Selasa, 30 Desember 2025

Plt. Kepala Dinkesda Brebes Monitoring Kesiapsiagaan Pos Kesehatan Nataru 2025 di Objek Wisata

 


Brebes — Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, melaksanakan kunjungan dan monitoring ke sejumlah Pos Kesehatan (Poskes) yang berada di objek-objek wisata di Kabupaten Brebes, hari ini.

Pada kunjungan kali ini, Plt. Kepala Dinkesda Brebes melakukan monitoring ke Pos Kesehatan Objek Wisata (OW) Pantai Randu Sanga Indah, Pos Kesehatan OW Pulau Cemara, dan Pos Kesehatan OW Mangrove Pandansari. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh Pos Kesehatan siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan selama masa libur Nataru.

Dalam monitoring tersebut, dr. Tambah Raharjo meninjau langsung kesiapan petugas kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, obat-obatan, serta peralatan medis pendukung. Selain itu, dilakukan pula pengecekan terhadap alur pelayanan dan koordinasi antarpetugas guna menjamin pelayanan kesehatan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.


Monitoring kesiapsiagaan Pos Kesehatan Nataru 2025 ini dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan beberapa tim dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes yang ditugaskan untuk melakukan kunjungan ke Pos Kesehatan di berbagai objek wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Plt. Kepala Dinkesda Brebes menegaskan bahwa kehadiran Pos Kesehatan di lokasi-lokasi wisata merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan selama libur Nataru, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap siaga dan mudah diakses.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan seluruh Pos Kesehatan Nataru 2025 di Kabupaten Brebes dapat berfungsi secara optimal, sehingga kegiatan wisata masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan lancar.


Dinkesda Brebes Bersama BKPSDMD Gelar Rekonsiliasi Pengelolaan Keuangan dan Pembaruan Data Keluarga ASN

 


Brebes — Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan Rekonsiliasi Pengelolaan Keuangan terkait Desk Pembaruan Data Keluarga ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Aplikasi SIMGAJI.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes ini diikuti oleh 2 (dua) orang petugas pengelola gaji ASN dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Rekonsiliasi ini bertujuan untuk memastikan akurasi, validitas, dan kesesuaian data keluarga ASN sebagai dasar pengelolaan gaji dan tunjangan agar berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertemuan secara resmi dibuka oleh Kepala Subbagian Keuangan Dinkesda Brebes, Budi Listyani, SKM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya ketelitian dan keseragaman data pada Aplikasi SIMGAJI sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.


Sebagai narasumber, Noverita Kusumaningrum, ST, M.Si dari BKPSDMD Kabupaten Brebes memberikan pemaparan teknis terkait mekanisme pembaruan data keluarga ASN pada Aplikasi SIMGAJI, sekaligus menjelaskan prosedur, kendala yang sering ditemui, serta solusi dalam proses rekonsiliasi data.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas pengelola gaji ASN di Puskesmas dapat memiliki pemahaman yang sama dan mampu melakukan pembaruan data secara tepat dan akurat, sehingga pengelolaan gaji ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dapat berjalan lebih optimal, tertib administrasi, dan akuntabel.


Senin, 29 Desember 2025

Plt. Kepala Dinkesda Brebes Lakukan Monitoring Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tanjung

 


Brebes — Sehabis memimpin apel pagi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, melaksanakan kegiatan monitoring pelayanan fasilitas kesehatan di Puskesmas Tanjung, pada hari ini.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinkesda Brebes didampingi oleh Kepala Puskesmas Tanjung, dr. Hero Irawan. Monitoring dilakukan dengan mengunjungi secara langsung setiap bagian dan ruangan pelayanan yang ada di Puskesmas Tanjung, mulai dari ruang pendaftaran, ruang pelayanan kesehatan, hingga ruang rawat inap.

Selain meninjau sarana dan prasarana, Plt. Kepala Dinkesda Brebes juga berdialog langsung dengan para pasien yang sedang berada di ruang pendaftaran maupun pasien di ruang rawat inap. Dialog ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung masukan, keluhan, serta pengalaman masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang diterima.


Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah, responsif, dan humanis dari seluruh tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Brebes.

Jumat, 26 Desember 2025

Dinkesda Kabupaten Brebes dan UOBF Puskesmas Brebes Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir

 


Brebes — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama UOBF Puskesmas Brebes melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi warga yang terdampak banjir genangan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Pasarbatang, Kauman, dan Pesanggrahan. Tim kesehatan turun langsung ke lokasi untuk memberikan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan kepada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi lingkungan pascabanjir.

