Kamis, 30 Oktober 2025

Bupati Brebes Dampingi BPKP Jateng Tinjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis

 


Brebes, 30 Oktober 2025 — Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., mendampingi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudro, dalam kegiatan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes, Kamis (30/10).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang menjadi dasar dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Brebes.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Pengawasan Bidang Instansi Pemerintah Pusat BPKP, Ahmad Baihaqi; Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes.; Inspektur Daerah Kabupaten Brebes, Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si.; serta perwakilan dari Puskesmas Brebes.

 

Bupati Brebes menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh BPKP Provinsi Jawa Tengah terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Brebes. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi pengawas, dan tenaga kesehatan merupakan langkah penting untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan adanya pendampingan dan evaluasi dari BPKP, kami yakin program ini dapat terus ditingkatkan dari sisi kualitas, transparansi, dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Bupati Paramitha.

Sementara itu, Kepala BPKP Provinsi Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudro, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengelolaan dan pendistribusian pangan bergizi, sekaligus memastikan pemanfaatan anggaran berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan efektivitas.

“Program MBG merupakan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa setiap tahapan — mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi — sesuai standar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat,” terangnya.

 

Rombongan melakukan kunjungan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  yang menjadi tempat pengolahan bahan pangan sehat dan bergizi untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Di lokasi tersebut, tim BPKP bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes meninjau proses pengolahan, pengepakan, serta standar kebersihan yang diterapkan.

Setelah melakukan peninjauan di SPPG, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengikuti pendistribusian Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 3 Brebes. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memastikan bahwa makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan serta didistribusikan secara tepat waktu dan merata.


Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa pihaknya berperan aktif dalam melakukan pemantauan terhadap kualitas makanan, kandungan gizi, serta aspek kebersihan dalam pelaksanaan program MBG.

“Dinas Kesehatan berkomitmen memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada peserta didik memiliki komposisi gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Kami juga terus melakukan pembinaan kepada penyedia agar standar produksi dan kebersihan selalu terjaga,” jelas Ineke.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Brebes, sebagai upaya nyata untuk menekan angka kekurangan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.

Dengan adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Brebes, BPKP, dan Dinas Kesehatan, diharapkan pelaksanaan program ini dapat berjalan semakin baik dan berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan lokal, program MBG juga diharapkan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro di sektor pangan bergizi.

Bupati Brebes menegaskan bahwa Pemkab Brebes akan terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat dan pengawasan pelaksanaan program pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap anak di Brebes mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat dan kuat. Makan bergizi adalah pondasi utama untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Rabu, 29 Oktober 2025

Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan: Penguatan Sinergi Layanan Kesehatan di Kabupaten Brebes

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan pada hari ini di Aula Dinkesda Brebes.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinkesda Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., dan diikuti oleh seluruh perwakilan dari 38 Puskesmas serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Kabupaten Brebes.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar unit pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu layanan dan pencapaian program prioritas kesehatan daerah.
Dalam arahannya, Kepala Dinkesda Brebes menekankan pentingnya kolaborasi, keterpaduan data, serta komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita harapkan seluruh jajaran kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit, dapat bekerja lebih terarah, selaras, dan berorientasi pada hasil. Setiap program kesehatan harus berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Brebes,” ujar Ineke Tri Sulistyowaty.


Selain pembahasan capaian program kesehatan, rapat ini juga menjadi forum untuk menyampaikan berbagai strategi dan kebijakan terkini di bidang kesehatan, termasuk penguatan manajemen data, kesiapsiagaan penyakit menular, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan di lapangan.

Dinkesda Brebes terus berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor guna mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Selasa, 28 Oktober 2025

Pertemuan Refreshing dan Validasi Data Program DBD

 


Brebes — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes pada hari ini menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Refreshing dan Validasi Data Program DBD, yang merupakan bagian dari Sub Kegiatan Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak Menular. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Brebes dan diikuti oleh para pengelola Program DBD dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Brebes. Angka kesakitan (Incidence Rate) dan angka kematian (Case Fatality Rate) akibat DBD cenderung berfluktuasi dari tahun ke tahun, dan masih sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) yang memerlukan respon cepat dari layanan kesehatan.

