun, dengan rata-rata penggunaan harian mencapai lebih dari 5 kali pengantaran pasien dan hampir 7 kali pengantaran jenazah per hari, penambahan armada menjadi sangat penting dalam mendukung operasional rumah sakit yang semakin padat.

Dengan penyerahan kendaraan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes dapat berjalan lebih optimal, cepat, dan merata, terutama dalam menjawab kebutuhan layanan darurat dan rujukan pasien. Pemkab Brebes menegaskan akan terus melakukan perbaikan dan inovasi di sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Usai penyerahan, Bupati juga menyempatkan diri menjenguk pasien di RSUD Brebes, sebagai wujud kepedulian dan dukungan bagi masyarakat

Jumat, 19 September 2025

Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Dinkes Brebes Gelar Monitoring dan Pemberian Kemoprofilaksis Kusta di SDN Pesantunan 05

 


Brebes, 19 September 2025 — Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan Monitoring Active Case Finding (ACF) dan Pemberian Kemoprofilaksis Penyakit Kusta di SD Negeri  Pesantunan 05, Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini kasus kusta di lingkungan sekolah dan memberikan pencegahan dini kepada siswa-siswi yang mungkin pernah melakukan kontak dengan penderita. Melalui pendekatan aktif, diharapkan potensi penularan penyakit kusta di masyarakat dapat ditekan secara maksimal.

Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Sri Retno Rindjaswati, SKM, M.Kes, dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Agus Riyanto, SKM, M.Kes. Keduanya menyampaikan pentingnya upaya bersama dalam penanggulangan penyakit menular seperti kusta, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif di lingkungan pendidikan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mengeliminasi kusta, terutama melalui upaya deteksi dini dan pencegahan. Kami juga memberikan edukasi kepada para guru dan siswa agar tidak terjadi stigma terhadap penderita," ujar Sri Retno Rindjaswati.


Sementara itu, Agus Riyanto menambahkan bahwa peran sekolah sangat strategis dalam kampanye kesehatan masyarakat. "Sekolah adalah tempat yang tepat untuk membentuk kesadaran sejak dini. Anak-anak harus dibekali informasi yang benar agar tidak takut dan tidak mendiskriminasi teman yang pernah mengalami kusta," jelasnya.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari para guru serta siswa-siswi SDN  Pesantunan 05. Mereka tampak antusias mengikuti pemeriksaan dan penyuluhan yang diberikan oleh tim kesehatan. Para guru juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan edukasi yang diberikan kepada lingkungan sekolah mereka.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan terbentuk lingkungan sekolah yang lebih sehat, peduli, dan bebas dari stigma terhadap penyakit kusta, serta mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif terhadap penyintas kusta.

Kamis, 18 September 2025

Dinkes Kabupaten Brebes Lakukan Monitoring Active Case Finding dan Pemberian Kemoprofilaksis Penyakit Kusta

 


Brebes, 18 September 2025 – Dalam upaya menekan angka kasus kusta serta mendeteksi secara dini penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) hari ini melaksanakan kegiatan monitoring Active Case Finding (penemuan kasus aktif) dan pemberian kemoprofilaksis kusta di sejumlah wilayah.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan ini antara lain Desa Jatirokeh, SD Negeri Siasem 03, Desa Tanjungsari, dan Desa Cigedog Kecamatan Kersana. Monitoring dilakukan langsung oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Adhi Pujo Astowo, yang turut didampingi oleh tim teknis dari Dinkesda.

Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, dr. Adhi menegaskan bahwa penyakit kusta masih menjadi perhatian khusus karena stigma yang melekat dan potensi penularannya yang cukup tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa upaya deteksi dini dan pemberian kemoprofilaksis berjalan efektif di lapangan. Deteksi dan intervensi dini adalah kunci untuk memutus rantai penularan kusta,” ujar dr. Adhi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinkes Brebes dalam mendukung target eliminasi kusta di tingkat nasional, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan dini, terutama di wilayah dengan riwayat kasus kusta.

Selain pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pihak sekolah terkait gejala awal kusta, pentingnya pengobatan hingga tuntas, dan perlunya dukungan terhadap pasien agar tidak terjadi diskriminasi.

