Jumat, 10 April 2026

Kadinkesda Brebes Tinjau Layanan Rawat Inap ODGJ di Puskesmas Kecipir

 


Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan jiwa, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes melanjutkan agenda kerjanya dengan mengunjungi Puskesmas Kecipir pada Jumat.

Kunjungan ini dilakukan usai peninjauan pelayanan di Puskesmas Bulakamba. Di Puskesmas Kecipir, dr. Heru Padmonobo secara langsung meninjau layanan rawat inap bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kesehatan jiwa dapat diakses dengan baik, aman, dan manusiawi oleh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kadinkesda meninjau fasilitas ruang perawatan, sarana penunjang, serta berdialog dengan tenaga kesehatan yang bertugas. Ia juga memastikan bahwa penanganan pasien ODGJ dilakukan sesuai standar pelayanan, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan rehabilitasi sosial pasien.


“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pelayanan terhadap pasien ODGJ harus dilakukan secara optimal, dengan pendekatan yang penuh empati dan tanpa stigma,” ujar dr. Heru Padmonobo di sela-sela kunjungan.

Selain itu, beliau juga memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat koordinasi dengan lintas sektor dalam mendukung proses pemulihan pasien.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata perhatian Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes terhadap pelayanan kesehatan jiwa, sekaligus memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk pasien ODGJ, mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Brebes semakin optimal dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kadinkesda Brebes Sidak Pelayanan Puskesmas, Pastikan Mutu Layanan Prima bagi Masyarakat

 


Usai melaksanakan kegiatan Aksi Jumat Bersih, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Bulakamba pada Jumat pagi.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan bahwa pelayanan kesehatan di fasilitas tingkat pertama berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Setibanya di lokasi, Kadinkesda langsung meninjau alur pelayanan, mulai dari proses pendaftaran hingga pelayanan kepada pasien, termasuk fasilitas rawat inap.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut sempat terjadi momen hangat ketika dr. Heru Padmonobo dikira sebagai pasien yang hendak berobat oleh petugas kesehatan setempat. Suasana pun mencair dengan canda tawa, mencerminkan kedekatan dan suasana pelayanan yang humanis di lingkungan Puskesmas.

Selain melakukan pemantauan, Kadinkesda juga berdialog langsung dengan pasien untuk mendengarkan pengalaman mereka selama mendapatkan layanan kesehatan. Dari hasil dialog tersebut, secara umum pasien menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan sudah berjalan dengan baik dan memuaskan.


Kepala Puskesmas Bulakamba, Abdul Wahid, S.Kep., Ns., turut menyambut langsung kunjungan tersebut dan mendampingi selama proses peninjauan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan sidak ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dalam menjaga mutu layanan kesehatan, sekaligus memastikan setiap fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah kepada masyarakat.

Usai dari Puskesmas Bulakamba, dr. Heru Padmonobo dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Kecipir untuk meninjau pelayanan rawat inap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Brebes.

Dinkesda Brebes Ikuti Aksi Jumat Bersih di Kali Pucang, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Asri

 


Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes bersama jajaran turut ambil bagian dalam kegiatan Aksi Jumat Bersih melalui Gerakan Brebes Asri yang dilaksanakan di kawasan Kali Pucang.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan melibatkan berbagai unsur, aksi bersih ini difokuskan pada pembersihan area sungai dari sampah dan material yang berpotensi mencemari lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam mencegah munculnya berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, demam berdarah, dan infeksi lainnya. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi budaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui Gerakan Brebes Asri, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sungai yang bersih tidak hanya mendukung keindahan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.


Dengan semangat gotong royong, seluruh peserta tampak antusias membersihkan kawasan Kali Pucang. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, Pemerintah Kabupaten Brebes terus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari pencemaran demi mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat dan sejahtera.

