Minggu, 15 Maret 2026

35 Pos Kesehatan Disiagakan Dinkes Brebes Sambut Mudik Lebaran

 


BREBES — Menyambut arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyiapkan 35 Pos Kesehatan yang tersebar di sejumlah titik strategis untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat.

Puluhan pos kesehatan tersebut terdiri dari 11 Pos Kesehatan di jalur jalan arteri, 2 Pos Kesehatan di rest area, serta 13 Pos Kesehatan di kantor OPD dan kantor kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes. Pos-pos kesehatan ini disiagakan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan awal kegawatdaruratan, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyiapkan 9 Pos Kesehatan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Brebes guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur pasca Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa kesiapsiagaan Pos Kesehatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.


“Melalui Pos Kesehatan yang telah disiapkan di berbagai titik strategis, kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan dengan menerapkan pesan “Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama.”

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain melakukan cek kesehatan gratis sebelum mudik, mengonsumsi makanan sehat dan minum air putih yang cukup, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Pemudik juga disarankan beristirahat setiap empat jam sekali selama perjalanan dan melakukan senam peregangan ringan agar tubuh tetap bugar. Apabila dalam kondisi kurang sehat, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, serta membawa dan mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok, serta memanfaatkan Pos Kesehatan yang tersedia apabila membutuhkan pelayanan kesehatan selama perjalanan maupun saat berwisata.

Dengan kesiapsiagaan Pos Kesehatan tersebut, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman serta tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.


Jumat, 13 Maret 2026

Kadinkesda Brebes Berikan Tali Asih kepada PPPK Paruh Waktu, Tenaga Outsourcing dan Pedagang di Lingkungan Kantor

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, memberikan tali asih berupa paket sembako kepada karyawan PPPK Paruh Waktu, tenaga outsourcing, serta para pedagang yang berada di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor Dinkesda Brebes ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan dari seluruh karyawan Dinas Kesehatan kepada mereka yang setiap hari turut mendukung aktivitas pelayanan di lingkungan kantor.

Penyerahan paket sembako tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes kepada para penerima. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut, yang menjadi wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial di lingkungan kerja.

dr. Heru Padmonobo menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk perhatian dan solidaritas antar sesama, khususnya kepada rekan-rekan yang turut berperan dalam mendukung kelancaran aktivitas di lingkungan Dinas Kesehatan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari keluarga besar Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat dan semakin mempererat rasa kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.


Kegiatan berbagi tali asih ini juga merupakan kelanjutan dari tradisi baik yang telah lama dilakukan di lingkungan Dinkesda Brebes. Tradisi tersebut pertama kali digagas oleh almarhum dr. Sartono, MM, yang pada masanya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Semangat kepedulian yang telah dirintis oleh almarhum dr. Sartono tersebut terus dilanjutkan hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga nilai kebersamaan di lingkungan Dinas Kesehatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang menjadi bagian dari keluarga besar Dinkesda Brebes.

Rapat Koordinasi Pendampingan SLHS dan SLS, Dinkesda Brebes Tingkatkan Kompetensi Tenaga Sanitasi Lingkungan

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), SLS (Sertifikat Laik Sehat) serta labelisasi pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan diikuti oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber dari DPMPTSP Kabupaten Brebes, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker), serta Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Para narasumber memberikan pemaparan terkait mekanisme perizinan berusaha berbasis risiko di sektor kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan standar higiene sanitasi bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan. Melalui sosialisasi tersebut diharapkan para Tenaga Sanitasi Lingkungan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi terbaru yang mengatur standar kesehatan dan sanitasi dalam kegiatan usaha.

Selain itu, rapat koordinasi ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi Tenaga Sanitasi Lingkungan dalam melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam proses pengurusan izin usaha Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Tenaga Sanitasi Lingkungan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes dapat berperan aktif dalam mendampingi pelaku usaha agar memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas kesehatan lingkungan serta memastikan produk dan jasa yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan lingkungan, serta pelaku usaha sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan usaha yang sehat, aman, dan sesuai dengan ketentuan perizinan berbasis risiko di sektor kesehatan.

