Sabtu, 25 Januari 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Pertemuan Rekonsiliasi Piutang BPJS

 


Brebes, 25 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Subbag Program dan Keuangan mengadakan Pertemuan Rekonsiliasi Piutang BPJS yang dilaksanakan selama dua hari, dimulai pada kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelesaikan dan memastikan kesesuaian data piutang antara pihak BPJS Kesehatan dengan Unit Operasional BPJS Fasilitas Kesehatan (UOBF) yang ada di seluruh Puskesmas Se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Subbag Program dan Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Budi Listyani, SKM. Dalam sambutannya, Budi Listyani menekankan pentingnya kegiatan rekonsiliasi piutang ini untuk menjaga kelancaran administrasi dan pengelolaan keuangan di setiap Puskesmas. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data serta memastikan bahwa proses klaim BPJS dapat berjalan dengan lebih efisien dan transparan.

Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 38 perwakilan UOBF dari berbagai Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Brebes. Mereka diberikan pemahaman mengenai tata cara rekonsiliasi dan penyelesaian permasalahan piutang BPJS yang mungkin masih belum sesuai. Diharapkan, melalui kegiatan ini, dapat tercipta komunikasi yang lebih baik antara pihak BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, serta memastikan bahwa semua klaim BPJS dapat terbayarkan dengan tepat waktu.

Pertemuan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, tetapi juga memperkuat sistem administrasi keuangan yang lebih tertata di Kabupaten Brebes.

Jumat, 24 Januari 2025

Validasi Data Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Peningkatan Mutu di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 


Brebes, 24 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Bidang Pelayanan Kesehatan mengadakan pertemuan Validasi Data Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Peningkatan Mutu di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Acara yang berlangsung pada hari ini dihadiri oleh seluruh programmer UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan validitas dan akurasi data terkait pelayanan kesehatan primer, rujukan, serta peningkatan mutu yang ada di setiap puskesmas. Validasi data ini sangat penting dalam rangka mendukung perencanaan dan evaluasi program-program kesehatan yang tepat sasaran, serta memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan validasi data ini, kami berharap seluruh puskesmas dapat menyelaraskan informasi yang ada dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan data yang valid dan akurat, kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes," ujar Kabid Yankes dalam sambutannya.


Selain validasi data, acara ini juga menjadi sarana bagi para programmer UOBF Puskesmas untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam mengelola data pelayanan kesehatan. Diharapkan, kolaborasi antar puskesmas dan Dinas Kesehatan dapat lebih erat, sehingga pencapaian target-target kesehatan di Kabupaten Brebes dapat terlaksana dengan lebih efektif.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, yang terdiri dari programmer UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Mereka sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi, baik itu mengenai teknik validasi data maupun pembahasan terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Brebes semakin meningkat dan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Kamis, 23 Januari 2025

Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Tahun 2025 di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Bahas Persiapan PKG dan Nakes Door To Door

 


Brebes, 23 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan Tahun 2025 pada hari ini, Kamis, 23 Januari. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, dan dihadiri oleh berbagai kepala UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kegiatan ini bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan juga diikuti oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes, yang bertindak sebagai moderator.

Rakor kali ini mengusung tema utama tentang persiapan Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan program Nakes Door To Door sebagai bagian dari upaya mendukung program 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Brebes terpilih. Dalam rapat ini, dua materi penting dibahas secara mendalam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, memaparkan tentang persiapan teknis pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang akan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara langsung. Selain itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda Rosmelani, juga memberikan pemaparan mengenai program Nakes Door To Door, di mana tenaga kesehatan akan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses oleh warga.


Rakor ini juga menjadi wadah bagi Kepala UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes untuk menyampaikan masukan dan memastikan bahwa persiapan dan pelaksanaan program kesehatan berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes, serta mendukung visi dan misi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Dengan berakhirnya rakor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes semakin siap untuk menjalankan berbagai program kesehatan yang akan langsung berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di Brebes.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Raih Juara 2 Lomba Kreasi Yel-Yel dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Brebes

 


Brebes, 23 Januari 2025 – Dalam rangka merayakan Hari Jadi Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes (Dinkes) turut ambil bagian dalam lomba Kreasi Yel-Yel yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Acara yang digelar di halaman depan Kantor KPT Brebes ini berlangsung meriah dan penuh semangat, diikuti oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dinas-dinas lainnya di Kabupaten Brebes.