Kamis, 09 April 2026

Dinkesda Brebes Gelar Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Program Imunisasi

 


Dalam upaya meningkatkan capaian dan cakupan imunisasi di wilayah Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Program Imunisasi pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinkesda Brebes dan diikuti oleh para programmer imunisasi dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program imunisasi yang telah berjalan, sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk merumuskan solusi guna meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan imunisasi bagi masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Brebes, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan program imunisasi sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit menular.


“Imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang sangat penting untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat serta inovasi dalam menghadapi tantangan di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Neni Diana yang menyampaikan materi terkait strategi peningkatan cakupan imunisasi, penguatan pencatatan dan pelaporan, serta pendekatan efektif dalam menjangkau sasaran imunisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, target imunisasi di Kabupaten Brebes dapat tercapai secara optimal, sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.


Rabu, 08 April 2026

Puskesmas Bentar Intensifkan Monitoring Pasien Campak dan Vaksinasi untuk Cegah Penularan

 


Brebes – Dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, Puskesmas Bentar terus menunjukkan komitmennya melalui kegiatan monitoring pasien campak yang masih berada dalam masa inkubasi. Kegiatan ini dilakukan secara aktif dengan kunjungan langsung ke pasien, yang hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali.

Monitoring ini bertujuan untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik, sekaligus meminimalisir risiko penularan di lingkungan sekitar. Petugas kesehatan melakukan pemantauan gejala, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan pasien menjalani isolasi mandiri sesuai anjuran.

Selain monitoring, Puskesmas Bentar juga melaksanakan pemberian vaksinasi campak sebagai langkah preventif bagi masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) serta melindungi masyarakat dari risiko penularan yang lebih luas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Bentar, dr. Riana Harsana, bersama jajaran tenaga kesehatan yang turun langsung ke lapangan. Kehadiran pimpinan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menjelaskan bahwa dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Dinkesda Brebes telah melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up) bagi masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.


Selain itu, penanganan kasus dilakukan dengan penerapan isolasi mandiri selama empat hari sebelum hingga empat hari setelah munculnya ruam, guna mencegah penularan. Pemberian Vitamin A dosis tinggi juga dilakukan sesuai anjuran tenaga medis untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Dari sisi surveilans, Dinkesda Brebes bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam setelah adanya laporan suspek, termasuk pengambilan dan pemeriksaan spesimen. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, juga diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan skrining, triase, serta ketersediaan alat pelindung diri (APD).

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dan pencegahan penularan campak. Edukasi juga dilakukan melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial Dinkesda Brebes dan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melengkapi imunisasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular.

“Mari bersama kita tingkatkan kewaspadaan, lengkapi imunisasi, dan jaga kesehatan demi lingkungan yang lebih sehat dan bebas campak,” pungkasnya.

Penguatan Surveilans AFP, PD3I, dan SKDR, Dinkes Brebes Libatkan Rumah Sakit Se-Kabupaten

 


Brebes – Dalam upaya meningkatkan kualitas pemantauan penyakit dan kesiapsiagaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Surveilans AFP dan PD3I serta SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dengan melibatkan peserta dari seluruh rumah sakit se-Kabupaten Brebes.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsi surveilans.

“Sebagai petugas surveilans, kita harus mampu berpikir lebih luas, bukan hanya sebagai klinisi atau dokter yang fokus pada pengobatan individu. Cara berpikir kita adalah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap sebanyak mungkin orang yang dicurigai memiliki gejala penyakit, dengan harapan hasilnya negatif semua. Kalaupun ada yang positif, diharapkan jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP), Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta optimalisasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Ketiga komponen ini merupakan bagian penting dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman penyakit menular di masyarakat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Ida Royani, SKM, yang memberikan materi terkait teknis pelaksanaan surveilans, pelaporan, serta strategi peningkatan kualitas data dan respons terhadap temuan kasus di lapangan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, dapat berperan aktif dalam sistem surveilans terpadu. Hal ini penting guna memastikan setiap potensi kejadian penyakit dapat terdeteksi secara cepat, dilaporkan secara akurat, dan ditindaklanjuti secara tepat.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes terus berkomitmen untuk memperkuat sistem kesehatan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan sistem surveilans yang responsif dan terintegrasi, demi melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular.

