Selasa, 31 Desember 2024

📢 Penting! Pemberitahuan Perubahan Skema Non Cut Off JKN 📢

Sehubungan dengan terbitnya Surat Edaran Nomor 400.7/1994/XII/2024 tentang Pemberhentian Skema Non Cut Off JKN, diberitahukan bahwa:

Keistimewaan Skema Non Cut Off JKN di Kabupaten Brebes akan resmi dicabut per 1 Januari 2025.

Apa Artinya?
Mulai tanggal tersebut, mekanisme Skema Non Cut Off yang sebelumnya memungkinkan pelayanan kesehatan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak lagi berlaku.

 Arahan dan Langkah yang Dapat Dilakukan:
1️. Pemdes/Kelurahan:

  • Lakukan verifikasi dan validasi data peserta PBI JK di SIKS NG.
  • Usulkan penduduk yang memenuhi kriteria seperti penderita penyakit kronis, difabel, dan lansia.
  • Dorong masyarakat untuk melaporkan perubahan data kependudukan (pekerjaan atau alamat) melalui kios Adminduk/Operator SIAK.

2️. Masyarakat:

  • Pastikan memiliki kepesertaan JKN aktif, baik melalui segmen PBPU (Mandiri) maupun PPU (Pekerja).
  • Jika memiliki tunggakan iuran, manfaatkan skema yang ditawarkan BPJS Kesehatan untuk melunasi dan mengaktifkan kembali kepesertaan Anda.

3️ OPD, Kecamatan, Pemdes/Kelurahan, & Fasyankes:

  • Berikan edukasi kepada masyarakat agar perubahan ini dapat dipahami dengan baik.
  • Pastikan pelayanan kesehatan tetap bermutu dan sesuai standar, serta hindari potensi kegaduhan di masyarakat.

Apresiasi dan Terima Kasih
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Skema Non Cut Off JKN di Kabupaten Brebes selama ini.

 Mari bersama-sama membangun kepesertaan JKN yang lebih aktif dan inklusif, demi pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Brebes.

#DinasKesehatanBrebes #JKN #KesehatanUntukSemua #BrebesSehat

Mekanisme

Senin, 30 Desember 2024

Kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan Sukoharjo Gelar Penjajakan dan FGD DAU Performance Improvement Plan (PIP) Bersama Kemenkes RI

 


Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Penjajakan dan Focus Group Discussion (FGD) terkait Working Group DAU Performance Improvement Plan (PIP). Acara ini dilaksanakan secara hybrid pada Senin, 30 Desember 2024, bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung penyusunan dan implementasi Performance Improvement Plan (PIP) bagi daerah berkinerja rendah yang menerima DAU Specific Grant. Program PIP menjadi bagian dari inisiatif strategis Kementerian Kesehatan untuk memastikan kebijakan DAU Specific Grant menghasilkan peningkatan nyata dalam hasil pemberian layanan, khususnya di bidang kesehatan, infrastruktur jalan, dan sektor air minum.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI yang hadir di lokasi berbeda. Di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, narasumber yang hadir adalah Munim Fauzi, M. Hadi Subrata, dan Titin Timoriawati. Sementara itu, narasumber di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo memberikan materi secara hybrid. Moderator acara, Desie Frihandini Afief, SKM, M.H.Sc., dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, memastikan jalannya diskusi berlangsung dengan lancar dan produktif.

Materi Utama yang Disampaikan:

  1. Perkembangan dan Kebijakan DAU Tahun Anggaran 2025: Narasumber menjelaskan pentingnya program PIP sebagai alat strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja mereka. Program ini dirancang untuk mengatasi kendala dalam peningkatan pemberian layanan, termasuk kendala dalam manajemen, operasional, dan alokasi sumber daya.
  2. Dukungan untuk Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan: Sebagai bagian dari Program SINERGIS PforR, salah satu Deliverable Linked Indicator (DLI) 2 adalah meningkatkan kinerja daerah dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. PIP diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang menjadi hambatan dalam pemberian layanan kesehatan yang optimal.
  3. Implementasi Strategis di Tiga Sektor Utama: Program PIP menyoroti tiga sektor utama, yaitu sektor kesehatan, sektor jalan, dan sektor air minum, sebagai fokus peningkatan layanan melalui optimalisasi kebijakan DAU Specific Grant.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah berkinerja rendah. Dengan adanya FGD ini, diharapkan tercipta pedoman dan pelaksanaan PIP yang terintegrasi dan efektif di tingkat daerah, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Sukoharjo, bersama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mencapai target peningkatan pelayanan publik yang lebih baik.