Keberhasilan dalam penanggulangan DBD sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu. Namun, dalam praktiknya, pelaporan data dari fasilitas pelayanan kesehatan ke dinas kesehatan kerap menghadapi kendala seperti ketidaksesuaian antar sumber data, keterlambatan pelaporan, hingga variabel data yang belum terisi dengan benar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas analisis epidemiologi dan efektivitas pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan DBD di lapangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinkesda Brebes menginisiasi pertemuan refreshing dan validasi data sebagai upaya peningkatan kapasitas petugas program DBD di tingkat puskesmas. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penyegaran pemahaman teknis mengenai pengelolaan data DBD—meliputi pencatatan, pelaporan, analisis, serta penggunaan aplikasi surveilans. Selain itu, dilakukan pula validasi data guna memastikan konsistensi, ketepatan, dan keakuratan data kasus DBD yang telah terkumpul, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan evaluasi program penanggulangan DBD di Kabupaten Brebes.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sugeng Riyanto, SKM., M.Kes., selaku Programer DBD dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yang memberikan pembaruan informasi terkait pedoman teknis dan kebijakan terbaru dalam surveilans DBD.

Adapun tujuan dari pertemuan ini antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas petugas dalam pengelolaan data program DBD agar tersedia data yang valid, reliabel, dan siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
  • Menyamakan persepsi terkait indikator, format, dan mekanisme pelaporan data DBD.
  • Melakukan validasi data DBD dari puskesmas untuk memastikan kebenaran, kelengkapan, dan konsistensinya.
  • Memberikan pembaruan informasi terkait pedoman teknis terbaru dalam surveilans DBD.
  • Mengidentifikasi kendala pencatatan dan pelaporan serta menyusun solusi perbaikan bersama.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh pengelola program DBD dapat semakin terampil, sigap, dan konsisten dalam melakukan pengelolaan serta pelaporan data. Data yang valid dan tepat waktu akan menjadi fondasi penting dalam upaya bersama menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD di Kabupaten Brebes.

Senin, 27 Oktober 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Acara Pisah Sambut Pegawai dan Tasyakuran Nomenklatur Baru

 


Brebes, 27 Oktober 2025 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar acara Pisah Sambut Pegawai dan Tasyakuran Nomenklatur Baru yang berlangsung di Aula Dinkesda Brebes, Senin (27/10).

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., dan dihadiri oleh seluruh pegawai Dinkesda, UPT Kantor Pengelolaan dan Pengawasan Kesehatan (KP2K), serta UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kegiatan ini menjadi momen penuh makna dan kebersamaan, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi para pegawai yang berpindah tugas serta penyambutan pejabat baru di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan prosesi pisah sambut untuk:

  • Bapak Imam Budi Santoso, S.ST., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinkesda Kabupaten Brebes, kini mendapat amanah baru sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.
  • Ibu Anggia Rahmadian. W., SKM., yang kini menempati jabatan baru sebagai Kepala Bagian Perencanaan RSUD Brebes.
  • Sekaligus penyambutan kepada Ibu Umiyati, SE., MM., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Brebes.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas pengabdian serta kerja sama yang telah terjalin selama ini.

“Mutasi dan rotasi jabatan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Selain sebagai bentuk penyegaran, juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat baru dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Brebes,” tutur Ineke Tri Sulistyowaty.

Beliau juga menyampaikan harapan agar pejabat yang baru bergabung dapat membawa energi positif dan turut memperkuat kinerja tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes ke depan.

Selain acara pisah sambut, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tasyakuran perubahan nomenklatur dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menjadi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Perubahan ini merupakan penyesuaian terhadap ketentuan peraturan terbaru yang menegaskan fungsi dan peran strategis Dinas Kesehatan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan.


Acara berlangsung dengan suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Dinkesda Brebes diharapkan semakin solid, bersemangat, dan terus berkomitmen untuk mewujudkan “Brebes Sehat, Maju, dan Berdaya.”

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Semangat Pelayanan

 


Brebes, 27 Oktober 2025 – Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., memimpin apel pagi yang dilaksanakan di halaman depan kantor Dinkesda Brebes, Senin (27/10).

Apel pagi diikuti oleh seluruh pegawai Dinas Kesehatan, UPT KP2K, serta UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan aparatur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik di bidang kesehatan.