Selasa, 31 Maret 2026

RAT Koperasi Syariah Bina Husada Brebes 2025 Berlangsung Meriah, Perkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan Anggota

 


Brebes – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Syariah Bina Husada Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2025 sukses diselenggarakan hari ini di Islamic Center Brebes. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan anggota Koperasi Syariah (Kopsyah) Bina Husada sebagai bagian dari agenda rutin tahunan dalam mengevaluasi kinerja serta merumuskan rencana ke depan.

Acara secara resmi dibuka oleh Drs. Khaerul Abidin, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota melalui prinsip kebersamaan dan transparansi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh dr. Heru Padmonobo yang mengapresiasi kinerja Kopsyah Bina Husada dalam mendukung kesejahteraan pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan. Ia berharap koperasi terus berkembang, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.

Sambutan juga disampaikan oleh Ineke Tri Sulistyowaty selaku Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes. Ia mendorong agar koperasi semakin profesional dalam pengelolaan serta mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan.


RAT tahun ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain agenda utama berupa laporan pertanggungjawaban pengurus dan pembahasan program kerja, acara juga dimeriahkan dengan pembagian puluhan doorprize bagi para peserta. Hadiah yang disediakan pun beragam, mulai dari dua unit sepeda listrik sebagai hadiah utama, hingga lemari es, televisi, mesin cuci, dan sepeda.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi dan pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan semangat kebersamaan antar anggota Kopsyah Bina Husada.

Dengan terselenggaranya RAT ini, diharapkan Koperasi Syariah Bina Husada Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dapat terus tumbuh menjadi lembaga yang sehat, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya.


Sabtu, 28 Maret 2026

Nakes Door to Door, Kadinkes Brebes Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Banjir

 


Brebes – Upaya memastikan kesehatan masyarakat terdampak banjir terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Siang tadi, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes turun langsung bersama tim tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara door to door di wilayah terdampak.

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ketanggungan dan Puskesmas Cikeusal Kidul, yang menyasar warga di Kecamatan Ketanggungan dan Desa Buara. Pemeriksaan dilakukan dari rumah ke rumah guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau pasca banjir, sekaligus memberikan pelayanan medis secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.


Dalam kegiatan tersebut, tim tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan umum, edukasi kesehatan, serta penanganan awal bagi warga yang mengalami keluhan penyakit akibat dampak banjir, seperti gangguan kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga kelelahan.

Usai kegiatan pelayanan kesehatan, Kadinkes Brebes juga menyerahkan bantuan sembako di Dapur Umum Ketanggungan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan logistik warga terdampak.

Tidak hanya itu, dr. Heru Padmonobo turut mendampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dalam meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir, salah satunya akses jembatan yang terputus di Desa Buara. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan lanjutan dapat segera dilakukan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat, guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.


Jumat, 27 Maret 2026

Kepedulian Hadir di Tengah Pengungsi Tanah Bergerak di Sirampog


Sore itu, kepedulian hadir langsung di tengah saudara-saudara kita yang tengah menghadapi musibah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen bersama istri mengunjungi lokasi pengungsian korban tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian dan dukungan moril bagi para warga yang saat ini harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Brebes Wurja, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di tengah berbagai keterbatasan akses dan mobilitas di lokasi bencana, rombongan memilih untuk mendatangi langsung para pengungsi. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak tidak perlu bersusah payah berpindah tempat untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan.

“Kita memang harus datang langsung ke tempat-tempat kebencanaan dan pengungsian,” ungkap Taj Yasin. Pesan tersebut menegaskan bahwa dalam situasi darurat, pemerintah harus hadir lebih dekat dengan masyarakat.