Lomba tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, yang memberikan apresiasi kepada semua peserta yang turut meramaikan acara ini. Dengan tema yang mengedepankan kreativitas dan semangat kebersamaan, setiap tim berlomba-lomba menunjukkan yel-yel yang penuh energi dan inovasi.

Tim GASPOL dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berhasil menunjukkan penampilan terbaik mereka dan meraih Juara 2 dalam lomba kali ini. Kemenangan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, karena tim yang terdiri dari para tenaga kesehatan ini mampu menyuguhkan kreasi yang memukau para juri dan penonton.


Adapun pemenang lomba Kreasi Yel-Yel pada kesempatan ini adalah:

  • Juara 1: Satpol PP Brebes
  • Juara 2: Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes
  • Juara 3: DP3KB Brebes
  • Juara Harapan 1: Dindikpora Kabupaten Brebes
  • Juara Harapan 2: BKPSDMD Brebes
  • Juara Harapan 3: Dinperwaskim Kabupaten Brebes

Keberhasilan Dinas Kesehatan dalam meraih Juara 2 ini merupakan bukti nyata komitmen dan semangat mereka dalam memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Brebes. Tak hanya dalam bidang kesehatan, namun juga dalam mempererat hubungan antarlembaga dan menciptakan suasana yang penuh semangat melalui kegiatan yang menyenangkan seperti lomba yel-yel ini.

Dengan berakhirnya lomba, harapan ke depan adalah agar semangat kebersamaan dan kreativitas ini terus terjaga, mendukung tercapainya visi Kabupaten Brebes yang lebih baik dan sejahtera.



Rabu, 22 Januari 2025

Pertemuan Validasi Data Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (PISP) di Kabupaten Brebes

 


Brebes, 22 Januari 2025 – Dalam upaya untuk menanggulangi tingginya angka kasus diare di Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Seksi Surveillance dan Imunisasi mengadakan Pertemuan Validasi Data Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (PISP) pada Rabu, 22 Januari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo.

Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan, terutama diare, masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Kabupaten Brebes. Oleh karena itu, validasi data kasus penyakit ini sangat penting untuk memastikan akurasi informasi yang digunakan dalam upaya penanggulangan dan pencegahan yang lebih efektif.

Pertemuan ini diikuti oleh para pengelola Program Diare dan Tifoid UOBF (Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat) dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes. Para peserta diberi kesempatan untuk mengevaluasi dan memvalidasi data terkait penyebaran penyakit diare dan tifoid, serta mendiskusikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan respon terhadap kasus-kasus tersebut.

Dalam sambutannya, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara seluruh puskesmas dan program-program kesehatan dalam melakukan pemantauan dan validasi data. Hal ini bertujuan untuk memetakan secara tepat titik-titik rawan penyebaran penyakit, sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, dr. Adhi berharap agar para pengelola program di setiap puskesmas dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mengikuti standar yang telah ditetapkan, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap tindakan. Dengan validasi data yang akurat, ia yakin upaya penanggulangan penyakit infeksi saluran pencernaan di Kabupaten Brebes akan semakin optimal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan seluruh stakeholder kesehatan dapat bekerjasama dengan lebih baik dalam mengurangi angka kejadian penyakit infeksi saluran pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Brebes.

Acara Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pembayaran Kapasitas Berbasis Kinerja Caturwulan III FKTP Kabupaten Brebes

 


Brebes, 22 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menggelar acara penting dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Acara tersebut adalah Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pembayaran Kapasitas Berbasis Kinerja (KBK) Caturwulan III, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ibu Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes pada Senin, 22 Januari 2025.

