Jumat, 30 September 2022

VISITASI PENINGKATAN KUALITAS INSTALASI FARMASI PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN OBAT

 


Dalam rangka peningkatan kualitas Instalasi farmasi Pemerintah (IFP) dalam mengelola obat, Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan POM memiliki program penerbitan Surat Keterangan Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) bagi IFP yang telah menerapkan aspek-aspek CDOB. Berdasarkan informasi dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan, IFP Kabupaten Brebes termasuk dalam data IFP yang telah memiliki Sertifikat ISO 9001:2015, sehingga dinilai akan lebih mudah dalam mengimplementasikan aspek CDOB. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan IFP dalam mengelola obat, kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan penerapan CDOB dengan melakukan visitasi ke IFP Kabupaten Brebes, yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 September 2022

Jumat, 23 September 2022

PERCEPATAN PELAKSANAAN BULAN IMUNISASI ANAK NASIONAL (BIAN) DI TANJUNG

 


Dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Hari ini Jumat, 23 September 2022 Dinas Kesehatan  Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh I Dewa Made Widaryana, SKM, M.kes dan Siti Yulaekha, SKM, M.Kes melaksanakan Pendampingan BIAN di Kelurahan Tanjung wilayah kerja Puskesmas Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

Dalam kunjungannya ke Puskesmas Tanjung langsung diterima oleh Kepala Puskesmas Tanjung, drg. Adhi Supriadi, M.Kes. Rombongan langsung menuju tempat Posyandu yang ada di desa Tanjung. ”Untuk 100% capaian di Puskesmas Tanjung itu kurang 17 sasaran, saat ini capaian yang ada masih 99,4%. Hari ini saya yakin selesai 100%” Ungkap drg. Adhi



Kamis, 22 September 2022

PILOT PROJECT FIELD ASSISTANCE PENGAWASAN PANGAN SIAP SAJI BERBASIS RISIKO KABUPATEN BREBES

 


Pangan siap saji merupakan jenis pangan yang banyak tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Jasaboga, Rumah Makan, Restoran, Depot Air Minum, Kantin, Makanan Jajanan dan sejenisnya dengan risiko yang bervariasi.

Pedoman inspeksi TPP berdasarkan faktor risiko telah disusun dan disosialisasikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia namun belum dilakukan pilot projek implementasi terkait bagaimana petugas Kesehatan melakukan pengawasan TPP berbasis risko di wilayah kerjanya kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan, sehingga dapat diketahui kendala dalam pengawasan dan solusi yang dilakukan agar pengawasan berbasis risiko untuk TPP dapat berjalan efektif dan efisien.



Dalam rangka implementasi pengawasan pangan siap saji berbasis risiko, Direktorat Penyehatan Lingkungan melakukan pilot projek terkait pengawasan berbasis risiko di 5 lokasi bekerja sama dengan WHO dan Mbrio Biotekno. Kabupaten Brebes adalah salah satu lokus kegiatannya

Sebagai tindak lanjut rangkaian kegiatan pilot project pengawasan pangan siap saji berbasis risiko yang dilaksanakan di 5 lokasi, dimana sebelumnya telah dilaksanakan kick off meeting untuk memberkan gambaran umum kegiatan dan capacity building sebagai upaya peningkatan kapasitas petugas  petugas puskesmas di lokasi terkait pengawasan pangan siap saji berbasis risiko.

Kegiatan berikutnya adalah field asistance dimana pada tahap ini tim pusat yang terdiri personil Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, WHO dan PT Mbrio biotekno serta personil provinsi akan memberikan bimbingan lapangan ke 5 lokasi pilot project kepada petugas puskesmas setempat dalam implementasi pengawasan pangan siap saji berbasis risiko.