Selain memberikan dukungan kepada para pengungsi, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan berbagai layanan dasar tetap berjalan, terutama pelayanan kesehatan bagi warga yang berada di pengungsian.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia dan berjalan optimal bagi para pengungsi, meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan.

Di tengah situasi yang tidak mudah ini, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan bagi semua pihak. Harapannya, saudara-saudara kita yang terdampak dapat diberikan kekuatan, ketabahan, serta segera pulih dari kondisi ini.

Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat akan terus hadir dan berupaya memberikan dukungan terbaik bagi warga yang terdampak bencana. 

Kamis, 26 Maret 2026

Wabup dan Sekda Brebes Tinjau Lokasi Banjir di Ketanggungan dan Cikeusal Kidul, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

 


Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Pada hari ini, Wakil Bupati Brebes, Wurja, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Ketanggungan dan Desa Cikeusal Kidul.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, bersama perwakilan dari Dinas Sosial, PMI Brebes, Puskesmas Ketanggungan, Puskesmas Cikeusal Kidul, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, SE, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. “Kami ingin memastikan warga mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, baik logistik maupun layanan kesehatan. Penanganan ini menjadi prioritas kami,” ujarnya di sela-sela kunjungan.


Selain menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji bagi warga terdampak, tim kesehatan dari Puskesmas Ketanggungan dan Puskesmas Cikeusal Kidul juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Layanan ini diberikan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak banjir. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk tenaga kesehatan dan relawan, agar penanganan berjalan optimal dan masyarakat segera pulih,” jelasnya.

Kehadiran berbagai instansi, termasuk PMI dan dinas terkait, diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Brebes juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Dengan langkah cepat dan sinergi antarinstansi, diharapkan kondisi di wilayah terdampak segera membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Rabu, 25 Maret 2026

Pelayanan Kesehatan Tetap Prioritas, Kepala Dinkes Brebes Tinjau Langsung Pos Kesehatan


 

Komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal terus ditunjukkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Tidak hanya berfokus pada fasilitas, pelayanan kesehatan juga diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat, di mana pun mereka berada.

Hal tersebut terlihat dari langkah Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes., yang turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah pos pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal, responsif, dan siap memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Beberapa lokasi yang menjadi titik monitoring antara lain Pos Kesehatan BrexIt, kawasan wisata Pasir Gibug, hingga Pos Kesehatan Salem. Ketiga titik tersebut merupakan area strategis dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama pada masa libur dan kunjungan wisata.

Dalam kunjungannya, Kepala Dinas meninjau langsung kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Ia juga berdialog dengan petugas di lapangan untuk memastikan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan tugas.

“Pelayanan kesehatan harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama di titik-titik keramaian dan lokasi wisata. Kita harus memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi dari sisi kesehatan,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari penanganan kasus darurat hingga pelayanan kesehatan dasar. Respons cepat dan ketepatan tindakan menjadi hal yang sangat krusial dalam situasi di lapangan.

“Kesiapan petugas adalah kunci. Tidak hanya fasilitas yang harus memadai, tetapi juga kemampuan dan kecepatan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ini yang harus terus kita jaga dan tingkatkan,” tambahnya.

Selain itu, monitoring ini juga menjadi bentuk evaluasi langsung terhadap kualitas pelayanan yang telah berjalan. Dengan turun ke lapangan, pimpinan dapat melihat secara nyata kondisi dan kebutuhan di setiap titik pelayanan, sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan apabila diperlukan.

Kehadiran langsung pimpinan di lapangan juga menjadi motivasi tersendiri bagi para petugas kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya perhatian dan dukungan penuh dari pimpinan terhadap kinerja tim di lapangan.

Melalui kegiatan monitoring ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal keberadaan fasilitas, tetapi juga tentang kepedulian, kehadiran, dan komitmen untuk selalu siap melayani masyarakat kapan pun dan di mana pun.