Pertemuan ini diikuti oleh Tim Monev KBK Kabupaten Brebes dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait dengan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Adapun tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memastikan bahwa pembayaran berbasis kinerja di FKTP berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS, khususnya di Kabupaten Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh dr. Sony Tito Nugroho, Kepala Bagian PMU BPJS Kesehatan Cabang Tegal, yang memaparkan mengenai sistem dan mekanisme pembayaran berbasis kinerja yang diterapkan pada FKTP. Dr. Sony menjelaskan pentingnya evaluasi kinerja untuk memastikan setiap fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, terutama bagi peserta JKN-KIS.

Ibu Ineke Tri Sulistyowaty, dalam sambutannya, menekankan bahwa keberhasilan program JKN-KIS sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh FKTP. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan melalui monev ini menjadi langkah penting untuk terus meningkatkan mutu pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas dan kepuasan peserta JKN-KIS. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan pihak-pihak terkait lainnya, diharapkan pelayanan kesehatan di Brebes akan semakin optimal dan dapat memenuhi harapan masyarakat.

Acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi informasi dan pengalaman antara peserta mengenai best practices dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis kinerja di FKTP, serta menjadi forum diskusi dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi program JKN-KIS di tingkat daerah.

Selasa, 21 Januari 2025

Kunjungan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng ke Pos Kesehatan di Wilayah Terdampak Banjir Brebes

 


Brebes, 21 Januari 2025 – Dalam rangka meninjau kondisi kesehatan di daerah terdampak banjir, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Brebes, dr. Arlinda Rosemelani, hari ini mendampingi tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Tim yang dipimpin oleh dr. Elhamangto Zuhdan, M.K.M, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke beberapa Pos Kesehatan di wilayah terdampak, seperti Puskesmas Sidamulya dan Puskesmas Pemaron.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan pelayanan kesehatan di pos-pos yang telah didirikan di daerah yang terkena dampak banjir. Selain itu, tim juga memantau penyebaran penyakit yang berpotensi muncul akibat banjir, seperti penyakit kulit, diare, dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyatakan bahwa penanganan kesehatan untuk masyarakat terdampak banjir menjadi prioritas utama. "Kami terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga terdampak banjir," ujar Ineke Tri Sulistyowaty.


Sementara itu, dr. Elhamangto Zuhdan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan di lapangan. "Kami akan memastikan bahwa masyarakat yang terdampak banjir dapat memperoleh perawatan yang cepat dan tepat, serta mengurangi dampak buruk dari bencana ini terhadap kesehatan mereka," ujarnya.

Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pos-pos kesehatan yang ada telah dilengkapi dengan obat-obatan, fasilitas medis, serta tenaga medis yang cukup. Tim medis yang berada di pos kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai upaya pencegahan penyakit yang dapat timbul setelah banjir.

Dengan adanya perhatian yang serius dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diharapkan masyarakat dapat segera pulih dan terbebas dari ancaman penyakit pasca banjir.


Senin, 20 Januari 2025

Pelatihan Pangan Olahan Siap Saji Bagi Jasa Boga di Kabupaten Brebes Wilayah Utara

 


Brebes, 18 Januari 2025 - Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkesling) menyelenggarakan Pelatihan Pangan Olahan Siap Saji bagi Jasa Boga Golongan A di wilayah Utara Kabupaten Brebes. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyediaan pangan olahan siap saji serta memastikan bahwa penyedia pangan di wilayah tersebut dapat memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2025, diikuti oleh para penyedia pangan olahan siap saji yang beroperasi di wilayah Brebes Utara. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Subkoordinator Promkesling, Emi Sri Hartati, SKM. Dalam sambutannya, Emi menyampaikan pentingnya peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi pelaku usaha jasa boga, terutama dalam hal keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.


“Pelatihan ini merupakan salah satu langkah untuk memastikan pangan olahan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan peserta dapat lebih profesional dalam mengelola usaha jasa boga mereka,” ujar Emi Sri Hartati.