Pengobatan gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara cepat dan mudah, sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap potensi munculnya penyakit pascabanjir. Beberapa penyakit yang menjadi perhatian utama antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, serta gangguan pencernaan yang rentan muncul akibat genangan air dan kondisi sanitasi yang kurang optimal.


Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes memastikan kehadiran layanan kesehatan di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana. Selain pelayanan pengobatan, masyarakat juga diberikan edukasi singkat terkait perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga kondisi kesehatan selama masa pemulihan.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik serta merespons secara cepat setiap kondisi darurat kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari upaya melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan warga Kabupaten Brebes.


Selasa, 23 Desember 2025

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Tinjau Kesiapan Pos Kesehatan Nataru 2025

 


Brebes — Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, melakukan kunjungan ke sejumlah Pos Kesehatan (Poskes) pada hari ini.

Adapun Pos Kesehatan yang dikunjungi meliputi Poskes Larangan, Kutamendala, Tonjong, Pejagan, dan Kaligangsa Brebes. Lokasi-lokasi tersebut merupakan titik strategis yang menjadi jalur utama arus lalu lintas dan kawasan dengan potensi peningkatan aktivitas masyarakat selama masa liburan.

Dalam kunjungannya, dr. Tambah Raharjo meninjau langsung kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, ambulans, serta sistem rujukan yang disiagakan selama periode Nataru. Ia juga berdialog dengan petugas untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal selama 24 jam.


“Pos Kesehatan ini memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan cepat dan tanggap, terutama bagi pemudik dan wisatawan. Kami ingin memastikan seluruh pos siap melayani masyarakat dengan baik, sehingga libur Nataru dapat berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” ujar dr. Tambah Raharjo.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan selama masa Nataru 2025, khususnya di titik-titik rawan kecelakaan dan kawasan wisata. Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta segera memanfaatkan layanan Pos Kesehatan apabila membutuhkan pertolongan medis.

Dengan kesiapan layanan kesehatan yang optimal, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Kabupaten Brebes dapat berlangsung dengan lancar dan kondusif.


Selasa, 16 Desember 2025

Bupati Brebes Hadiri Program CSR Peduli Ibu Hamil RSU Allam Medica Bumiayu

 


Brebes — Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, menghadiri secara langsung kegiatan sosial bertajuk Program CSR Peduli Ibu Hamil yang diselenggarakan oleh RSU Allam Medica Bumiayu, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Brebes.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Brebes didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Umiyati, SE, MM. Turut hadir Direktur PT RSU Allam Medica, Direktur RSU Allam Medica, para Camat wilayah Bumiayu, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, serta sebanyak 500 ibu hamil sebagai penerima manfaat program CSR.

Program CSR Peduli Ibu Hamil ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada ibu hamil sebagai kelompok rentan, sekaligus upaya preventif dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.


Dalam sambutannya, Bupati Paramitha Widya Kusuma menegaskan bahwa pembangunan di bidang kesehatan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa indikator kesehatan seperti Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKABA), Usia Harapan Hidup (UHH), status gizi, serta angka kesakitan merupakan tolok ukur penting yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Bupati Paramitha menjelaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Hal tersebut diwujudkan melalui transformasi sistem kesehatan yang tangguh dan responsif, termasuk percepatan perbaikan kesehatan ibu dan anak.

Pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes, lanjutnya, diarahkan untuk mendukung visi daerah “Brebes BERES” (Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat dan Sejahtera). Salah satu prioritas utama adalah peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan ibu dan anak, baik di tingkat Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL).

Bupati Brebes mengapresiasi RSU Alam Medica Bumiayu atas komitmen dan kepeduliannya melalui program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam mendukung terwujudnya masyarakat Brebes yang sehat dan sejahtera.

Senin, 15 Desember 2025

Dinkesda Brebes Terima Kunjungan Edukasi Kesehatan SDIT Harapan Umat Brebes

 


Brebes – Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menerima kunjungan dari SDIT Harapan Umat Brebes dalam rangka kegiatan Pasca Asesmen Sumatif Akhir Semester 1 (ASAS 1). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari edukasi kesehatan bagi peserta didik, khususnya terkait pentingnya penerapan pola konsumsi makanan yang sehat dan bergizi sejak usia dini.

Rombongan SDIT Harapan Umat Brebes diterima langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Kabupaten Brebes, Umiyati, SE, MM, bersama jajaran Seksi Gizi Dinkesda Brebes. Kegiatan edukasi mengusung tema Sosialisasi Makanan dan Jajanan Sehat, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak sekolah dasar dalam memilih makanan yang aman, sehat, dan bergizi.