Dalam amanatnya, Kepala Dinas menyampaikan pentingnya menjaga semangat kerja dan meningkatkan kinerja individu maupun tim, terutama dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

“Apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum untuk menyamakan langkah, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Brebes,” ujar Ineke Tri Sulistyowaty.

Beliau juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme, serta menanamkan nilai-nilai kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Kepala Dinas berharap, seluruh ASN dan tenaga kesehatan di lingkungan Dinkesda dapat menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etos kerja.

Kegiatan apel pagi diakhiri dengan penyampaian beberapa informasi dan arahan terkait pelaksanaan program kerja Dinkesda Brebes, termasuk rencana kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Puskesmas dan UPTD.


Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan, serta mewujudkan “Brebes Sehat dan Maju Bersama.” 💚

Minggu, 26 Oktober 2025

Sosialisasi Germas Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis di Ponpes Darussalam Jatibarang: Wujud Sinergi Bersama Wujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Hepatitis

 


Brebes, 26 Oktober 2025 – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menghadiri kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darussalam, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Penyakit Menular Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hepatitis serta pentingnya pencegahan sejak dini.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya edukasi kesehatan, khususnya di lingkungan pesantren. “Pesantren adalah komunitas besar yang berpotensi menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini, kami berharap santri dan masyarakat sekitar semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit menular seperti hepatitis,” ujarnya.

Hepatitis virus merupakan salah satu penyakit endemis yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Virus Hepatitis B dan C dapat menginfeksi hati secara akut maupun kronis hingga menyebabkan kematian, sementara Hepatitis A sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang memerlukan penanganan cepat serta sumber daya besar. Selain berdampak pada kesehatan, hepatitis juga mempengaruhi sektor ekonomi, pariwisata, dan berpotensi menyebar lintas daerah bahkan lintas negara.

Penularan Hepatitis B dan C dapat terjadi secara vertikal (dari ibu ke anak) maupun horizontal (antar individu), sedangkan Hepatitis A menular melalui jalur fecal-oral yang sangat erat kaitannya dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang berkelanjutan untuk memberikan pengetahuan yang benar kepada masyarakat mengenai cara pencegahan, tanda dan gejala, hingga perkembangan pengobatannya.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat tercapai beberapa tujuan penting, antara lain:

  1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat serta pemangku kepentingan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan hepatitis.
  2. Mendorong dukungan dan kerja sama lintas sektor dalam percepatan program pengendalian hepatitis.
  3. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini, vaksinasi, serta pengobatan hepatitis B dan C.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan cek kesehatan gratis oleh Puskesmas Jatibarang, yang mendapat sambutan antusias dari para santri dan masyarakat sekitar.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Brebes semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit hepatitis dan penyakit menular lainnya.

Jumat, 24 Oktober 2025

DINKES BREBES GELAR SKRINING TBC DENGAN PORTABLE X-RAY DI JATIBARANG LOR

 


Brebes – Dalam upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan menekan penularannya di masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama Puskesmas Jatibarang serta Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) menggelar kegiatan skrining TBC menggunakan Portable X-Ray di Balai Desa Jatibarang Lor, Jumat (24/10).

Kegiatan ini menyasar kontak erat atau keluarga pasien TB sebagai kelompok berisiko tinggi. Sebanyak lebih dari 50 orang mengikuti pemeriksaan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan rontgen dada menggunakan Portable X-Ray, serta pengambilan sampel dahak bagi peserta dengan hasil rontgen yang mengarah pada indikasi Tuberkulosis.

Selain pemeriksaan, peserta yang terdeteksi berisiko akan mendapatkan terapi pencegahan TBC (TPT) sesuai pedoman nasional.


Kegiatan skrining ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Brebes, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor dalam penanggulangan TBC di wilayah Brebes.

“Skrining aktif seperti ini sangat penting untuk memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat. Dengan dukungan teknologi Portable X-Ray, proses deteksi bisa dilakukan lebih cepat dan efisien di lapangan,” ujar dr. Adhi.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC semakin meningkat, sehingga target Indonesia Bebas TBC tahun 2030 dapat terwujud.