Sebagai narasumber dalam pelatihan ini, hadir Dhian Irawati, SKM, dan Dian Idawati, SKM, yang merupakan Staf Seksi Promkesling. Keduanya membagikan pengetahuan terkait teknik pengolahan pangan yang sehat dan aman, serta pentingnya kebersihan dan sanitasi dalam proses penyajian pangan. Selain itu, mereka juga memberikan informasi tentang cara mencegah terjadinya kontaminasi pangan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan konsumen.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman para penyedia jasa boga di Brebes Utara mengenai pentingnya pengolahan pangan yang baik dan benar. Dengan adanya pelatihan semacam ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas produk pangan olahan yang tersedia di pasar.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh narasumber. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus diadakan untuk mendukung pengembangan usaha pangan yang lebih berkualitas di Kabupaten Brebes.

Sabtu, 18 Januari 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

 


Brebes, 18 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mendapat kehormatan menerima Penghargaan Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggara Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas upaya Dinas Kesehatan dalam memenuhi standar pelayanan publik yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta komitmen mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Pj Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, dalam rangka Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes yang digelar pada hari ini. Penganugerahan ini menandakan keberhasilan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pelayanan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, yang menerima penghargaan tersebut, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berkontribusi keras untuk meraih prestasi ini. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan masyarakat yang telah mendukung kami. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Brebes,” ujarnya.


Selain Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, penghargaan serupa juga diterima oleh Puskesmas Kecipir dan Puskesmas Tanjung yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah mereka. Kedua puskesmas ini diakui sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang patuh pada standar pelayanan publik dan memberikan layanan yang responsif serta mudah diakses oleh masyarakat.

Penganugerahan ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Brebes semakin maju dalam aspek pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat, agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Dengan diterimanya penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi instansi pemerintah lainnya di Kabupaten Brebes untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.



 

Kamis, 16 Januari 2025

USAID BEBAS-TB Kunjungi RSUD Kabupaten Brebes untuk Diskusi Penanganan TBC Resisten Obat (TBC RO)

 


Brebes, 16 Januari 2025 – Setelah sebelumnya memantau kegiatan ACF Fase III yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, USAID BEBAS-TB hari ini melanjutkan rangkaian kunjungannya ke RSUD Kabupaten Brebes. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan diskusi klinis mengenai penanganan TBC Resisten Obat (TBC RO).

Rombongan yang dipimpin oleh Chief of Party USAID BEBAS-TB, Erik Post, Dan Schwarz serta dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Heri Purnomo, SKM, M.Kes, subkord P2P Dinkes Prov Jateng disambut langsung oleh Direktur RSUD Kabupaten Brebes, Dr. dr. Rasipin, M.Kes., MARS, bersama dengan jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Diskusi klinis yang berlangsung di ruang pertemuan RSUD Brebes ini fokus pada upaya-upaya terbaik dalam penanganan dan pengobatan pasien TBC Resisten Obat, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi program pengendalian TBC di wilayah Brebes.


Brebes, sebagai salah satu kabupaten yang menghadapi tantangan dalam penanganan TBC, kini telah memiliki 38 puskesmas satelit TBC RO, 1 rumah sakit TBC RO, serta 5 puskesmas yang melakukan inisiasi TBC RO dan mampu memberikan pengobatan bagi pasien dengan jenis TBC ini. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya penanggulangan penyebaran TBC, terutama TBC yang kebal terhadap obat.

Usai diskusi klinis, rombongan USAID BEBAS-TB juga meninjau fasilitas tempat penanganan pasien TB di RSUD Kabupaten Brebes. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi para tenaga medis untuk berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam merawat pasien dengan TBC RO, serta mendiskusikan langkah-langkah strategis yang dapat diambil guna meningkatkan kualitas pengobatan dan perawatan bagi penderita TBC di Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya USAID BEBAS-TB untuk mendukung Indonesia dalam mengatasi masalah TBC, termasuk TBC RO, melalui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah. Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini, penanganan TBC di Kabupaten Brebes dapat terus meningkat, sehingga membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Rekonsiliasi Laporan Barang Habis Pakai Tahun Anggaran 2024 Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 