Tujuan kegiatan ini Melakukan asistensi/pendampingan di TPP lokasi projek malakukan IKL berbasis risiko di TPP sesuai dengan pedoman pengawasan RBI dengan data base e-monev HSP. Agar Tempat Pengelolaan Pangan (TPP)  yang memenuhi  syarat kesehatan dapat memenuhi target cakupan sebesar 62% di Tahun 2022. Pertemuan ini dihadiri 60 (tiga puluh) tenaga sanitasi lingkungan se Kabupaten Brebes

Rabu, 21 September 2022

PENILAIAN VERIFIKASI LAPANGAN SENTRA PANGAN JAJANAN DAN KANTIN DARI KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Pemerintah Kabupaten Brebes menyambut dengan hangat kedatangan Tim Penilai Verifikasi Lapangan Sentra Pangan jajanan dan Kantin dari Kementerian Kesehatan RI, Selasa (20/9/2022). Rombongan ini disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda), bapak Ir. Djoko Gunawan, MT di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes yang didampingi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah serta Kepala Dinas Kesehatan Kabuptaen Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes,

Pada kesempatan itu, Sekda Brebes menyampaikan selamat datang kepada rombongan tim penilai verifikasi lapangan dari pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Brebes karena tidak bisa menemui mereka secara langsung.

“Selamat datang dan selamat bertugas di Kota Brebes. Semoga verifikasi ini berjalan dengan lancar,” kata Djoko Gunawan. Ia juga bersyukur karena Pemkab Brebes mengajukan 3 lokasi dalam kompetisi ini, dan dokumen 3 lokasi itu semuanya lolos penilaian dokumentasi. Adapun 3 lokasi itu adalah Kantin Majapahit SMP Negeri 2 Brebes, Blue Kantin SD Muhammadiyah Ketanggungan dan Sentra Jajanan dan Pangan Rest Area 260B Banjaratma.

Kementrian Kesehatan republic Indonesia yang diwakili Direktur Penyehatan Lingkungan Anas Ma’ruf selaku Ketua Tim Penilai turut hadir dan mengatakan bahwasannya saat ini Tim dari Kemenkes yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Puskesmas Brebes, Puskesmas Ketanggungan serta Puskesmas Siwuluh akan melakukan verifikasi lapangan atau pengamatan untuk membandingkan dokumen yang masuk/sudah dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan, apakah sesuai dengan yang kami lihat langsung di tempat ini terkait dengan pengelolaan keamanan pangan yang memenuhi syarat sesuai standar kesehatan dalam rangka Penilaian Sentar Pangan Jajanan/Kantin Sehat.

Anas Ma’ruf juga menuturkan bahwa pada tahun 2022 ini, penghargaan Tempat Pengelolaan Pangan/TPP ditujukan bagi Sentra Pangan Jajanan/Kantin Sehat atau sejenisnya yang Memenuhi Syarat Higiene Sanitasi, serta penghargaan kepada pemerintah daerah yang sudah memberikan pembinaan kepada para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan mengangkat UMKM menjadi ikon kuliner yang menunjang pariwisata di Kabupaten/Kota setempat.

Tahun ini dokumen yang diverikasi ada 43, dari 43 TPP (sentra pangan jajanan/kantin sehat atau sejenisnya) di 18  Kabupaten/Kota, pada 6 Provinsi, dan semuanya memenuhi syarat untuk dilaksanakan verifikasi lapangan.

Setelah disambut di Kantor Pemerintahan Terpadu, mereka langsung terjun ke lapangan. Untuk hari ini, mereka akan melakukan verifikasi lapangan langsung di tiga lokasi, yakni di Kantin Majapahit SMP Negeri 2 Brebes, Blue Kantin SD Muhammadiyah Ketanggungan dan Sentra Jajanan dan Pangan Rest Area 260B Banjaratma.

“Alhamdulillah keempatnya lolos penilaian dokumen, dan sekarang tinggal diverifikasi lapangan untuk mengecek kesesuaian antara dokumen yang disetorkan dengan kondisi di lapangan,” katanya.



Senin, 12 September 2022

Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2022

 


Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) ke 12 diperingati setiap 12 September 2022. Tahun ini Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Brebes terpilih oleh PB PDGI untuk mendampingi sikat gigi bersama di 18 SD/MI se-Kabupaten Brebes dengan peserta 5309 siswa. Pencanangannya di laksanakan di SD 01 Kedunguter Kecamatan Brebes dengan peserta 376 siswa.