Aksi Jumat Bersih di Islamic Center, Dinkesda Brebes Dukung Gerakan Brebes ASRI

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, bersama seluruh karyawan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes mengikuti kegiatan Aksi Jumat Bersih dalam rangka mendukung Gerakan Brebes ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dilaksanakan di kawasan Islamic Center Brebes, Jumat (13/3).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, serta diikuti oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta secara bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di area Islamic Center, mulai dari menyapu, membersihkan sampah, hingga menata lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di Kabupaten Brebes.


Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyampaikan bahwa gerakan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

“Lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gerakan Brebes ASRI sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah, melalui keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah serta masyarakat.

Dengan adanya kegiatan Aksi Jumat Bersih ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dapat terus terjaga dan menjadi budaya bersama di Kabupaten Brebes.

Kamis, 12 Maret 2026

Kemenkes RI dan Dinkes Jateng Monitoring Keamanan Pangan Takjil Ramadan dan Program Makan Bergizi Gratis di Brebes

 


Brebes – Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dalam rangka monitoring keamanan pangan selama Ramadan 1447 H/2026 serta pengawasan keamanan pangan pada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh tim dari Direktorat Kesehatan Lingkungan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya makanan takjil selama bulan Ramadan serta pangan yang disediakan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Pada hari pertama, tim monitoring melakukan pengawasan dan pengambilan sampel makanan di kawasan Islamic Centre Brebes, yang menjadi salah satu lokasi penjualan takjil di Kabupaten Brebes. Beberapa sampel makanan yang diambil untuk dilakukan pemeriksaan antara lain tahu sumedang, sempolan, bumbu serbuk sempolan, bubur mutiara, olos, saus, serta sosis. Sampel tersebut selanjutnya diperiksa untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat.


Memasuki hari kedua, kegiatan monitoring dilanjutkan ke SPPG Brebes Gandasuli (YKB) serta Posyandu Gandasuli untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan sasaran kelompok B3, yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Pada kesempatan ini, tim melakukan pemantauan terhadap proses penyediaan makanan, kebersihan lingkungan, serta standar keamanan pangan yang diterapkan dalam program tersebut.

Selain itu, tim juga melakukan monitoring keamanan pangan dan pemeriksaan sampel makanan di kawasan Rest Area Heritage KM 260B. Beberapa sampel pangan yang diambil di lokasi tersebut antara lain kerupuk telur asin, manisan, tahu putih, serta aci untuk selanjutnya dilakukan pengujian keamanan pangan.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang beredar di masyarakat, baik yang dijual sebagai takjil Ramadan maupun yang disajikan dalam program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, memenuhi standar keamanan pangan dan aman untuk dikonsumsi.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran para pelaku usaha makanan, pengelola program gizi, serta masyarakat dapat semakin meningkat dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, sehingga kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.

Santunan Pelita Jiwa Hadirkan Kepedulian untuk ODGJ, Disabilitas, dan ODHA di Puskesmas Klikiran

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menghadiri kegiatan pemberian Santunan Pelita Jiwa yang diselenggarakan di Puskesmas Klikiran, Kecamatan Jatibarang, pada hari ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, serta Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Camat Jatibarang, Kepala Puskesmas Klikiran, serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Jatibarang. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam memberikan perhatian serta dukungan kepada kelompok rentan.

Program Santunan Pelita Jiwa merupakan bantuan sosial yang disalurkan oleh Baznas Kabupaten Brebes untuk membantu meringankan beban para penerima manfaat. Pada kesempatan ini, santunan diberikan kepada 178 pasien ODGJ, 31 penyandang disabilitas, dan 18 ODHA yang berasal dari wilayah Kecamatan Jatibarang dan sekitarnya.


Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa program Santunan Pelita Jiwa merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi tantangan kesehatan maupun keterbatasan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Baznas, pemerintah kecamatan, serta Puskesmas sangat penting agar pelayanan kesehatan dan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti ODGJ, penyandang disabilitas, dan ODHA.