Brebes, Kamis 16 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Subbag Umum dan Kepegawaian menggelar pertemuan Rekonsiliasi atas Laporan Barang Habis Pakai (Persediaan) Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan kesesuaian dan akurasi data barang habis pakai yang ada di setiap Puskesmas dan UPTD yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes ini dihadiri oleh Pengurus Barang Pembantu / Operator Persediaan UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes, UPTD Laboratorium Kesehatan, serta UPTD Klinik Pengobatan Paru dan Kusta. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang koordinasi antara pihak Dinas Kesehatan dan unit-unit pelayanan kesehatan terkait dalam rangka menjaga keberlanjutan dan ketertiban administrasi barang habis pakai di tiap instansi.



Pertemuan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya keseriusan dalam melaksanakan rekonsiliasi barang habis pakai sebagai langkah untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan barang milik negara. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, setiap unit dapat mengelola persediaan dengan lebih efisien, serta menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat mengganggu layanan kesehatan masyarakat.

Rekonsiliasi ini diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan barang habis pakai di Kabupaten Brebes, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan unit layanan lainnya dapat berjalan optimal tanpa ada kendala terkait persediaan barang.

Rabu, 15 Januari 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Raih Juara 3 dalam Lomba Tenis Meja dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Brebes Ke-347


Brebes, 15 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes kembali menunjukkan prestasinya di ajang olahraga. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar Lomba Tenis Meja yang diikuti oleh berbagai instansi dan lembaga di wilayah tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes turut ambil bagian dengan mengirimkan masing-masing tiga personil untuk memperkuat Tim Putra dan Tim Putri.

Tim Putri Dinas Kesehatan, yang dipimpin oleh pemain andalan Budi Listyani, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan merebut juara 3 dalam lomba tersebut. Keberhasilan ini tak lepas dari perjuangan keras para pemain yang bertanding dengan semangat tinggi dan kerja sama tim yang solid.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga dikenal dengan dukungan luar biasa dari para supporter yang hadir di lokasi pertandingan. Suasana pertandingan semakin meriah dengan sorakan dan dukungan penuh yang diberikan oleh para pegawai Dinas Kesehatan, yang menjadi salah satu tim pendukung terheboh sepanjang event tersebut. Mereka memberikan energi positif yang turut memotivasi para pemain untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.


Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa selain berfokus pada pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes juga mendukung pengembangan kegiatan olahraga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarinstansi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan perolehan juara 3 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes semakin menunjukkan eksistensinya dalam berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan daerah. Seluruh tim berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi di ajang-ajang berikutnya, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dan sportifitas dalam dunia olahraga.

Selamat kepada Tim Putri Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes atas prestasi yang membanggakan ini.

USAID BEBAS-TB: Pantau Kegiatan ACF Fase III Kemenkes yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kab. Brebes dan Diskusi Klinis TBC RO di RSUD Brebes

 


Indonesia, dengan lebih dari satu juta kasus baru TBC setiap tahunnya, menduduki peringkat kedua di dunia untuk jumlah kasus TBC terbanyak. Provinsi Jawa Tengah menyumbang sekitar 100 ribu kasus di antaranya. Sayangnya, penemuan kasus baru TBC di Indonesia baru mencapai 77%, yang berarti masih ada banyak orang dengan TBC yang belum terdeteksi, menyebabkan penularan terus berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat penemuan  dan pengobatan orang dengan TBC, Kementerian Kesehatan, melaksanakan Active Case Finding (ACF) di 11 provinsi, termasuk Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring kelompok berisiko tinggi agar lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan diobati dengan tepat. Dalam mendukung upaya ini, USAID BEBAS-TB  memberikan dukungan asistensi teknis untuk implementasi ACF kepada Dinas Kesehatan serta Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, mengungkapkan bahwa ACF Fase III sudah dimulai pada 6 Januari 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Januari 2025 di seluruh fasilitas kesehatan di Brebes. Target utama dari kegiatan ini adalah menyaring 3000 orang dari kelompok sasaran berisiko tinggi. Fokus utama ACF adalah pada kelompok berisiko tinggi seperti, kontak pasien TBC aktif, penderita HIV/AIDS (ODHIV), penderita diabetes serta anak-anak dengan malnutrisi. 