Dengan semangat tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes semakin sigap, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Semangat Baru dan Penguatan Komitmen Warnai Hari Pertama Kerja Pascalebaran di Brebes

 


Hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran dimanfaatkan oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes sebagai momentum untuk membangun kembali semangat pengabdian. Suasana penuh antusiasme tampak sejak pagi hari, mencerminkan kesiapan aparatur dalam kembali memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Apel Pagi Luar Biasa yang diikuti oleh pimpinan dan seluruh karyawan. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes.. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa momen pascalebaran bukan sekadar kembali bekerja, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbarui niat, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas kinerja.

“Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Idulfitri, kita kembali dengan hati yang bersih. Jadikan ini sebagai titik awal untuk bekerja lebih tulus, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab,” ungkapnya di hadapan peserta apel.


Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan di sektor kesehatan semakin kompleks, sehingga diperlukan kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, serta komitmen tinggi dari seluruh jajaran.

“Kita adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, tanpa membedakan, dan pastikan setiap pelayanan yang diberikan berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dan etos kerja, terutama setelah masa libur panjang. Disiplin waktu, ketepatan dalam bekerja, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

“Kedisiplinan adalah fondasi utama dalam pelayanan publik. Jika kita disiplin, maka pelayanan akan berjalan dengan baik, dan kepercayaan masyarakat pun akan terus terjaga,” tambahnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh karyawan saling bersalam-salaman, saling memaafkan, serta mempererat silaturahmi antarpegawai. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan kerja yang harmonis di lingkungan instansi.

Kepala dinas juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan kebersamaan ini sebagai modal utama dalam membangun tim kerja yang solid. Menurutnya, sinergi dan kekompakan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program-program kesehatan di daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja tim yang kuat, saling mendukung, dan saling menguatkan. Dengan kebersamaan, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Momentum pascalebaran ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar dimaknai sebagai awal baru dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan. Dengan semangat yang diperbarui, hati yang bersih, serta dedikasi yang lebih tinggi, seluruh jajaran Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes optimistis mampu terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Brebes.

Melalui komitmen yang kuat dan kerja nyata, diharapkan pelayanan kesehatan yang diberikan semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Semangat baru pascalebaran pun menjadi energi positif untuk melangkah lebih maju demi mewujudkan masyarakat Brebes yang sehat dan sejahtera.

Rabu, 18 Maret 2026

Kepala Dinkes Brebes Tinjau dan Pastikan Pelayanan Optimal bagi Korban Kecelakaan Tol Pejagan–Pemalang

 


Brebes, [18/03/2026] – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan penanganan optimal bagi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259A, tepatnya di wilayah Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Selasa malam.

Kunjungan dilaksanakan pada Rabu pagi dengan menyambangi Rumah Sakit Bhakti Asih dan RSUD Brebes, sebagai lokasi perawatan para korban. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda, Rosmelani.

Dalam kunjungannya, dr. Heru Padmonobo meninjau langsung kondisi korban di ruang rawat inap serta berdialog dengan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa seluruh pasien mendapatkan pelayanan medis secara cepat, tepat, dan sesuai standar.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, baik dari sisi medis maupun pendukung lainnya. Penanganan cepat dan tepat menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini,” ujar dr. Heru.

Selain memberikan arahan kepada tenaga kesehatan, Kepala Dinas juga menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan rumah sakit dalam menangani korban sejak awal kejadian. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat guna meminimalkan risiko dan mempercepat proses pemulihan pasien.


Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi korban serta memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi kegawatdaruratan.

Selasa, 17 Maret 2026

Dinkesda Brebes Bagikan Ratusan Paket Menu Buka Puasa kepada Masyarakat

 


Brebes – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, bersama jajaran melaksanakan kegiatan pembagian menu buka puasa kepada masyarakat, sore ini.

Kegiatan berlangsung di depan Kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dengan menyasar para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lebih dari 500 paket menu buka puasa dibagikan secara gratis.