Dengan adanya program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan dukungan moral maupun sosial dari berbagai pihak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Rabu, 11 Maret 2026

Brebes Raih Penghargaan Penemuan Kasus Kusta, Kadinkesda Paparkan Praktik Baik Eliminasi Kusta di Kemenkes

 


Jakarta – Upaya percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Brebes mendapat perhatian di tingkat nasional. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pemberian Penghargaan kepada Puskesmas dengan Penemuan Kasus Kusta Baru Terbanyak, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rabu (11/3).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Siwabessy, Gedung Adhyatma Lantai 2 Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) 2026.

Acara dibuka langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, serta dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Andi Saguni. Hadir pula perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, organisasi profesi kesehatan, mitra internasional, serta perwakilan penyintas kusta.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Heru Padmonobo juga dipercaya menyampaikan praktik baik percepatan eliminasi kusta dari lima kabupaten/kota prioritas di Indonesia. Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas percepatan eliminasi kusta bersama Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Jayapura.

Dalam paparannya, dr. Heru menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan di Kabupaten Brebes, mulai dari penguatan deteksi dini di masyarakat, pelaksanaan Active Case Finding (ACF), pelibatan kader kesehatan, hingga pemberian obat pencegahan atau kemoprofilaksis untuk memutus rantai penularan.


“Penemuan kasus secara aktif bukan berarti kasus meningkat, tetapi menunjukkan bahwa upaya deteksi dini berjalan dengan baik sehingga pasien dapat segera mendapatkan pengobatan dan mencegah kecacatan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Puskesmas dengan penemuan kasus kusta baru terbanyak. Untuk wilayah Kabupaten Brebes, penghargaan diberikan kepada:

  • Puskesmas Jagalempeni – peringkat pertama dengan 29 kasus
  • Puskesmas Banjarharjo – peringkat kedua dengan 25 kasus
  • Puskesmas Cikeusal Kidul – peringkat ketiga dengan 24 kasus

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras tenaga kesehatan di lapangan dalam melakukan penemuan kasus secara aktif dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

Kusta sendiri merupakan penyakit menular kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain berdampak pada kesehatan fisik, kusta juga sering menimbulkan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta, yang dapat menghambat upaya deteksi dini dan pengobatan.

Tema global World Leprosy Day 2026 adalah “Leprosy is curable, the real challenge is stigma”, sedangkan tema nasional yang diusung adalah “Kusta: Temukan Dini, Obati Tuntas, Akhiri Stigma.”

Melalui momentum ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi kusta, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penderita maupun penyintas kusta.

Jumat, 06 Maret 2026

Seluruh Pegawai Dinkesda Brebes Laksanakan Gerakan Jateng ASRI

 


BREBES — Seluruh karyawan di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan Gerakan Jateng ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan sehat.

Kegiatan perdana Gerakan Brebes Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) ini dilaksanakan di lingkungan kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes. Kehadiran pimpinan secara langsung dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pegawai berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan kantor. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembersihan serta penataan taman dan halaman kantor, pembersihan saluran air, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembersihan dan penataan ruang kerja masing-masing.


Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, rapi, dan indah.

Menurut dr. Heru, lingkungan kerja yang tertata dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Gerakan ini menjadi langkah sederhana namun penting untuk membangun budaya kerja yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih dan rapi, tentu akan menciptakan suasana kerja yang nyaman sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” ujarnya.


Melalui Gerakan Jateng ASRI ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan tidak hanya dilakukan pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi budaya kerja yang terus dijaga oleh seluruh pegawai di lingkungan Dinkesda Brebes.

Kepala Dinkesda Brebes Tinjau Pelayanan Puskesmas Jatirokeh Sebelum Tarawih Keliling

 


BREBES — Sebelum melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling di Pondok Pesantren, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyempatkan diri meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirokeh pada sore hari.

Kunjungan tersebut dilakukan sebelum agenda Tarawih Keliling di Pondok Pesantren Al Falah Salafiyah Jatirokeh sebagai bagian dari komitmen memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, khususnya di bulan suci Ramadan.

Dalam peninjauannya, dr. Heru melihat secara langsung sejumlah fasilitas pelayanan, mulai dari ruang rawat inap hingga layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang menjadi salah satu layanan penting dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Tidak hanya meninjau fasilitas, dr. Heru juga menyempatkan diri berdialog secara hangat dengan keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan. Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan berbagai masukan serta memastikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan berjalan dengan baik, ramah, dan penuh empati.


Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang tindakan medis, tetapi juga tentang sikap kepedulian dan kehadiran tenaga kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik. Komitmen kami sederhana, menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,” ujar dr. Heru.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Bagi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, kesehatan bukan sekadar layanan administratif, tetapi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan masyarakat Kabupaten Brebes.

Rabu, 04 Maret 2026

Semangat Berbagi Dinkesda Brebes Terus Mengalir di Minggu Kedua Ramadan

Brebes – Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadan, semangat berbagi keluarga besar Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes masih terus mengalir dan semakin terasa hangat di tengah masyarakat.

Untuk ketiga kalinya selama Ramadan tahun ini, jajaran Dinkesda Brebes kembali hadir menyapa warga melalui kegiatan berbagi menu berbuka puasa. Jika sebelumnya membagikan takjil manis, kali ini yang dibagikan adalah ketupat sayur hangat sebagai hidangan berbuka. Sederhana, namun sarat makna kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang melintas di sekitar kantor Dinkesda Brebes. Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi penyemangat tersendiri bagi para pegawai yang terlibat langsung dalam proses pembagian.


Perwakilan Dinkesda Brebes, Krismanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Berbagi bukan soal seberapa banyak yang diberikan, melainkan seberapa tulus kita peduli. Semoga setiap suapan ketupat sayur yang dibagikan membawa keberkahan, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan senyum untuk kita semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Dinkesda Brebes berharap dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat hubungan antara institusi dan masyarakat, khususnya di bulan penuh rahmat dan ampunan ini.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat empati dan kepedulian sosial. Semangat inilah yang terus dijaga dan dihidupkan oleh keluarga besar Dinkesda Brebes dalam setiap langkah pengabdian.



Jumat, 27 Februari 2026

Kadinkesda Brebes Dampingi Bupati Brebes Buka Bersama Korban Tanah Bergerak, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

 


BREBES — Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes mendampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dalam kegiatan buka bersama dengan para korban bencana tanah bergerak di wilayah Kecamatan Sirampog. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Shintya Sandra Kusuma, Anggota DPRD Brebes Fraksi PKB Hj. Titin Lutfiatin, M.Pd., serta Kepala Puskesmas Sirampog dr. Ida R bersama tim kesehatan yang ikut memberikan pendampingan langsung kepada warga terdampak.

Sebelum menuju posko pengungsian, Kadinkesda Brebes terlebih dahulu meninjau pelayanan kesehatan serta kondisi gedung Puskesmas Sirampog guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah situasi bencana. Peninjauan ini sekaligus menjadi langkah antisipasi agar fasilitas kesehatan tetap siap melayani masyarakat, baik pengungsi maupun warga sekitar.


Dalam suasana penuh kebersamaan, kegiatan buka bersama tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan berbuka puasa, tetapi juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama tim Puskesmas Sirampog turut memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengungsi, meliputi pengecekan kondisi umum, layanan pengobatan, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian.

dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyampaikan bahwa dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan menjadi hal penting untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis masyarakat tetap terjaga.
“Di saat seperti ini, yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kepedulian, perhatian, dan kehadiran pemerintah untuk memberikan rasa aman serta dukungan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui berbagai upaya, baik penanganan darurat, pemulihan, maupun dukungan sosial.

Kebersamaan dalam kegiatan buka bersama ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi para korban bencana tanah bergerak, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan berjalan bersama masyarakat dalam kondisi apa pun. Pemerintah Kabupaten Brebes bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Selasa, 24 Februari 2026

Dinkesda Brebes Berbagi Takjil, Wujud Kepedulian dan Semangat Kebersamaan di Bulan Ramadan

 


Brebes — Dalam rangka menebar kebaikan dan mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar kegiatan berbagi takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kantor Dinkesda Brebes, hari ini.

Kegiatan sosial ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Puluhan paket takjil dibagikan secara langsung oleh jajaran pegawai Dinkesda sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur di bulan penuh berkah.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, turut hadir dan terlibat langsung dalam pembagian takjil kepada masyarakat. Kehadiran beliau menambah semangat kebersamaan sekaligus menunjukkan komitmen Dinkesda dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial.