Chief of Party USAID BEBAS-TB, Erik Post, menjelaskan bahwa pada tahun kedua program USAID BEBAS-TB, kegiatan ini akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan angka deteksi kasus TBC serta manajemen kasus TBC Resisten Obat. USAID BEBAS-TB adalah program unggulan USAID (2023-2028) yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengatasi epidemi TBC dan menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.  USAID BEBAS-TB mengapresiasi adanya dukungan lintas sektor yang meningkatkan efektivitas ACF di Kabupaten Brebes. Dengan dukungan dari berbagai mitra, termasuk USAID BEBAS-TB, Kepala Dinas Kesehatan optimis bahwa target ini akan tercapai.

Pada 15 Januari 2025, kegiatan ACF dilakukan di Puskesmas Tanjung. Sub Koordinator, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Hery Purnomo, SKM. M.Kes beserta Kepala Bidang P2P Dinas Kabupaten Brebes,  Ign Adhy memantau pelaksanaan ACF, didampingi Chief of Party USAID BEBAS-TB, dan Vice President Global Health System Innovation, Management Science for Health (MSH), Dan Schwarz.

Selanjutnya, pada 16 Januari 2025,Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes beserta USAID BEBAS-TB memberikan dukungan teknis pada kegiatan diskusi klinis di RSUD Kabupaten Brbes mengenai penanganan TBC Resisten Obat (TBC RO).Di Brebes, terdapat 38 puskesmas satelit TBC RO, 1 rumah sakit TBC RO, dan 5 puskesmas yang melakukan inisiasi TBC RO dan dapat mengobati pasien TBC RO. Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya diskusi klinis rutin untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang efektif bagi pasien TBC RO.

USAID BEBAS-TB dilaksanakan dengan dukungan rakyat Amerika melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan diimplementasikan oleh Management Science for Health (MSH), bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Yayasan Penabulu, POP TB, Rumah Cemara, DoctorSHARE, STPI, dan Vital Strategies.


Selasa, 14 Januari 2025

Validasi Data Tahunan SPM Bidang Kesehatan

 


Brebes, 14 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Sistem Informasi (SDK-SI) menggelar Pertemuan Validasi Data Tahunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan pada hari ini, 14 Januari 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Dinas Kesehatan ini diikuti oleh seluruh Unit Organisasi dan Bagian Fungsional (UOBF) dari Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dihimpun dan dilaporkan oleh setiap Puskesmas di Kabupaten Brebes sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Validasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi data kesehatan yang dapat mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan kesehatan di daerah.

Kepala Bidang SDK-SI Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, yang hadir dalam acara ini, mengungkapkan pentingnya validasi data untuk keberhasilan program-program kesehatan yang ada. "Data yang valid akan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Brebes," ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh seluruh Puskesmas yang mewakili berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan verifikasi dan pembahasan mendalam terkait data yang telah dikumpulkan selama setahun terakhir, serta mendiskusikan solusi atas kendala-kendala yang dihadapi dalam pengumpulan dan pelaporan data.

Validasi data ini tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga pada kesesuaian indikator kesehatan yang harus dipenuhi oleh setiap Puskesmas sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal. Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur, transparan, dan efisien demi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten, serta sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat.



Senin, 13 Januari 2025

Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 


Brebes, 13 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi menggelar Pertemuan Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada hari ini, Senin, 13 Januari 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dihadiri oleh petugas SKDR 38 Unit Organisasi Bantuan Fungsi (UOBF) Puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kesehatan dan wabah penyakit di wilayah Kabupaten Brebes. "Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon merupakan upaya preventif yang sangat penting untuk mengidentifikasi dan merespons cepat setiap potensi ancaman kesehatan yang dapat terjadi di masyarakat," ujar dr. Adhi.