Paket yang dibagikan berupa hidangan berbuka yang terdiri dari olahan ayam goreng serta minuman, yang diharapkan dapat membantu masyarakat untuk berbuka puasa dengan praktis dan bergizi.

Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan Ramadan, sekaligus upaya mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat.


“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa berkah, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujarnya.

Suasana pembagian berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Masyarakat yang melintas tampak menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam berbagi kebaikan di bulan Ramadan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap dapat terus menumbuhkan semangat solidaritas serta menginspirasi berbagai pihak untuk turut berbagi kepada sesama, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Kadinkesda Brebes Monitoring Pos Kesehatan Jelang Arus Mudik Lebaran 1447 H

 


Brebes – Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan kesehatan menghadapi arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, melakukan kegiatan monitoring ke sejumlah Pos Kesehatan di wilayah Kabupaten Brebes, Selasa (hari ini).

Kegiatan monitoring ini menyasar sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama para pemudik, di antaranya Pos Kesehatan Alun-Alun Brebes, Rest Area Heritage 260B Banjaratma, Gerbang Tol Pejagan, Pos Kesehatan FO Dermoleng Ketanggungan, Rest Area 252, Pos Kesehatan Nasmoco Klampok, serta Pos Kesehatan Jalingkut Simpang Tiga.

Monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas, tenaga kesehatan, serta sarana pendukung di setiap pos telah siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Brebes.


Dalam kunjungannya, dr. Heru Padmonobo menyampaikan pesan kepada seluruh petugas kesehatan agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan serta tetap semangat dalam menjalankan tugas pelayanan.

“Kami berharap seluruh petugas tetap menjaga kesehatan, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Peran Pos Kesehatan sangat penting dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan sehat,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan juga memberikan bingkisan kepada setiap Pos Kesehatan yang dikunjungi sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril kepada para petugas yang bertugas di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas selama perjalanan.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes Serahkan SK Purna Tugas kepada PPPK Paruh Waktu

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, hari ini secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Purna Tugas kepada sejumlah pegawai honorer K2 yang telah beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Penyerahan SK tersebut menjadi momen penuh penghormatan atas dedikasi panjang para tenaga kesehatan yang telah mengabdi puluhan tahun di lingkungan puskesmas wilayah Kabupaten Brebes. Adapun pegawai yang menerima SK Purna Tugas antara lain Rukoyah dari Puskesmas Tanjung yang telah mengabdi sejak tahun 1989 hingga 2025, Sudar dari Puskesmas Bojongsari dengan masa pengabdian sejak 1988 hingga 2025, serta Edi Rohaedi dari Puskesmas Banjarharjo yang juga telah mengabdi sejak tahun 1988 hingga 2025.

Dalam kegiatan tersebut, para penerima SK didampingi langsung oleh kepala puskesmas masing-masing sebagai bentuk dukungan dan apresiasi institusi atas loyalitas serta pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Dalam sambutannya, dr. Heru Padmonobo menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pegawai yang memasuki masa purna tugas. Ia menegaskan bahwa dedikasi mereka telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


“Pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun ini merupakan teladan bagi generasi tenaga kesehatan berikutnya. Kami berharap semangat dan dedikasi tersebut tetap menjadi inspirasi, meskipun telah memasuki masa purna tugas,” ujarnya.

Acara penyerahan SK berlangsung dengan khidmat dan penuh haru, mencerminkan rasa kekeluargaan yang kuat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menghargai setiap perjalanan pengabdian dalam sektor pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Minggu, 15 Maret 2026

35 Pos Kesehatan Disiagakan Dinkes Brebes Sambut Mudik Lebaran

 


BREBES — Menyambut arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyiapkan 35 Pos Kesehatan yang tersebar di sejumlah titik strategis untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat.