Selasa, 24 Desember 2024

Sosialisasi SISKOHATKES New Generation untuk Persiapan Penyelenggaraan Kesehatan Haji 2025

 


Brebes – Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengadakan Pertemuan Sosialisasi SISKOHATKES New Generation pada Selasa (24/12/2024). Acara ini dilaksanakan di aula besar Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan haji.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan sistem informasi kesehatan haji yang lebih modern dan terintegrasi. “SISKOHATKES New Generation adalah inovasi yang akan membantu kita memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan efisien bagi para calon jemaah haji. Dengan sistem ini, kita dapat meningkatkan koordinasi, pemantauan, dan respons terhadap kebutuhan kesehatan jemaah,” ujar Ineke.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengelola Program Kesehatan Haji dan Petugas SISKOHATKES UOBF dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes, serta dokter dan petugas SISKOHATKES dari berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Brebes, RSUD Bumiayu, RSUD Ir. Soekarno, dan RSU Islami Mutiara Bunda. Para peserta diberikan pemaparan mengenai fitur-fitur terbaru dan mekanisme operasional SISKOHATKES New Generation yang akan diterapkan mulai tahun 2025.

Dalam sesi paparan, narasumber menjelaskan bahwa SISKOHATKES New Generation dirancang untuk mengintegrasikan data kesehatan calon jemaah haji secara real-time, mulai dari tahap pendaftaran hingga kepulangan. Sistem ini juga mempermudah pemantauan kondisi kesehatan jemaah selama proses ibadah haji, serta memungkinkan petugas medis untuk memberikan intervensi yang cepat dan tepat jika terjadi situasi darurat.

Selain itu, diskusi interaktif juga menjadi bagian dari pertemuan ini, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait implementasi sistem. Hal ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar lintas sektor yang terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan haji.


Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal dari serangkaian persiapan yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2025. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap SISKOHATKES New Generation, para petugas kesehatan diharapkan mampu memberikan layanan yang optimal dan memastikan kesehatan para calon jemaah haji tetap terjaga selama menjalankan ibadah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan nyaman bagi para calon jemaah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Lakukan Monitoring Pos Kesehatan Nataru Tahun 2025

 


Brebes – Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melakukan kegiatan monitoring Pos Kesehatan Nataru di berbagai titik strategis, Selasa, 24 desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap Pos Kesehatan dilengkapi dengan sarana dan fasilitas yang memadai guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama para pengguna jalan.

Monitoring dilakukan oleh beberapa tim yang dikoordinasikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes. Pos Kesehatan yang dimonitor mencakup titik-titik penting, terutama di Exit dan Rest Area Tol wilayah Brebes, serta sejumlah lokasi strategis lainnya di seluruh Kabupaten Brebes.

Dalam kunjungannya, tim monitoring memeriksa ketersediaan fasilitas kesehatan seperti obat-obatan, alat medis, tempat istirahat bagi petugas, serta kesiapan tenaga medis yang bertugas. Selain itu, dilakukan juga pengecekan prosedur penanganan darurat untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi-kondisi kritis yang mungkin terjadi selama periode Nataru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah proaktif dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode liburan. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Pos Kesehatan Nataru ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi lonjakan kasus darurat akibat meningkatnya mobilitas masyarakat,” ujar Ineke.

Salah satu titik yang menjadi fokus perhatian adalah Rest Area KM 260 Brebes, yang dikenal sebagai salah satu lokasi istirahat utama bagi pemudik. Di lokasi ini, tim monitoring memastikan kelengkapan alat medis seperti defibrillator, tandu, dan obat-obatan esensial. Selain itu, kesiapan petugas kesehatan juga dievaluasi untuk memastikan bahwa mereka memiliki perlengkapan pelindung diri (APD) dan mampu menjalankan tugas sesuai protokol.


Pos Kesehatan Nataru ini akan beroperasi selama 24 jam hingga akhir masa liburan. Setiap pos dilengkapi dengan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, yang siap memberikan pelayanan kesehatan baik untuk pemudik maupun masyarakat setempat.

Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Nataru. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pos Kesehatan apabila memerlukan bantuan medis selama perjalanan.

Dengan adanya kegiatan monitoring ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan menjaga kesehatan masyarakat selama periode liburan yang sibuk ini.

Rabu, 18 Desember 2024

Rapat Koordinasi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut di Brebes: Tingkatkan Komitmen dan Sinergi Pelayanan Kesehatan

 


Brebes, 18 Desember 2024 – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan BPJS Kesehatan Cabang Tegal menggelar Rapat Koordinasi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut di Kabupaten Brebes. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara rumah sakit negeri dan swasta dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas di Kabupaten Brebes.