Diharapkan, kegiatan monitoring ini dapat meningkatkan capaian penemuan kasus secara aktif dan menurunkan angka penularan baru penyakit kusta di Kabupaten Brebes.

 


Brebes, 18 September 2025 – Dalam upaya meningkatkan kinerja Puskesmas dalam penyelenggaraan pelayanan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan Integrasi Layanan Primer (ILP), Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan dan Evaluasi RME pada Kamis (18/09). Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan serta mengevaluasi penggunaan aplikasi ePuskesmas Transmedic di cluster 4 wilayah Kabupaten Brebes.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes ini diikuti oleh satu orang petugas dari masing-masing Puskesmas pada cluster 4, yang terdiri dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Dinkes Brebes untuk memastikan seluruh layanan primer memiliki sistem pencatatan dan pelaporan medis yang terintegrasi, efisien, dan berbasis digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Widya Ariesanti, SKM, yang juga memberikan arahan dan masukan kepada para peserta. Dalam sambutannya, Widya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.


"Rekam Medis Elektronik yang terintegrasi bukan hanya menjadi tuntutan zaman, tapi juga bagian dari komitmen kita untuk memberikan layanan yang lebih baik, cepat, dan akurat bagi masyarakat. Dengan sistem ePuskesmas Transmedic yang optimal, kita harapkan proses pencatatan, pelaporan, hingga evaluasi program dapat berjalan lebih efektif," ujar Widya dalam arahannya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong seluruh petugas Puskesmas untuk aktif memberikan umpan balik serta menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan, guna perbaikan berkelanjutan dari sistem yang digunakan.

Pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi antar-Puskesmas dalam menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan teknis petugas dalam penggunaan aplikasi ePuskesmas Transmedic. Diharapkan, melalui kegiatan ini, integrasi data layanan kesehatan di tingkat primer semakin kuat dan mampu mendukung pencapaian program kesehatan nasional secara maksimal.

Senin, 15 September 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Desk Review Capaian Imunisasi Tahun 2025

 


Brebes, 15 September 2025 — Dalam upaya meningkatkan cakupan dan kualitas program imunisasi di wilayahnya, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes hari ini menggelar Pertemuan Desk Review Capaian Imunisasi, bertempat di Aula Dinkesda Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh 38 programmer imunisasi dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Brebes, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap program imunisasi sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit yang efektif dan berkelanjutan.

“Imunisasi merupakan salah satu program prioritas nasional. Melalui desk review ini, kita dapat melihat sejauh mana capaian yang telah diraih, kendala yang dihadapi di lapangan, dan langkah-langkah perbaikan yang bisa segera dilakukan,” ujar dr. Adhi.

Pertemuan ini menjadi ajang penting bagi para programmer imunisasi untuk menyampaikan laporan capaian masing-masing wilayah kerja, melakukan analisis data, serta berdiskusi langsung dengan tim teknis dari Dinas Kesehatan. Beberapa indikator utama yang menjadi fokus dalam evaluasi meliputi cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL), imunisasi lanjutan, hingga pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung tercapainya target imunisasi yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Dinas Kesehatan berharap, melalui pertemuan ini, akan lahir rekomendasi konkret yang dapat segera diimplementasikan di tingkat Puskesmas, demi mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Haji 2025 dan Persiapan Tahun 2026

 


Brebes, 15 September 2025 — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan pertemuan penting dalam rangka Evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Haji Tahun 2025 serta Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Haji Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Brebes, dan dihadiri oleh perwakilan dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau kembali pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tahun 2025, mengevaluasi kendala maupun keberhasilan yang telah dicapai, serta menyusun strategi peningkatan mutu layanan kesehatan haji di tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Arlinda Rosmelani menyampaikan pentingnya sinergi antar fasilitas layanan kesehatan dalam memastikan kesehatan jemaah haji sejak dari daerah asal.

“Pemeriksaan kesehatan jemaah haji bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan terhadap keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujar beliau.

Selain evaluasi teknis, pertemuan ini juga membahas pembaruan pedoman pemeriksaan kesehatan haji yang akan diterapkan untuk tahun 2026, termasuk penyesuaian dengan kebijakan nasional dan protokol kesehatan terkini.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif, diisi dengan diskusi kelompok, tanya jawab, serta presentasi dari tim teknis Dinas Kesehatan dan narasumber dari kalangan profesional medis.