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan cara sikat gigi yang benar lalu dilanjutkan dengan janji siswa untuk menyikat giginya dua kali sehari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Juga berjanji untuk mengajak Ayah Ibu di rumah untuk dapat bersama sikat gigi pagi dan malam hari. Sambutan di sampaikan oleh Sekda Kabupaten Brebes mewakili Bupati Brebes.

Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan supaya dilakukan secara periodik sehingga akan terjadi perubahan perilaku hidup sehat dengan menyikat gigi pagi dan malam sehingga target Kementrian Kesehatan bahwa tahun 2030 Bebas Karies atau gigi berlubang dapat terwujud. Pada HKGN tahun ini, tidak hanya pelaksanaan sigat gigi bersama serentak seluruh Indonesia tapi juga pendampingan para murid SD/MI selama 21 hari agar perilaku sikat gigi pagi dan malam bisa menjadi kebiasaan baru. Ketua PDGI Brebes, drg. Adhi Supriadi berharap dengan diadakannya sikat gigi bersama ini dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didik khususnya kesehatan gigi dan mulutnya.



Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut yang baik juga dapat menurunkan kejadian Stunting, karena gigi mulai tumbuh pada usia bayi 6 bulan dan akan mempengaruhi proses pencernaannya. Pada kesempatan itu juga diberikan piagam penghargaan dari PB PDGI kepada stake holder terkait dan souvenir berupa Sikat gigi dan pastanya untuk semua murid dan guru di sekolah  pencanangan. Badan amil zakat nasional Kabupaten Brebes berkontribusi dalam pelaksanaan HKGN dengan memberikan 700 buah sikat gigi sedangkan PT Unilever 432 pasta dan sikat gigi.



CAPACITY BUILDING PENGAWASAN PANGAN SIAP SAJI BERBASIS RISIKO

 


Dalam rangka implementasi pengawasan pangan siap saji berbasis risiko, Direktorat Penyehatan Lingkungan melakukan pilot projek terkait pengawasan berbasis risiko di 5 lokasi bekerja sama dengan WHO dan Mbrio Biotekno.

Pangan siap saji merupakan jenis pangan yang banyak tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Jasaboga, Rumah Makan, Restoran, Kantin, Makanan Jajanan dan sejenisnya dengan risiko yang bervariasi. Pedoman inspeksi TPP berdasarkan faktor risiko telah disusun dan di disosialisasikan namun belum dilakukan pilot projek implementasi terkait bagaimana petugas Kesehatan melakukan pengawasan TPP berbasis risko di wilayah kerjanya kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan, sehingga dapat diketahui kendala dalam pengawasan dan solusi yang dilakukan agar pengawasan berbasis risiko untuk TPP dapat berjalan efektif dan efisien.



Jumat, 09 September 2022

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM)

 


Dalam rangka implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus menerapkan perilaku CERDIK, seluruh karyawan Dinas Kesehatan Brebes menjalani pemeriksaan kesehatan di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), di Aula Dinkes Brebes, Jum’at (09/09/2022).

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan skrining factor resiko penyakit tidak menular yang bertujuan untuk mendeteksi factor risiko penyakit tidak menular. Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular adalah salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada Upaya Promotif dan Preventif dalam pengendalian Penyakit Tidak Menular. Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia. Padahal sebenarnya, hal ini dapat dicegah dengan melakukan Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat. Skrining Penyakit Tidak Menular terutama penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi ini ditujukan pada kelompok umur 15-59 tahun (usia produktif), karena adanya kecenderungan bahwa penyakit-penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi mulai menyerang usia yang lebih muda (>15 tahun). Demikian juga dengan kecenderungan peningkatan obesitas pada kelompok penduduk usia produktif.