Pertemuan yang dihadiri oleh para pemilik dan direktur rumah sakit ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., yang memberikan arahan tentang pentingnya peran fasilitas kesehatan rujukan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan daerah.

Dalam sambutannya, Ineke menyampaikan, “Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat. Koordinasi yang baik antar-pemangku kepentingan adalah kunci untuk memastikan keberhasilan sistem kesehatan.”

Pengarahan dan pembinaan utama diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc., M.Si. Dalam penyampaiannya, Yunita menekankan pentingnya komitmen seluruh fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat. “Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap tercipta sinergi yang solid antara rumah sakit negeri dan swasta di Brebes, sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Yunita.

Selain itu, dr. Elhamangto Zuhdan, M.K.M., Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, turut memberikan pembinaan kepada para peserta. Beliau menyoroti beberapa tantangan utama yang dihadapi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut, serta memberikan panduan strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan.

Rapat koordinasi ini juga menjadi forum diskusi antara peserta dengan narasumber terkait berbagai isu strategis, seperti pengelolaan pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berharap dapat mempererat koordinasi antara fasilitas kesehatan tingkat lanjut di Kabupaten Brebes sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Gelar Pertemuan Pengarahan dan Pembinaan Pencegahan Fraud di Kabupaten Brebes

 


Brebes, 20 Desember 2024 – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan BPJS Kesehatan Cabang Tegal menyelenggarakan pertemuan pengarahan, pembinaan, dan paparan terkait pencegahan kecurangan (fraud) di sektor kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh para pemilik dan direktur rumah sakit negeri maupun swasta di Kabupaten Brebes.

Pertemuan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, Ineke menekankan pentingnya komitmen dari seluruh pihak dalam menjaga integritas pelayanan kesehatan serta mencegah terjadinya kecurangan yang dapat merugikan masyarakat dan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pengarahan dan pembinaan utama diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc, M.Si. Dalam paparannya, Yunita menjelaskan bahwa kecurangan (fraud) adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program Jaminan Kesehatan melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Yunita juga mengingatkan bahwa pada tanggal 20 Desember 2024, dua rumah sakit swasta di Kabupaten Brebes terpaksa mengakhiri perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan akibat terbukti melakukan fraud. Hal ini menjadi peringatan keras agar semua rumah sakit di Brebes lebih berhati-hati dan mematuhi aturan yang berlaku. "Kami berharap agar para pemilik dan direktur rumah sakit dapat berkomitmen mendukung upaya pencegahan fraud demi keberlangsungan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berintegritas," tegasnya.

Setelah pengarahan tersebut, acara dilanjutkan dengan paparan mendalam tentang pencegahan fraud yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Elhamangto Zuhdan, M.K.M., dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Chohari. Mereka memberikan gambaran terkait bentuk-bentuk fraud yang sering terjadi, dampak negatifnya, serta langkah-langkah strategis untuk mencegahnya di rumah sakit.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta dapat berdiskusi langsung dengan para narasumber untuk menggali pemahaman lebih mendalam terkait kebijakan dan implementasi pencegahan fraud.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan rumah sakit, sehingga ke depannya tidak ada lagi kasus kecurangan yang merugikan masyarakat maupun program JKN. Komitmen bersama dari seluruh pemilik dan direktur rumah sakit menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim pelayanan kesehatan yang profesional dan bebas dari praktik curang.


Selasa, 17 Desember 2024

Pemusnahan Barang Milik Daerah Kadaluwarsa dan Rusak Berat di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 




Brebes, Selasa 17 Desember 2024 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan pemusnahan dan penghapusan barang milik daerah berupa persediaan barang cetakan yang telah dalam keadaan kadaluwarsa atau rusak berat. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Bupati Brebes Nomor 000.2.4/1598/XI/2024 tentang Penghapusan Barang Milik Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Pemusnahan tersebut disaksikan langsung oleh Perwakilan dari Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Brebes dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, MH. Sebelumnya, Imam Budi Santoso memberikan arahan penting terkait mekanisme dan tujuan pemusnahan ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah serta upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan aset pemerintah.

“Pemusnahan barang cetakan yang kadaluwarsa atau rusak berat ini merupakan langkah tepat untuk menghindari potensi penumpukan barang yang tidak lagi memiliki nilai manfaat. Hal ini sejalan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset daerah,” ujar Imam Budi Santoso dalam sambutannya.