Kamis, 23 Oktober 2025

Bupati Brebes Serahkan Bantuan Transport bagi 9.050 Kader Kesehatan: Apresiasi untuk Garda Terdepan Pembangunan Kesehatan

 


Brebes, 23 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan semangat para kader kesehatan.
Bertempat di Puskesmas Pemaron, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM. secara simbolis menyerahkan Bantuan Transport bagi Kader Kesehatan se-Kabupaten Brebes pada Kamis (23/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., beserta jajaran pejabat struktural Dinkesda. Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme, dengan hadirnya para kader kesehatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan rasa bangga dan haru atas semangat luar biasa para kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami merasa sangat bangga dan terharu melihat antusiasme serta semangat para kader kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas mulia di tengah masyarakat. Peran para kader sangatlah strategis dan vital, bukan hanya di bidang kesehatan, tetapi juga dalam lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati.

Jumlah kader kesehatan di Kabupaten Brebes saat ini mencapai 9.050 orang. Melalui program ini, masing-masing kader menerima bantuan transport sebesar Rp 250.000,- dengan total nilai bantuan tahun 2025 mencapai Rp 2.262.500.000,- (dua miliar dua ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih Pemerintah Kabupaten Brebes atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian para kader kesehatan.
“Kami sangat memahami bahwa tugas kader kesehatan tidaklah mudah. Mereka sering kali harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi pribadi demi membantu masyarakat. Karena itu, bantuan transport ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban serta menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Brebes menegaskan agar bantuan ini tidak dilihat semata dari nilai nominalnya, melainkan sebagai simbol penghargaan dan pengakuan atas jasa besar para kader kesehatan.
“Pandanglah bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan rasa hormat kami. Kerja keras dan pengabdian Anda semua sungguh sangat berarti bagi masyarakat dan pemerintah. Teruslah semangat, teruslah berinovasi, dan teruslah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di bidang kesehatan,” pesan Bupati.

Kegiatan penyerahan bantuan transport ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader di lapangan.
Dengan dukungan dan apresiasi seperti ini, diharapkan para kader kesehatan semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Brebes.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan Daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan di daerah.
Langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk mewujudkan “Brebes Sehat, Brebes Maju, Brebes Beres.”

Bupati Brebes Serahkan Bantuan Laptop, PC, dan Printer kepada 11 Puskesmas dalam Program “Beresi Faskes”

 


Brebes, 23 Oktober 2025 — Upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya melalui program “Beresi Faskes” (Bebenah Fasilitas Kesehatan), yang bertujuan untuk memperkuat sarana penunjang di fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM. secara simbolis menyerahkan bantuan laptop, PC, dan printer kepada 11 Puskesmas di Kabupaten Brebes, bertempat di Puskesmas Pemaron, pada Kamis (23/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes., Sekretaris Dinkesda, serta Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya promotif, preventif, dan kuratif di bidang kesehatan masyarakat.
“Seiring perkembangan zaman, Puskesmas dituntut untuk berinovasi, baik dalam perencanaan program, pencatatan data, maupun pelaporan kegiatan. Karena itu, sarana pendukung seperti laptop, PC, dan printer sangat dibutuhkan agar pekerjaan menjadi lebih efisien dan terukur,” ujar Ineke Tri Sulistyowaty.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bantuan ini juga menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap dedikasi dan kerja keras seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas yang selama ini terus berjuang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Puskesmas untuk semakin meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, dan berinovasi dalam pelayanan kesehatan.
“Perangkat ini bukan sekadar alat kerja, tetapi bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Kami berharap perangkat ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Brebes,” tutur Bupati.

Sementara itu, para perwakilan dari 11 Puskesmas penerima bantuan tampak sangat antusias, bahagia, dan berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Brebes.
Kepala Puskesmas Pemaron, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang diberikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya laptop, PC, dan printer baru, tentu akan memudahkan proses administrasi, pelaporan, serta mendukung kelancaran pelaksanaan program kesehatan di lapangan. Kami merasa diperhatikan dan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan oleh beberapa Kepala Puskesmas lain yang hadir. Mereka menyatakan bahwa perangkat ini akan langsung dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan operasional, terutama dalam sistem pelaporan digital yang kini menjadi kebutuhan penting di setiap Puskesmas.