Dalam kesempatan tersebut, dr. Heru Padmonobo menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini bukan hanya sekadar berbagi makanan untuk berbuka, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

“Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara Dinas Kesehatan dan warga. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan menumbuhkan empati,” ujarnya.

Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi sarana menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa, termasuk memperhatikan asupan gizi seimbang dan menjaga hidrasi saat sahur dan berbuka.

Diharapkan, kegiatan berbagi takjil ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Brebes.


Rabu, 18 Februari 2026

Hadir di Tengah Pengungsi Sridadi, Dinkes Prov Jateng dan Dinkesda Brebes Pastikan Layanan Kesehatan dan Speling Berjalan Optimal

 




Brebes – Di tengah duka akibat bencana tanah bergerak yang melanda Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, kehadiran pemerintah menjadi penguat bagi masyarakat. Ahmad Luthfi bersama Paramitha Widya Kusuma meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus memastikan percepatan penanganan bagi warga yang harus mengungsi.

Sebanyak 175 keluarga atau 532 jiwa saat ini masih berada di pengungsian yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir. Pergerakan tanah yang masih aktif membuat warga diminta untuk tetap berada di lokasi aman hingga situasi benar-benar kondusif.

Di balik upaya penanganan infrastruktur dan relokasi, perhatian besar juga diberikan pada kondisi kesehatan para pengungsi. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hadir secara langsung dengan membuka pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu hamil, balita, lansia, serta pemantauan penyakit menular yang berisiko muncul dalam situasi darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.


“Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Tidak hanya pemeriksaan umum, tetapi juga layanan khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Kami hadir untuk memastikan mereka tetap sehat dan terlayani,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan layanan, Dinkes Prov jateng dengan Program dari Gubernur dilaksanakan pula kegiatan Speling (Spesialis Keliling) yang melibatkan tenaga medis spesialis dari RSUD dr. Moewardi bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Sirampog. Melalui layanan ini, pengungsi dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan spesialistik tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

Selain pemeriksaan, Dinkesda Brebes juga memastikan ketersediaan obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan kesehatan bayi seperti popok, sabun, dan perlengkapan kebersihan. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) turut diberikan guna mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh unsur Forkopimda menjadi wujud nyata gotong royong dalam menghadapi bencana ini. Harapannya, percepatan pembangunan hunian sementara dan relokasi ke tempat yang lebih aman dapat segera terwujud, sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan sehat.

Jumat, 13 Februari 2026

Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Meningitis Calon Jamaah Haji Kabupaten Brebes Digelar di Islamic Center

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksinasi meningitis bagi calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Brebes. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 9 Februari 2026 hingga Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Islamic Center Brebes.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, turun langsung melakukan peninjauan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala maupun kekurangan. Peninjauan tersebut juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesiapan kesehatan para calon tamu Allah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Dalam keterangannya, Neny Diana, SKM menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 1.400 calon jamaah haji yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan haji. Pemeriksaan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan kondisi fisik jamaah dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat istithaah kesehatan.


“Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama lima hari. Dari total calon jamaah haji yang hadir, yang berhak mendapatkan vaksinasi adalah calon jamaah haji reguler tetap,” jelasnya.

Selain vaksinasi meningitis yang menjadi persyaratan wajib bagi jamaah haji sesuai ketentuan internasional, para calon jamaah juga mendapatkan vaksinasi polio dan vaksinasi Covid-19 yang bersifat wajib. Sementara itu, vaksinasi influenza turut diberikan khususnya bagi jamaah lanjut usia (lansia) guna meningkatkan perlindungan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh calon jamaah haji dapat berangkat dalam kondisi sehat, prima, dan siap menjalankan rangkaian ibadah haji dengan khusyuk dan aman.

Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Kamis, 12 Februari 2026

Dinkesda Brebes Gelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Kesehatan

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakor-Eval) Program Kesehatan yang berlangsung di Aula Dinkesda Brebes. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Dinkesda, para Kepala Bidang, seluruh Kepala Subbagian, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes, serta perwakilan UPT KP2K dan Labkesda. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program kesehatan yang telah berjalan.