Proses pemusnahan dilakukan dengan teliti dan sesuai prosedur yang berlaku. Barang-barang cetakan yang sudah tidak layak tersebut dimusnahkan agar tidak disalahgunakan atau menimbulkan potensi masalah di kemudian hari. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dengan pengawasan ketat dari pihak-pihak terkait.

Dengan dilaksanakannya pemusnahan ini, diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dapat lebih optimal dalam mengelola aset dan persediaan barang, serta memastikan semua barang yang digunakan memiliki nilai guna yang tinggi dan mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Acara ini ditutup dengan penandatanganan berita acara pemusnahan yang menjadi bukti resmi pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kabupaten Brebes.


Senin, 16 Desember 2024

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Lakukan Monitoring Pos Kesehatan di Daerah Terdampak Longsor di Salem

 


Brebes, 16 Desember 2024 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan monitoring Pos Kesehatan di daerah terdampak longsor di Kecamatan Salem. Monitoring ini dilakukan langsung oleh Kepala Bidang P2P, dr. Ign Adhi Pujo Astowo, bersama tim dari Dinas Kesehatan serta didukung oleh Tim dari Puskesmas Salem dan Puskesmas Bentar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan pelayanan kesehatan tetap terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana longsor dapat menerima pelayanan kesehatan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, tim juga memeriksa kondisi sarana kesehatan di posko serta kebutuhan logistik medis lainnya.

“Kami memastikan bahwa seluruh obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya di Pos Kesehatan tersedia dengan aman dan mencukupi. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Puskesmas Salem dan Puskesmas Bentar untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan di lapangan,” ujar dr. Ign Adhi Pujo Astowo.

Selain memastikan ketersediaan obat-obatan, monitoring ini juga mencakup evaluasi layanan kesehatan kepada warga terdampak, terutama untuk mengantisipasi penyakit akibat situasi pasca-bencana seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana, termasuk memperkuat koordinasi dengan tim kesehatan di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, menyatakan bahwa upaya tanggap darurat ini menjadi prioritas untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

“Masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dipersilakan untuk mengunjungi Pos Kesehatan terdekat. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi arahan tim medis guna mencegah potensi penyebaran penyakit di lokasi pengungsian.

Konferensi Pers: Koordinasi Layanan Kesehatan Peserta JKN di Kabupaten Brebes

 


Brebes, 16 Desember 2024 – Dinas Kesehatan  Kabupaten Brebes bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar konferensi pers terkait pengakhiran kerja sama dengan Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes dan Rumah Sakit Bhakti Asih Jatibarang yang efektif berlaku mulai tanggal 20 Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk memastikan peserta program JKN/KIS tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal meskipun ada perubahan pada fasilitas rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes dan BPJS Kesehatan telah menyusun langkah-langkah koordinasi untuk menjamin kelancaran proses transisi ini. Tiga poin utama yang menjadi fokus koordinasi adalah sebagai berikut:

  1. Penyampaian Informasi kepada Peserta JKN/KIS Terdaftar
    Seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Kabupaten Brebes diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi terkait perubahan layanan rujukan kepada peserta JKN/KIS terdaftar. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami perubahan yang terjadi dan dapat mengakses layanan kesehatan dengan baik di fasilitas baru yang telah ditunjuk.
  2. Alih Pelayanan Pasien Gagal Ginjal Kronik
    Khusus bagi peserta JKN/KIS terdaftar yang menderita gagal ginjal kronik dan mendapatkan pelayanan hemodialisis (cuci darah) di RS Bhakti Asih Brebes, pelayanan tersebut akan dialihkan ke RSUD Brebes dan RSU Islami Mutiara Bunda Tanjung. Kedua rumah sakit ini telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pasien-pasien tersebut.
  3. Dukungan FKTP dalam Kelancaran Informasi
    FKTP memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan perubahan ini kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Brebes berharap FKTP dapat berperan aktif dalam memastikan peserta JKN/KIS terus mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa kendala.

Dalam kesempatan ini, BPJS Kesehatan juga mengimbau peserta JKN/KIS untuk tetap tenang dan mengikuti arahan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan terkait. Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Brebes, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Kami berkomitmen untuk memastikan semua peserta JKN/KIS tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, khususnya bagi mereka yang membutuhkan layanan rujukan dan terapi rutin seperti hemodialisis. Kami percaya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, FKTP, dan masyarakat akan membantu melewati proses ini dengan lancar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan.