Program Beresi Faskes menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperkuat infrastruktur dan teknologi informasi di bidang kesehatan.
Melalui dukungan sarana dan prasarana ini, diharapkan seluruh Puskesmas dapat semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era digital serta mempercepat terwujudnya Brebes Sehat, Brebes Maju.

Senin, 20 Oktober 2025

SOSIALISASI AKTIVASI AKUN CORETAX ORANG/PRIBADI UNTUK 38 PUSKESMAS

 


Brebes, Senin (20/10/2025) – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melalui Subbagian Program dan Keuangan menggelar kegiatan Sosialisasi Aktivasi Akun Coretax Orang/Pribadi, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Acara dibuka secara resmi oleh Kasubag Program dan Keuangan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Budi Listyani, SKM, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mendukung implementasi sistem perpajakan digital pemerintah melalui aplikasi Coretax. Sistem ini merupakan inovasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mempermudah wajib pajak dalam melakukan pengelolaan dan pelaporan pajak secara daring.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat memahami dengan baik cara aktivasi dan penggunaan akun Coretax. Dengan begitu, proses administrasi perpajakan dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Budi Listyani dalam sambutannya.

Adapun narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini adalah Thorieq Mulya Milady, A.Md.Ak dan Nur Akhmad Tashadi, yang secara komprehensif memaparkan materi terkait prosedur aktivasi akun Coretax, pengelolaan data perpajakan pribadi, hingga tata cara pelaporan pajak elektronik. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung aktivasi akun serta berdiskusi mengenai kendala yang kerap dihadapi di lapangan.


Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta, karena dinilai sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan keterampilan teknis terkait kewajiban perpajakan individu di lingkungan ASN. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes untuk mendorong tata kelola administrasi keuangan yang lebih tertib, modern, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai di 38 Puskesmas dapat segera mengaktifkan akun Coretax masing-masing, serta mampu melakukan pelaporan pajak pribadi secara mandiri dan tepat waktu. Langkah ini merupakan wujud komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dalam mendukung transformasi digital di bidang administrasi publik, khususnya dalam sektor perpajakan.

Kamis, 16 Oktober 2025

Visitasi Dinkesda Kabupaten Brebes ke RS Prima Insan Mulia Losari: Komitmen Penguatan Pelayanan Kesehatan Rujukan

 


Losari, 16 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memastikan kesesuaian standar operasional fasilitas kesehatan di wilayahnya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, bersama tim melakukan kegiatan visitasi ke Rumah Sakit Prima Insan Mulia Losari, pada Kamis pagi (16/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Dinas Kesehatan untuk melakukan pembinaan, pemantauan, serta penguatan koordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan di wilayah Kabupaten Brebes, khususnya wilayah perbatasan seperti Kecamatan Losari.

Dalam kunjungan tersebut, tim Dinas Kesehatan meninjau langsung berbagai unit layanan di RS Prima Insan Mulia, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, poliklinik, farmasi, hingga unit penunjang laboratorium dan radiologi.

"Visitasi ini bukan hanya sekadar peninjauan, namun juga bentuk sinergi antara Dinas Kesehatan dan rumah sakit swasta untuk terus menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan sesuai standar, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan pasien," ujar Ineke Tri Sulistyowaty saat berdialog dengan jajaran manajemen rumah sakit.


Selain peninjauan fisik, kunjungan ini juga diisi dengan diskusi teknis antara tim Dinas Kesehatan dan manajemen rumah sakit mengenai beberapa aspek penting, seperti:

  • Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan rujukan
  • Ketersediaan tenaga kesehatan dan peralatan medis
  • Pelaporan sistem informasi rumah sakit ke Dinas Kesehatan
  • Kesiapsiagaan fasilitas dalam menghadapi kedaruratan medis

Manajemen RS Prima Insan Mulia menyambut baik visitasi ini dan menyampaikan komitmennya untuk terus berbenah serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan visitasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih solid, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap semua fasilitas pelayanan kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta.

"Kami akan terus hadir, mendampingi, dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Brebes mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata, di mana pun mereka berada," tutup Kepala Dinas.