Prosedur pelaksanaan skrining usia produktif meliputi registrasi, wawancara factor risiko PTM, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah sewaktu. Pelaksanaan Skrining Usia Produktif tetap mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.  Dengan adanya kegiatan ini maka diharapkan meningkatkan kesadaran pegawai untuk rutin melakukan skrining kesehatan minimal satu kali setahun agar dapat mendeteksi secara dini kemungkinan adanya faktor resiko penyakit tidak menular. Karena sesungguhnya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Kamis, 01 September 2022

Komitmen Dinas Kesehatan Brebes dalam meningkatkan kualitas dan capaian KB Pasca Persalinan dengan Orientasi Data Dashboad KBPP untuk semua Fasilitas Kesehatan di Kab. Brebes

 


Saat ini Kementrian Kesehatan dan BKKBN memasukkan KBPP kedalam indicator RPJMN/RENSTRA tahun 2020 -2024. Kebutuhan pengumpulan data, terutama dalam kaitannya dengan layanan Keluarga Berencana Pasca-Persalinan atau PPFP, telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berkontribusi yang berpotensi meningkatkan kepemilikan pemerintah terhadap proses implementasi PPFP di Indonesia.

Sejauh ini Program KBPP Pilihan Jhpiego melakukan pengukuran, analisis dan pelaporan output dan outcome program untuk memastikan pelaksanaan program dilakukan dengan efektif sehingga tercapai hasil yang diharapkan. Sumber data utama yang digunakan adalah  catatan KB di ruang KB atau ruang bersalin di fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit dan puskesmas dampingan program KBPP Pilihan. dr. Rudi Pangarsaning Utami M Kes. kepala bidang Kesehatan Masyarakat yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa “ KBPP merupakan program prioritas dan unggulan yang bisa dibanggakan dari Kapupaten Brebes karena kita telah memiliki Trainning Center KBPP di RSUD Brebes, punya Fasilitataor yang solid dan tim work yang bagus, semua fasilitas kesehatan di Kab. Brebes mayoritas sudah dilatih KBPP, sehingga kita perlu terus semangat mengimplementasikan Pelayanan KBPP baik secara kualitas maupun kuantitas capaian. Lebih lanjut dr Utami menegaskan bahwa  salah satu  upaya strategi peningkatan kualitas KB Pascapersalinan adalah terkait pencatatan dan pengelolaan data Dasboard KBPP ini sangat penting dan perlu  diperhatikan karena Pencatatan dan Pelaporan KBPP yang spesifik dan terintegrasi dengan indikator pelayanan KB dan KIA. Termasuk bagaimana menganalisanya datanya,  apakah data yang dikumpulkan hanya sekedar dicatat, diinput atau sudah dimanfaatkan dengan baik untuk melakukan identifikasi masalah dan pengambilan keputusan.  Lanjut beliau jika data sudah dimanfaatkan dengan baik maka akan  dapat terlihat dengan jelas area-area yang membutuhkan peningkatan. Apakah di kompetensi Sumber Dayanya, Sarana prasarana, Konselingnya, pelayanannya atau dukungan fasilitas kesehatannya.

 

Berdasarkan hal tersebut  untuk membantu tim peningkatan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan  Kabupaten Brebes dalam hal ini Dinas Kesehatan dan DP3KB memandang perlu dan berkomitmen menyelenggarakan peningkatan kapasitas atau Orientasi scale up  pengelolaan  Data Dashboard KBPP untuk semua fasilitas kesehatan termasuk yang diluar intervensi Jhpiego.

 

Kegiatan ini mengundang semua fasilitas kesehatan  yaitu 2 RS Daerah, 6 RS Swasta 3 klinik dan 38 Puskesmas di Kab. Brebes, dimana yang hadir dari masing-masing faske adalah PIC (Person In Charge) Data dan Bikor atau Management RS. Orientasi Data Dashboard dilaksanakan pada tgl 31 Agustus dan 1 September 2022 di Gedung IDI dengan Nara Sumber Tim dari Jhpiego, Yosephine Ryana selaku IT Specialist dan Iffah Udiana sebagai Program Officer KBPP Pilihan Jhpiego  untuk Kabupaten Brebes. Kegiatan yang terbagi dalam 2 pertemuan selama 2 hari ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen Fasilitas Kesehatan terhadap pengelolaan data sebagai media informasi yang dapat dianalisis sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan sekaligus berperan sebagai indicator  kualitas kinerja dan harusnya berbanding lurus dengan kuantitas pelayanan di fasilitas kesehatan.