Pemberian materi diawali oleh Nurul Aeni, SKM, yang memaparkan tentang pentingnya makanan bergizi seimbang bagi pertumbuhan dan kesehatan anak. Dalam paparannya, disampaikan pula contoh menu sehat serta manfaat gizi yang terkandung dalam berbagai jenis makanan sehari-hari. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dian Irawati Sutrisno, SKM, yang memberikan edukasi mengenai sosialisasi makanan dan jajanan sehat, termasuk cara mengenali jajanan yang aman dikonsumsi dan menghindari makanan yang berisiko bagi kesehatan.


Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan menyenangkan. Anak-anak SDIT Harapan Umat Brebes tampak sangat antusias dan gembira mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada sesi akhir, dibuka kesempatan tanya jawab yang dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta untuk bertanya seputar makanan sehat dan kebiasaan jajan yang baik.

Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Brebes berharap edukasi kesehatan sejak dini dapat membentuk perilaku hidup sehat pada anak-anak, sehingga mereka mampu menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Jumat, 12 Desember 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Evaluasi PD3I dan SKDR Tahun 2025

 


Brebes — Hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi mengadakan Pertemuan Evaluasi Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) serta Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan diikuti oleh Programer SUIM dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan surveilans, deteksi dini, serta respon cepat terhadap setiap potensi kejadian penyakit menular.

Sebagai narasumber dalam pertemuan ini, hadir Neni Diana, SKM, M.Kes dan Ida Royani, SKM, yang menyampaikan materi terkait evaluasi capaian PD3I, kualitas pelaporan SKDR, serta langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan Puskesmas untuk meningkatkan kinerja program imunisasi dan surveilans epidemiologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Programer SUIM dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan akurasi dan kecepatan pelaporan, serta mampu merespon secara optimal setiap kejadian penyakit di wilayah kerja masing-masing.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, guna mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat dan terlindungi.

Rabu, 10 Desember 2025

Bupati Brebes Hadiri Kegiatan Sosial CSR “Peduli Ibu Hamil” RSU Islami Mutiara Bunda

 


Brebes — Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, menghadiri secara langsung kegiatan sosial bertajuk Program CSR Peduli Ibu Hamil yang diselenggarakan oleh RSU Islami Mutiara Bunda, Rabu (10/12/2025). Acara ini merupakan wujud kepedulian fasilitas pelayanan kesehatan terhadap peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Brebes.

Mendampingi Bupati, hadir Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Umiyati, SE, MM.
Turut hadir Komisaris Utama RSUI Mutiara Bunda, Direktur PT RSUI Mutiara Bunda, Direktur RSUI Mutiara Bunda, para Camat dari enam wilayah (Tanjung, Losari, Ketanggungan, Banjarharjo, Kersana, dan Bulakamba), Kepala Puskesmas dari 14 wilayah, Kepala Desa, serta 500 ibu hamil penerima manfaat program CSR.

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan bahwa pembangunan di bidang kesehatan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, indikator seperti Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKABA), Usia Harapan Hidup (UHH), status gizi, dan angka kesakitan adalah tolok ukur penting yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Bupati menekankan bahwa target Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut pemerintah mampu menurunkan rasio kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian neonatal hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup, serta angka kematian balita menjadi 25 per 1.000 kelahiran hidup.


Lebih jauh, Bupati Paramitha juga menyampaikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 turut memberikan fokus pada terwujudnya masyarakat sehat dan produktif melalui transformasi sistem kesehatan yang tangguh dan responsif, termasuk percepatan perbaikan kesehatan ibu dan anak.

Pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes diarahkan untuk mendukung visi daerah “Brebes BERES” (Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat dan Sejahtera).
Salah satu prioritasnya adalah peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat Puskesmas (FKTP) maupun rumah sakit (FKTL).

Bupati menyoroti bahwa kasus infeksi dan sepsis masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada ibu, bayi, dan balita di Brebes. Karena itu, ia menegaskan pentingnya komitmen tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, sehingga dapat mencegah morbiditas dan mortalitas ibu serta anak.

“Dengan komitmen yang kuat mulai dari petugas dan faskes layanan kesehatan ibu dan anak, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencegah kasus infeksi dan sepsis serta mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita,” tutur Bupati.

Sebagai penanda dimulainya acara, Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucap,
“Bismillahirrohmanirrohim, Kegiatan Bakti Sosial untuk Ibu Hamil CSR dengan RS Umum Islami Mutiara Bunda saya nyatakan dibuka.”

Dalam kegiatan CSR ini, RSU Islami Mutiara Bunda juga menyerahkan bantuan paket kesehatan untuk 500 ibu hamil sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan kehamilan serta upaya mencegah risiko komplikasi pada ibu dan janin.

Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Brebes yang lebih sehat dan berkualitas.