Sosialisasi Tools Monev SPM Kesehatan: Langkah Strategis Brebes Tingkatkan Mutu Pelayanan Dasar

 


Brebes, 16 Oktober 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Sosialisasi Tools Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPM Kesehatan, Kamis (16/10), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Pasal 6 Permenkes No. 6 Tahun 2024 yang mengatur tentang pemantauan, evaluasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap mutu pelayanan dasar kesehatan. Untuk mendukung pelaksanaan teknis monitoring dan evaluasi, Kementerian Kesehatan RI telah mengembangkan sebuah alat bantu (tools) yang kini mulai diperkenalkan kepada pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.

Acara secara resmi dibuka oleh Sri Nani Purwaningrum, SKM, M.Kes, selaku Kepala Bidang SDK Dinkes Brebes, yang menyampaikan pentingnya adaptasi cepat terhadap sistem digital dalam pelaporan dan evaluasi kinerja layanan dasar kesehatan.

"Dengan hadirnya tools Monev ini, kami berharap pengelolaan data SPM di setiap puskesmas menjadi lebih akurat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Sri Nani dalam sambutannya.

Hadir sebagai narasumber utama, Riati Anggriani, SH, MARS, M.Hum, Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kementerian Kesehatan RI, yang memaparkan secara komprehensif tentang dasar hukum dan strategi implementasi SPM berdasarkan Permenkes No. 6 Tahun 2024.

Sementara itu, Rian Arie Gustaman dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi membawakan sesi praktis mengenai penggunaan tools validasi dan evaluasi data lapangan.

Peserta kegiatan terdiri dari para programmer pengampu SPM bidang kesehatan dan Penanggung Jawab (Pj) Cluster 1 Puskesmas se-Kabupaten Brebes yang secara aktif mengikuti sesi-sesi sosialisasi dan praktik pengisian tools.

Kegiatan ini terbagi dalam empat sesi utama, yaitu:

  1. Penjelasan Permenkes No. 6 Tahun 2024 tentang SPM
  2. Evaluasi dan Validasi Pelaksanaan SPM – membahas metodologi evaluasi, indikator kunci, dan tantangan implementasi di lapangan
  3. Pengenalan Tools Validasi SPM – mencakup demonstrasi fitur, struktur aplikasi, dan tata cara penggunaan
  4. Latihan Pengisian Tools untuk Triwulan 3 – sesi praktik langsung yang disertai studi kasus dan diskusi interaktif

Untuk mendukung kegiatan ini, peserta diwajibkan membawa sejumlah dokumen penting seperti data pasien berdasarkan 12 indikator layanan, dokumen SOP, inventarisasi barang, serta perangkat kerja berupa laptop dan koneksi internet.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan tools monitoring dan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dasar kesehatan di Kabupaten Brebes.

"Mari kita jadikan Brebes sebagai kabupaten percontohan dalam implementasi Monev SPM yang akuntabel dan efektif. Ini bukan sekadar soal pelaporan, tapi tentang memastikan layanan dasar yang layak bagi seluruh masyarakat," ujar salah satu narasumber di akhir sesi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan langkah antar lintas sektor dalam mendukung upaya transformasi sistem kesehatan nasional yang berbasis data dan teknologi.

Rabu, 15 Oktober 2025

Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kredensial Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Puskesmas

 


Brebes, 15 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kredensial Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, yang berlangsung pada hari ini di Aula Dinkesda Kabupaten Brebes.

Acara ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Brebes, masing-masing mengirimkan dua orang peserta dari total 38 Puskesmas yang ada. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya proses kredensial sebagai bentuk penjaminan mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan.

Kredensial bukan hanya prosedur administratif semata, melainkan fondasi untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan yang memberikan layanan telah memenuhi standar kompetensi dan profesionalisme yang ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan,” ujarnya.


Sebagai narasumber pada kegiatan ini, hadir dua pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yaitu Heri Purnomo, SKM, M.Kes dan Wafika Rahmawati, S.Kep, Ns, M.Kes, yang memberikan pemaparan mendalam terkait konsep, regulasi, serta mekanisme pelaksanaan kredensial di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya di lingkungan Puskesmas.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, para peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang selama ini dihadapi dalam proses pelaksanaan kredensial di masing-masing wilayah kerja. Diharapkan, melalui kegiatan ini, koordinasi dan pemahaman antar tenaga medis dan pengelola Puskesmas semakin meningkat, sehingga proses kredensial dapat berjalan optimal dan konsisten di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam mendorong transformasi layanan primer yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien, sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang kesehatan.

