Hadir di Tengah Pengungsi Sridadi, Dinkes Prov Jateng dan Dinkesda Brebes Pastikan Layanan Kesehatan dan Speling Berjalan Optimal
Brebes –
Di tengah duka akibat bencana tanah bergerak yang melanda Desa Sridadi,
Kecamatan Sirampog, kehadiran pemerintah menjadi penguat bagi masyarakat. Ahmad
Luthfi bersama Paramitha Widya Kusuma meninjau langsung lokasi terdampak
sekaligus memastikan percepatan penanganan bagi warga yang harus mengungsi.
Sebanyak 175
keluarga atau 532 jiwa saat ini masih berada di pengungsian yang dipusatkan di Pondok
Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir. Pergerakan tanah yang masih aktif membuat
warga diminta untuk tetap berada di lokasi aman hingga situasi benar-benar
kondusif.
Di balik upaya
penanganan infrastruktur dan relokasi, perhatian besar juga diberikan pada
kondisi kesehatan para pengungsi. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes
hadir secara langsung dengan membuka pos pelayanan kesehatan di lokasi
pengungsian. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu
hamil, balita, lansia, serta pemantauan penyakit menular yang berisiko muncul
dalam situasi darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.
“Kami ingin
memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang
optimal. Tidak hanya pemeriksaan umum, tetapi juga layanan khusus bagi kelompok
rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Kami hadir untuk memastikan mereka
tetap sehat dan terlayani,” ungkapnya.
Sebagai bentuk
penguatan layanan, Dinkes Prov jateng dengan Program dari Gubernur dilaksanakan
pula kegiatan Speling (Spesialis Keliling) yang melibatkan tenaga medis
spesialis dari RSUD dr. Moewardi bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas
Sirampog. Melalui layanan ini, pengungsi dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan
spesialistik tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.
Selain
pemeriksaan, Dinkesda Brebes juga memastikan ketersediaan obat-obatan, vitamin,
serta kebutuhan kesehatan bayi seperti popok, sabun, dan perlengkapan
kebersihan. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) turut diberikan guna
mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian.
Sinergi antara
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh
unsur Forkopimda menjadi wujud nyata gotong royong dalam menghadapi bencana
ini. Harapannya, percepatan pembangunan hunian sementara dan relokasi ke tempat
yang lebih aman dapat segera terwujud, sehingga warga dapat kembali menjalani
kehidupan dengan rasa aman dan sehat.