Dalam arahannya, dr. Heru Padmonobo menegaskan pentingnya koordinasi dan konsolidasi lintas lini sebagai kunci keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes. Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan kerja sama yang solid, responsif, dan berbasis data.

“Rapat koordinasi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk melihat apa yang sudah baik, apa yang perlu diperbaiki, serta merumuskan langkah strategis ke depan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Melalui forum ini, masing-masing bidang dan unit pelayanan memaparkan capaian program, kendala di lapangan, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Evaluasi difokuskan pada peningkatan mutu layanan di Puskesmas, penguatan program promotif dan preventif, serta optimalisasi fungsi UPT KP2K dan Laboratorium Kesehatan Daerah dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, Rakor juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program prioritas daerah serta kebijakan nasional di bidang kesehatan. Dengan adanya koordinasi yang terarah dan evaluasi berkelanjutan, diharapkan seluruh jajaran Dinkesda Brebes dapat bekerja lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dinkesda Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola program kesehatan, memperkuat kolaborasi antarunit, serta memastikan setiap layanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Brebes menuju Brebes yang lebih sehat dan sejahtera.

Tim Kemenkes RI dan Dinkesda Brebes Laksanakan Active Case Finding (ACF) Kusta di Cikeusal Kidul dan Kersana

 


Brebes – Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan On The Job Training (OJT) Kusta bagi tenaga kesehatan (nakes) dan kader kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melanjutkan langkah konkret dengan melaksanakan Active Case Finding (ACF) kusta di wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana, hari ini.

Kegiatan ini merupakan upaya proaktif petugas kesehatan dan kader dalam menemukan kasus kusta baru secara langsung di tengah masyarakat, tanpa menunggu pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. ACF menjadi strategi penting dalam percepatan deteksi dini, terutama di wilayah dengan riwayat kasus dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Tim dari Kementerian Kesehatan RI yang hadir dalam kegiatan ini yaitu dr. Indro Murwoko dan dr. Dauries Ariyanti M, M.Epid, didampingi Programer Kusta Dinkesda Brebes, Agus Riyanto, SKM, bersama jajaran petugas Puskesmas dan kader kesehatan setempat.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi rumah-rumah warga dengan pendekatan keluarga, khususnya menyasar kontak erat atau anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita kusta. Pemeriksaan dilakukan secara langsung melalui pengecekan kondisi kulit dan saraf guna mendeteksi tanda-tanda awal kusta. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi terkait gejala, cara penularan, serta pentingnya pengobatan dini.


Tujuan utama kegiatan ini adalah menemukan penderita kusta sedini mungkin, memutus rantai penularan, serta mencegah terjadinya kecacatan fisik permanen akibat keterlambatan penanganan. Deteksi dini sangat penting karena kusta dapat disembuhkan secara tuntas apabila diobati sejak awal.

Dalam beberapa kasus, kegiatan ACF juga disertai dengan pemberian kemoprofilaksis atau pengobatan pencegahan kepada kontak erat penderita, sebagai langkah untuk menurunkan risiko penularan di lingkungan keluarga dan sekitar.

Selain aspek medis, pendekatan langsung ke masyarakat melalui ACF dinilai efektif dalam mengurangi stigma terhadap penderita kusta. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kusta bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan, sehingga penderita tidak lagi dikucilkan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendukung target eliminasi kusta di Indonesia. Melalui sinergi lintas sektor dan peran aktif kader kesehatan, diharapkan upaya pengendalian kusta di Kabupaten Brebes semakin optimal dan berkelanjutan.

Rabu, 11 Februari 2026

Kepala Dinkesda Brebes Hadiri Visitasi Perpanjangan Izin Operasional RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu

 


Brebes – Setelah mengunjungi Posko Bencana di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes melanjutkan agenda dengan menghadiri Visitasi Perpanjangan Izin Operasional RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan dalam visitasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap memenuhi standar, aman, serta terus meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Heru menyampaikan bahwa di tengah situasi apa pun, termasuk kondisi kebencanaan, pelayanan kesehatan harus tetap hadir tanpa mengurangi kualitas dan keselamatan layanan.