Senin, 13 Oktober 2025

Dinkesda Brebes Gelar Rapat Evaluasi Program Unggulan “Nakes Door To Door” dan “Beresi Faskes”

 


Brebes, 13 Oktober 2025 — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar rapat internal evaluasi pelaksanaan dua program unggulan, yaitu “Nakes Door To Door” dan “Beresi Faskes”, bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan bidang serta para programer dari berbagai unit kerja di lingkungan Dinkesda Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Kadinkesda Brebes menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan kedua program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Program Nakes Door To Door merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Sedangkan Beresi Faskes berfokus pada pembenahan dan peningkatan mutu fasilitas kesehatan agar pelayanan yang diberikan semakin optimal,” jelas Ineke.

Program “Nakes Door To Door” sendiri merupakan program unggulan dari Bupati dan Wakil Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, SE, MM dan Wurja, SE, yang bertujuan menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke rumah-rumah warga. Layanan ini menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, seperti lansia, ibu hamil berisiko tinggi, dan penderita penyakit kronis.

Sementara itu, “Beresi Faskes” atau Beresin Fasilitas Kesehatan merupakan langkah strategis dalam peningkatan sarana dan prasarana puskesmas dan pustu, guna mendukung pelayanan kesehatan yang lebih layak, nyaman, dan ramah masyarakat.

Rapat evaluasi ini membahas capaian program hingga triwulan ketiga tahun 2025, kendala-kendala lapangan yang dihadapi, serta strategi perbaikan ke depan. Sejumlah masukan dan rekomendasi dari para bidang dan programer akan dirumuskan sebagai bahan perencanaan program tahun berikutnya.

Diharapkan, melalui evaluasi menyeluruh ini, Dinkesda Kabupaten Brebes dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat peran program kesehatan dalam mendukung visi Kabupaten Brebes yang lebih sehat dan sejahtera.

Jumat, 10 Oktober 2025

Cegah Penyakit Sejak Dini, Seluruh Karyawan Dinkesda Brebes, Labkesda, KP2K, dan Koperasi Syariah Bina Husada Ikuti Cek Kesehatan Gratis

 


Brebes, 10 Oktober 2025 – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesehatan para pegawai, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis yang diikuti oleh seluruh karyawan Dinkesda, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Kantor Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Paru dan Kusta Kesehatan (KP2K), serta Koperasi Syariah Bina Husada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini, Jumat (10/10), bertempat di Aula Dinkesda Brebes.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan pegawai. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara lengkap yang meliputi:

  • Pengukuran tinggi badan dan berat badan
  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah
  • Pemeriksaan kesehatan gigi
  • Pemeriksaan umum oleh tenaga medis, termasuk konsultasi keluhan kesehatan yang dirasakan

Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis profesional dari Puskesmas Kaligangsa, yang dengan sigap melayani setiap peserta dengan ramah dan teliti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan produktif. Selain itu, pemeriksaan kesehatan berkala juga sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit tidak menular yang kerap terjadi tanpa gejala awal yang jelas.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan para karyawan, tapi juga sebagai edukasi agar semua semakin peduli terhadap gaya hidup sehat. Pegawai yang sehat tentu akan lebih optimal dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar beliau dalam sambutannya.


Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para karyawan. Banyak dari mereka merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis ini karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan di luar jam kerja.

Salah satu peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan ini.

“Saya jadi tahu kalau kadar gula saya ternyata sedikit tinggi. Ini jadi peringatan bagi saya untuk mulai menjaga pola makan dan lebih rutin berolahraga,” katanya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para pegawai bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya dan mengambil langkah preventif sejak dini. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes juga berencana untuk menjadikan kegiatan semacam ini sebagai agenda rutin yang dilakukan secara berkala.

Semoga melalui kegiatan ini, semangat untuk hidup sehat dan menjaga kebugaran semakin meningkat, tidak hanya di kalangan tenaga kesehatan, tetapi juga meluas ke masyarakat secara umum.