Puluhan pos kesehatan tersebut terdiri dari 11 Pos Kesehatan di jalur jalan arteri, 2 Pos Kesehatan di rest area, serta 13 Pos Kesehatan di kantor OPD dan kantor kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes. Pos-pos kesehatan ini disiagakan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan awal kegawatdaruratan, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyiapkan 9 Pos Kesehatan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Brebes guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur pasca Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa kesiapsiagaan Pos Kesehatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.


“Melalui Pos Kesehatan yang telah disiapkan di berbagai titik strategis, kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan dengan menerapkan pesan “Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama.”

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain melakukan cek kesehatan gratis sebelum mudik, mengonsumsi makanan sehat dan minum air putih yang cukup, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Pemudik juga disarankan beristirahat setiap empat jam sekali selama perjalanan dan melakukan senam peregangan ringan agar tubuh tetap bugar. Apabila dalam kondisi kurang sehat, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, serta membawa dan mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok, serta memanfaatkan Pos Kesehatan yang tersedia apabila membutuhkan pelayanan kesehatan selama perjalanan maupun saat berwisata.

Dengan kesiapsiagaan Pos Kesehatan tersebut, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman serta tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.


Jumat, 13 Maret 2026

Kadinkesda Brebes Berikan Tali Asih kepada PPPK Paruh Waktu, Tenaga Outsourcing dan Pedagang di Lingkungan Kantor

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, memberikan tali asih berupa paket sembako kepada karyawan PPPK Paruh Waktu, tenaga outsourcing, serta para pedagang yang berada di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor Dinkesda Brebes ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan dari seluruh karyawan Dinas Kesehatan kepada mereka yang setiap hari turut mendukung aktivitas pelayanan di lingkungan kantor.

Penyerahan paket sembako tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes kepada para penerima. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut, yang menjadi wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial di lingkungan kerja.

dr. Heru Padmonobo menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk perhatian dan solidaritas antar sesama, khususnya kepada rekan-rekan yang turut berperan dalam mendukung kelancaran aktivitas di lingkungan Dinas Kesehatan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari keluarga besar Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat dan semakin mempererat rasa kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.


Kegiatan berbagi tali asih ini juga merupakan kelanjutan dari tradisi baik yang telah lama dilakukan di lingkungan Dinkesda Brebes. Tradisi tersebut pertama kali digagas oleh almarhum dr. Sartono, MM, yang pada masanya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Semangat kepedulian yang telah dirintis oleh almarhum dr. Sartono tersebut terus dilanjutkan hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga nilai kebersamaan di lingkungan Dinas Kesehatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang menjadi bagian dari keluarga besar Dinkesda Brebes.

Rapat Koordinasi Pendampingan SLHS dan SLS, Dinkesda Brebes Tingkatkan Kompetensi Tenaga Sanitasi Lingkungan

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), SLS (Sertifikat Laik Sehat) serta labelisasi pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan diikuti oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber dari DPMPTSP Kabupaten Brebes, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker), serta Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Para narasumber memberikan pemaparan terkait mekanisme perizinan berusaha berbasis risiko di sektor kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan standar higiene sanitasi bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan. Melalui sosialisasi tersebut diharapkan para Tenaga Sanitasi Lingkungan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi terbaru yang mengatur standar kesehatan dan sanitasi dalam kegiatan usaha.

Selain itu, rapat koordinasi ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi Tenaga Sanitasi Lingkungan dalam melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam proses pengurusan izin usaha Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Tenaga Sanitasi Lingkungan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes dapat berperan aktif dalam mendampingi pelaku usaha agar memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas kesehatan lingkungan serta memastikan produk dan jasa yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan lingkungan, serta pelaku usaha sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan usaha yang sehat, aman, dan sesuai dengan ketentuan perizinan berbasis risiko di sektor kesehatan.