Selasa, 10 Desember 2024

Pemerintah Kabupaten Brebes Raih Penghargaan Pembina Terbaik Program POSS 2024

 


Brebes, 10 Desember 2024 – Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Brebes meraih Penghargaan Apresiasi Pembina Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Program Pangan Olahan Siap Saji (POSS) Tahun 2024 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Sutaryono, SH, M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, dalam sebuah acara yang berlangsung di Jakarta.

Program POSS merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pangan olahan yang aman, sehat, dan siap saji, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Kabupaten Brebes dinilai memiliki komitmen tinggi dalam pembinaan program ini, mulai dari penyuluhan, pelatihan, hingga pengawasan kualitas pangan olahan di berbagai sektor.


Pj Sekda Sutaryono menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, yang telah berperan aktif dalam memajukan program POSS di Kabupaten Brebes.

“Penghargaan ini bukan hanya milik Pemerintah Kabupaten Brebes, tetapi juga milik seluruh masyarakat Brebes yang telah mendukung penuh pelaksanaan program POSS. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pangan olahan demi kesehatan masyarakat,” ujar Sutaryono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Ineke Tri Sulistyowaty, menyampaikan bahwa program POSS di Brebes telah mencakup berbagai inovasi, termasuk pemberdayaan pelaku usaha pangan lokal. “Kami berkomitmen untuk terus membina pelaku usaha pangan agar menghasilkan produk yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar,” ungkapnya.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menjalankan program-program inovatif di bidang kesehatan dan pangan. Diharapkan, prestasi ini dapat memacu semangat seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Brebes yang lebih sehat dan sejahtera.


Senin, 09 Desember 2024

Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Brebes: Upaya Meningkatkan Level Penghargaan Swasti Saba di Tahun 2025

 


Brebes – Pada Senin, 9 Desember 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Seksi Promosi Kesehatan dan Lingkungan (Promkesling) menggelar Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat. Acara yang berlangsung dengan antusias ini dihadiri oleh berbagai pihak lintas program dan lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Brebes sebagai kabupaten yang sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dinilai setiap tahun ganjil. Setelah berhasil mengikuti penilaian KKS pada tahun 2023, Brebes akan kembali berpartisipasi pada tahun 2025 dengan target meningkatkan level penghargaan dari Swasti Saba Padapa menjadi Swasti Saba Wiwerda.

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama yang lebih maksimal antara lintas program dan lintas sektor. Salah satu elemen penting adalah penguatan peran Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) yang berfungsi sebagai motor penggerak kelembagaan di tingkat desa hingga kecamatan,” ujar Ineke.

Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dr. Muhtar, SKM, M.Kes., yang menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama untuk mendorong tercapainya indikator-indikator kesehatan lingkungan.


Sebagai penguat materi, beberapa narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam. Narasumber Emi Sri Hartati, SKM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyampaikan materi terkait strategi peningkatan kualitas kelembagaan di tingkat desa dan kecamatan. Sementara itu, Zoky Abadi Harahap, SKM, M.Kes., dan Arfianti Dewi, AMKL, dari Balkesmas Semarang memaparkan teknis program kesehatan lingkungan serta peran penting sanitasi dalam mendukung Kabupaten/Kota Sehat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes optimis dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi penilaian Swasti Saba tahun 2025. Komitmen bersama lintas sektor diharapkan mampu membawa Brebes naik ke level penghargaan yang lebih tinggi, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dari pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung lancar dengan semangat kolaborasi yang kuat dari semua pihak. Semoga Brebes terus melangkah maju menuju kabupaten yang lebih sehat dan berkualitas.

Sabtu, 07 Desember 2024

Jalan Sehat dan Senam Bersama Peringati Hari AIDS Sedunia

 


Brebes, 6 Desember 2024 – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan jalan sehat dan senam bersama di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan dukungan terhadap orang-orang yang terdampak HIV/AIDS. Kegiatan ini diikuti oleh petugas pengelola program HIV/AIDS dari 38 puskesmas se-Kabupaten Brebes, perwakilan RSUD Kabupaten Brebes, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), serta karyawan dan karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting mengenai perlunya dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan AIDS dan penghapusan stigma negatif terhadap penyintas HIV/AIDS. "Hari AIDS Sedunia adalah momen penting untuk memperbarui komitmen kita dalam mendukung program-program penanggulangan AIDS. Lebih dari itu, kita juga harus berusaha menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap saudara-saudara kita yang hidup dengan HIV/AIDS. Dukungan moral dan sosial sangat berarti bagi mereka," ungkap Ineke.

Selain meningkatkan kesadaran, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas olahraga. Jalan sehat dan senam bersama menjadi simbol solidaritas sekaligus pengingat bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui peringatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu HIV/AIDS serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh empati.