Senin, 08 Desember 2025

Dinkesda Brebes dan BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Kecurangan JKN

 


Brebes, 8 Desember 2025 — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bekerja sama dengan BPJS Kesehatan menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat integritas, transparansi, serta efektivitas penyelenggaraan Program JKN di Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan para pemangku kepentingan sektor kesehatan, di antaranya Asisten I (Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Setda Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Inspektur Daerah Kabupaten Brebes, serta Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes beserta sekretaris dan para kepala bidang. Hadir pula Inspektur Pembantu Wilayah 3 Inspektorat Daerah Kabupaten Brebes, Direktur Rumah Sakit se-Kabupaten Brebes, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Brebes, serta Ketua Organisasi Profesi Kesehatan di Kabupaten Brebes.


Kegiatan resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman seluruh fasilitas kesehatan terhadap potensi kecurangan dalam penyelenggaraan JKN. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem pengawasan, dan komitmen bersama lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan materi dari dua narasumber kompeten. Pemateri pertama, Sarwo Edy, SKM., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, memaparkan kebijakan, regulasi, serta praktik terbaik pencegahan kecurangan JKN di tingkat provinsi. Sementara itu, pemateri kedua, dr. Djoko Widyarto, perwakilan dari PERSI Jawa Tengah, menyampaikan perspektif rumah sakit dalam upaya menjaga kepatuhan dan tata kelola pelayanan yang berintegritas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, semakin memahami tanda-tanda kecurangan (fraud) dan mampu menerapkan sistem pencegahan yang efektif. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan BPJS Kesehatan menegaskan bahwa kolaborasi dan komitmen bersama merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan Program JKN bagi masyarakat.

Dengan berlangsungnya pertemuan ini, Kabupaten Brebes menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan bebas kecurangan, demi memberikan layanan terbaik bagi seluruh warga.

Selasa, 02 Desember 2025

COFFEE MORNING KESEHATAN IBU DAN ANAK: DINKESDA BREBES PERKUAT UPAYA TEKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI


Brebes —
Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning dengan fokus pembahasan isu strategis Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Agenda ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi lintas fasilitas kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Brebes.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung IBI Brebes ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi, kesiapsiagaan layanan, serta peningkatan kualitas intervensi kesehatan ibu dan bayi pada seluruh jejaring layanan kesehatan.

Acara dihadiri oleh Kepala UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes, serta perwakilan rumah sakit pemerintah maupun swasta di wilayah Brebes. Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu menyelaraskan langkah dan memperkuat rencana tindak lanjut dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir.

Setelah sambutan dan arahan oleh Plt. Kadinkesda, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber kompeten di bidangnya, yaitu:

  • Edy Raharja, S.Kep, Ners, M.Kep,
  • dr. Iwan Budiono,
  • dr. Gilang Yogi P.,
  • dr. Arlinda Rosmelani, M.H.

Para pemateri menyampaikan berbagai isu, mulai dari optimalisasi tata laksana pelayanan persalinan, penanganan risiko tinggi, peningkatan kualitas rujukan, hingga strategi percepatan penurunan AKI dan AKB berbasis data serta penguatan peran tenaga kesehatan.


Melalui kegiatan Coffee Morning ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh fasilitas kesehatan semakin bersinergi, berkomitmen, dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Brebes. Sinergi yang kuat menjadi kunci dalam mewujudkan Brebes yang lebih sehat dan menekan kasus kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.

 

Senin, 01 Desember 2025

Rakor dan Serah Terima Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes

 


Brebes — Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesehatan bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Tambah Raharjo. Rapat ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, koordinator program, dan kepala puskesmas untuk membahas capaian kinerja, tantangan di lapangan, serta langkah strategis dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Brebes.

Usai pelaksanaan rapat koordinasi, acara dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Kesehatan dari Ibu Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes kepada dr. Tambah Raharjo sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Prosesi sertijab berlangsung khidmat di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Ibu Ineke Tri Sulistyowaty menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran selama masa kepemimpinannya. Beliau berharap agar berbagai program kesehatan yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan demi pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tambah Raharjo, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program prioritas dan memperkuat koordinasi lintas bidang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan percepatan layanan kesehatan sebagai prioritas di masa transisi kepemimpinan ini.

Pada kesempatan tersebut, dr. Tambah Raharjo juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) jabatan baru bagi Kepala Puskesmas dan Plt. Kepala Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan. Penyerahan SK ini menjadi bagian dari upaya penataan organisasi dan penguatan kepemimpinan di tingkat layanan dasar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama serta doa agar proses transisi dan evaluasi yang dilakukan hari ini dapat membawa kemajuan bagi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Seluruh jajaran diharapkan terus menjaga profesionalitas dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.