Kamis, 09 Oktober 2025

DINKESDA KABUPATEN BREBES GELAR PELATIHAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE DNA HPV

 


Brebes, 9 Oktober 2025 — Dalam upaya mendukung program eliminasi kanker leher rahim sesuai strategi global yang dicanangkan oleh WHO, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes hari ini menyelenggarakan kegiatan On the Job Training Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode DNA HPV. Kegiatan berlangsung di Gedung IDI Brebes dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes.

Kanker leher rahim (serviks) masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Menyadari urgensi tersebut, WHO menetapkan tiga pilar strategi eliminasi:

  1. 90% anak perempuan divaksin HPV sebelum usia 15 tahun,
  2. 75% perempuan usia 30–69 tahun menjalani skrining menggunakan tes DNA HPV atau metode IVA (Inspeksi Visual Asetat),
  3. 90% perempuan dengan lesi prakanker dan kanker mendapatkan pengobatan.

Tes DNA HPV dinilai sebagai metode skrining yang paling akurat dalam mendeteksi Human Papillomavirus (HPV), virus penyebab utama kanker serviks. Pengambilan sampel dilakukan melalui lendir servikovaginal, yang kemudian diproses menggunakan teknologi khusus untuk memastikan deteksi yang tepat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan tenaga kesehatan berpengalaman, di antaranya:

  • E. Tri Wahju Utami, S.KM – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
  • dr. Adhi Pujo A. – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes
  • dr. Cesa Lasera, Sp.OG – RSUD Brebes
  • Wiwin Aria Mulyani, Tr.Keb., Bdn. – Puskesmas Balapulang

Sebanyak 114 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari dua orang bidan per Puskesmas dan satu orang Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari masing-masing fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Brebes.


Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam:

  • Melaksanakan pengambilan swab serviks dengan metode DNA HPV
  • Melakukan manajemen spesimen DNA HPV
  • Menyusun pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan DNA HPV

Pelatihan ini menjadi langkah konkret Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di lini terdepan, sehingga skrining kanker leher rahim dapat dilakukan secara efektif, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Dengan kolaborasi berbagai pihak dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dapat berjalan optimal, sehingga target eliminasi kanker leher rahim dapat tercapai.

Rabu, 08 Oktober 2025

Langkah Aktifasi BPJS PBI

Untuk mengaktifkan kembali BPJS PBI yang nonaktif, Anda perlu melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang nonaktif, beserta fotokopinya. Jika kepesertaan nonaktif kurang dari 6 bulan, Dinas Sosial akan menerbitkan surat rekomendasi untuk aktivasi ulang. Jika sudah lebih dari 6 bulan, Anda harus mengajukan permohonan untuk didaftarkan kembali ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terlebih dahulu. 
Syarat Dokumen: 
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan fotokopinya 
  • Kartu Keluarga (KK) dan fotokopinya 
  • Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI yang tidak aktif dan fotokopinya 
  • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan, jika belum terdaftar di DTKS 
Langkah-langkah Mengaktifkan Kembali:
  1. Lapor ke Dinas Sosial Setempat: Kunjungi kantor Dinas Sosial di daerah Anda. 
  2. Sertakan Dokumen: Bawa semua dokumen persyaratan yang diperlukan. 
  3. Dapatkan Surat Keterangan/Rekomendasi: 
    • Jika nonaktif kurang dari 6 bulan dan masih terdaftar DTKS: Dinas Sosial akan memberikan rekomendasi reaktivasi untuk diteruskan ke BPJS Kesehatan. 
    • Jika nonaktif lebih dari 6 bulan: Anda perlu mengajukan permohonan untuk didaftarkan kembali ke DTKS. Setelah data diverifikasi dan Anda terdaftar di DTKS, Dinas Sosial akan menerbitkan surat keterangan untuk reaktivasi. 
  4. Cek Status Kepesertaan: Setelah mendapatkan surat keterangan dari Dinas Sosial, Anda dapat melakukan pengecekan status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center di nomor 1500 400. 
  5. Gunakan Kembali Layanan Kesehatan:Setelah status kepesertaan Anda berhasil diaktifkan kembali, Anda bisa kembali menggunakan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes Tingkat I) Anda.