Diharapkan melalui pertemuan ini, seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes dapat lebih siap dan optimal dalam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji di tahun mendatang.

Jumat, 12 September 2025

Dukung Kolaborasi Program TBC dan HIV/AIDS, Dinkes Brebes Gelar Pertemuan Validasi Data

 


Brebes, 12 September 2025 — Dalam upaya memperkuat integrasi program Pencegahan dan Pengendalian Tuberculosis (TBC) dan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Seksi P2PTM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular) menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Validasi Data yang melibatkan petugas pelaksana di tingkat Puskesmas.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung IDI Brebes dan diikuti oleh seluruh Petugas RR HIV dan Petugas Pengelola Program TBC dari Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi dan akurasi data program, yang menjadi fondasi penting dalam merancang langkah strategis dan intervensi kesehatan masyarakat ke depan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas program untuk mencapai eliminasi TBC dan pengendalian HIV/AIDS di Kabupaten Brebes.

“Validasi data bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana kita membaca situasi, memahami tantangan lapangan, dan menentukan arah kebijakan yang tepat sasaran. Kolaborasi antara program TBC dan HIV/AIDS harus semakin solid karena keduanya saling terkait dan berdampak besar pada kesehatan masyarakat,” ujar dr. Adhi dalam arahannya.


Selain membuka acara, dr. Adhi juga menyampaikan materi terkait kebijakan terbaru, pencapaian program, serta tantangan dan peluang dalam integrasi layanan TBC-HIV di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menyamakan persepsi antar petugas program di lapangan, meningkatkan kapasitas pengelolaan data, serta memperkuat jejaring layanan yang komprehensif dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030 dan pengendalian epidemi HIV/AIDS, dengan mengedepankan pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan pelayanan yang terintegrasi.


Rabu, 10 September 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Lintas Sektor Pemeriksaan Kesehatan Haji

Brebes, 10 September 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektor Pemeriksaan Kesehatan Haji, yang dilaksanakan di Aula Dinkesda Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Kabupaten Brebes, serta jajaran petugas teknis di bidang kesehatan haji. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Ign Adhi Pujo Astowo.

Dalam sambutannya, dr. Addhi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan kesehatan jemaah haji, mulai dari tahap pemeriksaan kesehatan, pembinaan, hingga pemantauan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

“Kesehatan jemaah haji merupakan tanggung jawab bersama. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga upaya preventif agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan aman,” ungkap dr. Adhi.


Pertemuan ini membahas berbagai hal teknis terkait pemeriksaan kesehatan jemaah haji, alur rujukan, sistem pencatatan dan pelaporan, serta sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan, KBIH, dan instansi terkait lainnya. Selain itu, juga disosialisasikan pedoman terbaru pemeriksaan kesehatan haji sesuai regulasi dari Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan dan seluruh KBIH, serta memastikan proses pelayanan kesehatan haji di Kabupaten Brebes berjalan optimal, terstruktur, dan sesuai standar. 

Bupati Brebes Serahkan SK Kenaikan Jenjang Jabatan 323 Tenaga Kesehatan

 


Brebes, 10 September 2025 – Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, hari ini secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan, sekaligus memimpin pengambilan sumpah serta pelantikan pengangkatan pertama Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Acara berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Brebes, dengan dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Sebanyak 323 tenaga kesehatan menerima SK dan mengikuti prosesi pelantikan, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes melalui penataan manajemen kepegawaian dan penguatan peran jabatan fungsional.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes
  • Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, ST, MT
  • Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Moh. Syamsul Haris, SH, MH
  • Direktur RSUD Brebes dan Direktur RSUD Bumiayu

Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah resmi naik jenjang jabatan maupun yang baru diangkat dalam jabatan fungsional. Ia juga menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam pelayanan publik di bidang kesehatan.


“Kenaikan jenjang jabatan ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi dan kompetensi yang telah ditunjukkan. Namun lebih dari itu, ini adalah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh tenaga kesehatan terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Paramitha.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus berkomitmen dalam memperkuat sektor kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan ucapan selamat dari Bupati serta para pejabat yang hadir kepada seluruh tenaga kesehatan yang dilantik.