Aksi Jumat Bersih di Islamic Center, Dinkesda Brebes Dukung Gerakan Brebes ASRI

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, bersama seluruh karyawan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes mengikuti kegiatan Aksi Jumat Bersih dalam rangka mendukung Gerakan Brebes ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dilaksanakan di kawasan Islamic Center Brebes, Jumat (13/3).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, serta diikuti oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta secara bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di area Islamic Center, mulai dari menyapu, membersihkan sampah, hingga menata lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di Kabupaten Brebes.


Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyampaikan bahwa gerakan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

“Lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gerakan Brebes ASRI sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah, melalui keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah serta masyarakat.

Dengan adanya kegiatan Aksi Jumat Bersih ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dapat terus terjaga dan menjadi budaya bersama di Kabupaten Brebes.

Kamis, 12 Maret 2026

Kemenkes RI dan Dinkes Jateng Monitoring Keamanan Pangan Takjil Ramadan dan Program Makan Bergizi Gratis di Brebes

 


Brebes – Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dalam rangka monitoring keamanan pangan selama Ramadan 1447 H/2026 serta pengawasan keamanan pangan pada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh tim dari Direktorat Kesehatan Lingkungan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya makanan takjil selama bulan Ramadan serta pangan yang disediakan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Pada hari pertama, tim monitoring melakukan pengawasan dan pengambilan sampel makanan di kawasan Islamic Centre Brebes, yang menjadi salah satu lokasi penjualan takjil di Kabupaten Brebes. Beberapa sampel makanan yang diambil untuk dilakukan pemeriksaan antara lain tahu sumedang, sempolan, bumbu serbuk sempolan, bubur mutiara, olos, saus, serta sosis. Sampel tersebut selanjutnya diperiksa untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat.


Memasuki hari kedua, kegiatan monitoring dilanjutkan ke SPPG Brebes Gandasuli (YKB) serta Posyandu Gandasuli untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan sasaran kelompok B3, yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Pada kesempatan ini, tim melakukan pemantauan terhadap proses penyediaan makanan, kebersihan lingkungan, serta standar keamanan pangan yang diterapkan dalam program tersebut.

Selain itu, tim juga melakukan monitoring keamanan pangan dan pemeriksaan sampel makanan di kawasan Rest Area Heritage KM 260B. Beberapa sampel pangan yang diambil di lokasi tersebut antara lain kerupuk telur asin, manisan, tahu putih, serta aci untuk selanjutnya dilakukan pengujian keamanan pangan.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang beredar di masyarakat, baik yang dijual sebagai takjil Ramadan maupun yang disajikan dalam program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, memenuhi standar keamanan pangan dan aman untuk dikonsumsi.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran para pelaku usaha makanan, pengelola program gizi, serta masyarakat dapat semakin meningkat dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, sehingga kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.

Santunan Pelita Jiwa Hadirkan Kepedulian untuk ODGJ, Disabilitas, dan ODHA di Puskesmas Klikiran

 


Brebes – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menghadiri kegiatan pemberian Santunan Pelita Jiwa yang diselenggarakan di Puskesmas Klikiran, Kecamatan Jatibarang, pada hari ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, serta Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Camat Jatibarang, Kepala Puskesmas Klikiran, serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Jatibarang. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam memberikan perhatian serta dukungan kepada kelompok rentan.

Program Santunan Pelita Jiwa merupakan bantuan sosial yang disalurkan oleh Baznas Kabupaten Brebes untuk membantu meringankan beban para penerima manfaat. Pada kesempatan ini, santunan diberikan kepada 178 pasien ODGJ, 31 penyandang disabilitas, dan 18 ODHA yang berasal dari wilayah Kecamatan Jatibarang dan sekitarnya.


Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa program Santunan Pelita Jiwa merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi tantangan kesehatan maupun keterbatasan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Baznas, pemerintah kecamatan, serta Puskesmas sangat penting agar pelayanan kesehatan dan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti ODGJ, penyandang disabilitas, dan ODHA.

Dengan adanya program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan dukungan moral maupun sosial dari berbagai pihak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.