“Komitmen kita sederhana: di tengah situasi apa pun, pelayanan kesehatan harus tetap hadir, tetap aman, dan terus meningkat kualitasnya,” ujarnya.

Visitasi ini merupakan tahapan penting dalam proses perpanjangan izin operasional rumah sakit, sebagai bentuk evaluasi terhadap kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta sistem pelayanan yang diterapkan.

Diharapkan, proses visitasi dapat berjalan lancar dan RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bumiayu dan sekitarnya.

Kepala Dinkes Brebes Lakukan Sidak Puskesmas di Wilayah Brebes Selatan

 


Brebes – Pada kesempatan hari ini, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Puskesmas di wilayah Brebes Selatan, yakni Puskesmas Kutamendala, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan, dan Winduaji.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan, kedisiplinan tenaga kesehatan, serta mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.

Dalam kunjungannya, dr. Heru meninjau kondisi sarana prasarana, kehadiran tenaga kesehatan, alur pelayanan pasien, serta kesiapan unit layanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap, seluruh Puskesmas di wilayah Brebes dapat terus menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan berkualitas bagi warga.



“Kesehatan masyarakat adalah prioritas, dan pelayanan terbaik adalah komitmen bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan mutu layanan kesehatan di Puskesmas semakin meningkat dan masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pelayanan kesehatan yang prima dari Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan.

Dinkes Brebes Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Siaga di Posko Bencana Desa Adisana, Bumiayu

 


Brebes – Pagi ini, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes mengunjungi Posko Bencana di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, dr. Heru menegaskan pentingnya keberlangsungan pelayanan kesehatan di tengah situasi bencana. Ia meminta agar seluruh tenaga kesehatan, khususnya Bidan Desa, tetap siaga dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

“Kondisi bencana tidak boleh menghambat pelayanan kesehatan. Justru di saat seperti ini, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pemantauan layanan kesehatan di posko, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan di lokasi bencana menjadi wujud nyata komitmen Dinkes Brebes untuk selalu hadir, sigap, dan peduli terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan relawan, diharapkan kebutuhan layanan kesehatan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

Dinkes Brebes hadir dan sigap untuk masyarakat.

Senin, 09 Februari 2026

Usai Sertijab, Kadinkesda Brebes Dampingi Bupati dalam Kegiatan WARDOYO dan Nakes Door To Door di Jatibarang dan Songgom

 


Brebes — Usai pelaksanaan Serah Terima Jabatan, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes langsung menjalankan tugas perdananya dengan mendampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma dalam kegiatan WARDOYO (Wareg Sedoyo) yang dilaksanakan di wilayah Jatibarang dan Songgom.

Kegiatan WARDOYO yang bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah ini dirangkaikan dengan aksi nyata pelayanan kesehatan melalui program Nakes Door To Door, di mana tenaga kesehatan dari Puskesmas Jatibarang dan Puskesmas Jatirokeh turun langsung mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kehadiran tenaga kesehatan dari rumah ke rumah menjadi wujud nyata pelayanan yang mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara langsung di kediaman warga, mulai dari pengecekan kondisi umum hingga edukasi kesehatan.


Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, turut menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan tersebut, bahkan ikut berinteraksi dengan warga yang mendapatkan layanan. Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan dan kesejahteraan warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi II, Shintya Sandra Kusuma, yang memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga.


“Pelayanan kesehatan tidak boleh menunggu masyarakat datang. Justru kita yang harus hadir mendekat, memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau,” ungkapnya.

Melalui kegiatan WARDOYO yang dipadukan dengan program Nakes Door To Door, Pemerintah Kabupaten Brebes menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Semangat kolaborasi dan kepedulian ini diharapkan terus terjaga, sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes semakin merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Serah Terima Jabatan Kadinkesda Brebes, Pesan Kebersamaan dan Kekompakan Menguat

 


Brebes — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes yang dilaksanakan pada pagi hari ini. Jabatan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes yang selama ini diemban oleh dr. Tambah Raharjo secara resmi diserahterimakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah terpilih, dr. Heru Padmonobo, M.Kes.

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran struktural, kepala puskesmas, serta perwakilan tenaga kesehatan ini berlangsung dengan penuh rasa hormat, haru, dan semangat kebersamaan. Momen ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, dr. Tambah Raharjo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh jajaran selama dirinya mengemban amanah sebagai Plt. Kadinkesda. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kekompakan dan kerja sama seluruh tim.

“Tetap jaga kekompakan, jaga semangat kebersamaan. Karena Dinas Kesehatan ini kuat bukan karena satu orang, tetapi karena kita semua saling mendukung dan bekerja bersama,” pesan dr. Tambah Raharjo.


Sementara itu, dr. Heru Padmonobo, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas fondasi kerja yang telah dibangun sebelumnya. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melanjutkan semangat kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik.

“Mari kita teruskan apa yang sudah berjalan baik. Kita perkuat koordinasi, komunikasi, dan solidaritas agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar dr. Heru.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan Sertijab ini ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah, yang semakin mempererat silaturahmi di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Dengan semangat kepemimpinan yang baru dan fondasi kebersamaan yang telah terbangun, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes optimis dapat terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh masyarakat.

Jumat, 06 Februari 2026

OJT Kusta Digelar di Brebes, Perkuat Kapasitas Nakes dan Kader untuk Percepatan Eliminasi

 


Brebes — Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan On The Job Training (OJT) Kusta bagi tenaga kesehatan (nakes) dan kader kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 5 dan 6 Gedung KPT Brebes dan diikuti peserta dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan serta perwakilan kader di wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan OJT ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lini terdepan pelayanan kesehatan dalam mendeteksi, menangani, serta melakukan pelacakan kasus kusta secara aktif di masyarakat.

“OJT ini menjadi langkah strategis untuk memastikan nakes dan kader memiliki keterampilan teknis yang lebih tajam dalam menemukan kasus secara dini, melakukan edukasi yang tepat kepada masyarakat, serta mencegah terjadinya kecacatan akibat keterlambatan penanganan,” ungkapnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung percepatan eliminasi kusta di lima kabupaten/kota prioritas di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Brebes. Melalui pendekatan praktik langsung di lapangan (on the job), peserta dibekali pemahaman mendalam terkait deteksi dini gejala kusta, tata laksana kasus, penelusuran kontak serumah, hingga strategi komunikasi untuk menghilangkan stigma di masyarakat.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyambut baik pelaksanaan OJT ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara provinsi dan kabupaten dalam penanggulangan penyakit menular, khususnya kusta yang masih menjadi perhatian program pengendalian penyakit.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nakes dan kader mampu menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus lebih awal, memastikan pengobatan tuntas, serta memberikan pendampingan kepada pasien dan keluarga sehingga target eliminasi kusta dapat segera tercapai.

Senin, 02 Februari 2026

Apel Pagi dan Pelepasan Purna Tugas, Momen Haru di Lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes

 


Brebes — Suasana apel pagi di halaman Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, pagi ini, terasa berbeda dari biasanya. Apel yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, tidak hanya menjadi rutinitas awal pekan, tetapi juga menjadi momen penuh haru dalam rangka pelepasan purna tugas salah satu pegawai senior, Bapak Suhiarto.

Dalam amanatnya, dr. Tambah Raharjo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Bapak Suhiarto selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan Dinas Kesehatan. Menurutnya, purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan yang tetap dapat diisi dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga apa yang telah dicurahkan selama ini menjadi amal kebaikan dan inspirasi bagi seluruh pegawai,” ungkap dr. Tambah Raharjo di hadapan seluruh peserta apel.

Pelepasan purna tugas ini menjadi simbol penghormatan dan penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur yang telah menjadi bagian dari perjalanan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Suasana haru semakin terasa saat rekan-rekan kerja memberikan ucapan selamat serta doa terbaik untuk masa purna tugas Bapak Suhiarto.


Momen tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai akan pentingnya menjaga semangat pengabdian, integritas, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Brebes.

Apel pagi ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan, sekaligus penegasan bahwa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kerja merupakan nilai yang terus dijaga dan dirawat.

Dengan penuh rasa hormat dan bangga, keluarga besar Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes mengucapkan selamat memasuki masa purna tugas kepada Bapak Suhiarto. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan di setiap langkah ke depan.