Selasa, 09 September 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Jadi Contoh Uji Petik Pemeriksaan oleh BPK RI

 


Brebes, 9 September 2025 – Suatu kebanggaan bagi Kabupaten Brebes, khususnya Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes, yang terpilih sebagai sample uji petik pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis oleh Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat yang menggunakan anggaran negara.

Kedatangan Tim BPK RI ke Brebes turut didampingi oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, di kantor Dinkesda Brebes.

Dalam sambutannya, Kadinkesda menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Brebes. “Kami merasa bangga karena Dinas Kesehatan Brebes dipilih sebagai sample uji petik oleh BPK RI. Ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya kami selama ini dalam memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa momentum ini akan dijadikan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi agar ke depan pelayanan kesehatan di Brebes semakin sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. “Dengan adanya arahan dan evaluasi dari BPK RI, tentu akan menjadi bahan penting bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan program-program yang didanai negara benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyampaian arahan dari Tim BPK RI. Dalam diskusi tersebut, Tim BPK menyampaikan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam penggunaan anggaran, khususnya dalam program-program pelayanan publik seperti cek kesehatan gratis.

Evaluasi dan uji petik yang dilakukan ini bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi program pelayanan kesehatan telah berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang ditetapkan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam hal pengelolaan program kesehatan berbasis anggaran negara secara baik dan bertanggung jawab.


Kamis, 04 September 2025

Kementerian Kesehatan RI dan Dinkes Brebes Gelar Sosialisasi Program Penurunan AKI dan AKB

 


Brebes – Dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKB), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menggelar kegiatan sosialisasi program kesehatan dan koordinasi lintas sektor. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida pada Kamis (tanggal sesuai), bertempat di Gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Brebes.

Peserta kegiatan terdiri dari para Bidan Desa yang bertugas di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kehadiran para bidan ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan program kesehatan ibu dan anak di tingkat layanan primer.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Brebes, dr. Ign Adhi Pujo Astowo. Dalam sambutannya, dr. Adhi menyampaikan pentingnya peran bidan desa sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Beliau juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan tenaga kesehatan di lapangan dalam menurunkan AKI dan AKB di wilayah Brebes.

"Kami berharap para bidan desa tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan edukasi dan advokasi kepada masyarakat. Dengan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang optimal, kita bisa menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir," ujar dr. Adhi dalam arahannya.

Setelah sambutan dan paparan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber Kementerian Kesehatan RI. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah implementasi aplikasi SigiziKIAKesga, sebuah sistem digital yang dikembangkan untuk memantau dan meningkatkan intervensi gizi serta kesehatan ibu dan anak secara real-time.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan para tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam pencatatan dan pelaporan data kesehatan ibu dan bayi, sehingga penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami arah kebijakan nasional dalam upaya penurunan AKI dan AKB, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Kemenkes RI dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas, dimulai dari keselamatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.

Rabu, 03 September 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Terima Peserta Program Internship Dokter Gigi

 


Brebes, 3 September 2025 — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes hari ini secara resmi menerima kedatangan peserta program Dokter Internship Dokter Gigi. Acara penerimaan berlangsung di Kantor Dinkesda Brebes dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes.

Sebanyak 8 orang peserta dokter internship diterima dan diberikan pengarahan serta pembekalan mengenai pelaksanaan program. Dalam kegiatan ini, para peserta didampingi oleh para mentor profesional, yaitu dokter gigi dari RSUD Brebes, Puskesmas Pemaron, dan Puskesmas Brebes.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkesda Brebes menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para peserta agar dapat menjalankan masa internship dengan baik, serta menjadikannya sebagai momentum untuk mengasah keterampilan, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Program internship ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata kontribusi para dokter muda dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Kami berharap para peserta bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan ikut membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik," ujar Ineke Tri Sulistyowaty.

Selama menjalani masa internship, para peserta akan ditempatkan di sejumlah puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes, sesuai dengan pembagian dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah kerja. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman klinis yang beragam serta mendekatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat di daerah.


Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendukung transisi dokter gigi dari dunia pendidikan ke praktik profesional. Dengan pendampingan yang tepat, para peserta diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, termasuk melalui penyelenggaraan program internship ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah.