Tingkatkan Kompetensi Pengelola Arsip melalui Pelatihan Kearsipan dan Aplikasi Srikandi
Brebes – Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan di lingkungan kerja, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Arsip pada Kamis (4/6/2026) di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini diikuti oleh petugas arsip dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.
Pelatihan ini
dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Brebes Nomor
000.5.1/1205/VII/2025 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, sebagai langkah
strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola arsip di lingkungan Dinas
Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, sekaligus mendukung transformasi
administrasi pemerintahan berbasis digital.
Kegiatan dibuka
oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo,
M.Kes, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran arsip sebagai
bukti autentik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Arsip itu
bukan sekadar barang, tetapi merupakan bukti otentik dari setiap kegiatan dan
kebijakan yang dilaksanakan. Di era digitalisasi saat ini, kita dipermudah
dalam pengelolaan arsip. Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi pengelola
arsip terbaik, bukan semata-mata mengejar peringkat, tetapi karena ketertiban
dan tata kelola yang baik. Salah satu instrumen penting yang harus kita
optimalkan adalah aplikasi Srikandi,” ujar dr. Heru.
Menurutnya, pengelolaan arsip yang tertib dan profesional menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efektif.
Pada sesi materi
pertama, Kepala Bidang Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten
Brebes, Muryani, SE, MM, menyampaikan perkembangan dan capaian
pengelolaan arsip di Kabupaten Brebes. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Brebes
saat ini berhasil menempati peringkat ke-5 dalam pengelolaan arsip tingkat
Provinsi Jawa Tengah dan peringkat ke-23 tingkat nasional.
“Capaian ini
menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan
kualitas pengelolaan arsip. Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat
ini, arsip memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber informasi, bukti
akuntabilitas, serta memori organisasi,” jelas Muryani.
Ia juga
menekankan bahwa transformasi digital di bidang kearsipan menuntut seluruh
pengelola arsip untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan
regulasi yang berlaku.
Sementara itu,
narasumber kedua, Afit Hera Susanti, S.S.T.Ars, selaku Arsiparis Ahli
Pertama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, memberikan pemaparan
mengenai penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi
(Srikandi) serta tata cara pengelolaan arsip yang baik dan sesuai
ketentuan.
Dalam
paparannya, Afit menjelaskan bahwa aplikasi Srikandi terus mengalami pembaruan
guna mendukung efektivitas administrasi pemerintahan berbasis elektronik.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai penciptaan,
penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip secara sistematis dan
terstandar.
Melalui
pelatihan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh petugas
arsip di lingkungan puskesmas dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam
pengelolaan arsip, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola kearsipan
yang tertib, akuntabel, dan berbasis digital.
Dengan pengelolaan arsip yang semakin baik, Dinkesda Brebes optimistis dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta memperkuat sistem administrasi pemerintahan yang efektif dan profesional di sektor kesehatan.