Selanjutnya, paparan terkait evaluasi SKDR disampaikan oleh Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi, Neni Diana, SKM, M.Kes., serta Ida Royani, SKM. Dalam sesi ini, kedua narasumber memaparkan perkembangan, tantangan, dan solusi terkait implementasi SKDR di lapangan. Mereka juga memberikan penekanan pada pentingnya kolaborasi antar petugas kesehatan di tingkat puskesmas untuk memastikan sistem kewaspadaan dini berjalan dengan baik.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan respon petugas kesehatan dalam menghadapi situasi darurat atau bencana kesehatan, serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi wabah yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat Kabupaten Brebes.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kewaspadaan dini agar lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan, demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan aman.

Rabu, 08 Januari 2025

RAPAT EVALUASI DAN KOORDINASI BLUD PUSKESMAS KABUPATEN BREBES

 


Brebes, 8 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengadakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas se-Kabupaten Brebes pada hari ini, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja serta memperkuat koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Brebes.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran Puskesmas dalam sistem kesehatan daerah dan pengelolaan BLUD yang efisien. "Dengan adanya evaluasi ini, kami berharap setiap Puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta memanfaatkan dana BLUD dengan sebaik-baiknya," ujar Ineke.

Dalam pertemuan ini, hadir pula Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Brebes, Drs. Edy Kusmartono, M.Si., yang memberikan pengarahan terkait pengelolaan keuangan dan aset BLUD, guna memastikan bahwa alokasi anggaran digunakan secara tepat sasaran dan transparan. "Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di setiap Puskesmas. Kami akan terus mendampingi dan memfasilitasi proses pengelolaan ini agar lebih optimal," kata Edy Kusmartono.


Rapat juga dihadiri oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Brebes yang diwakili oleh Inspektur Pembantu Wilayah III, Herbagoes Tri Noeroso, S.E., yang memberikan pengarahan terkait aspek pengawasan dan audit terhadap penggunaan anggaran BLUD. "Kegiatan pengawasan ini penting agar dana yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat," jelas Herbagoes.

Rapat yang dimoderatori oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST, M.H.Kes., diikuti oleh Kepala UOBF Puskesmas Se-Kabupaten Brebes. Selama pertemuan, berbagai isu penting dibahas, termasuk pengelolaan administrasi, pemanfaatan anggaran, serta strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masing-masing Puskesmas.

Keberhasilan BLUD di Puskesmas sangat bergantung pada sinergi antara pengelola layanan kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menjadi momen penting untuk memperkuat komunikasi dan langkah bersama dalam menciptakan sistem layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat memastikan keberlanjutan peningkatan layanan kesehatan, serta mewujudkan kesehatan masyarakat yang lebih baik di masa depan.

Selasa, 07 Januari 2025

Pengumpulan Data Dasar dan Sasaran Berdasarkan CBR Bidang Kesehatan

 


Brebes, 7 Januari 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Sistem Informasi (SDK-SI) menggelar Pertemuan Pengumpulan Data Dasar dan Sasaran Menurut Crude Birth Rate (CBR) Bidang Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan dihadiri oleh Petugas Pengelola Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) serta Bidan Koordinasi Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Brebes.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dasar yang komprehensif, termasuk data jejaring fasilitas kesehatan, pendataan alat kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), serta pendataan Posyandu dan jumlah rumah pada tahun 2024. Data ini menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan dan potensi wilayah dengan indikator CBR.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berharap dapat meningkatkan akurasi dan efektivitas perencanaan program kesehatan. Para peserta memperoleh pembekalan teknis terkait pengelolaan data dan pentingnya pelaporan yang tepat waktu serta akurat untuk mendukung perumusan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

“Pengumpulan data ini bukan hanya soal angka, tetapi menjadi langkah awal untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara riil di lapangan. Dengan data yang valid, kita dapat merancang program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar perwakilan dari Bidang SDK-SI Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi tantangan teknis pengelolaan data di masing-masing wilayah. Hasil dari pertemuan ini akan menjadi pijakan penting dalam evaluasi dan perencanaan program kesehatan tahun berikutnya.

Dengan komitmen yang tinggi, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat Brebes yang sehat dan sejahtera.

Senin, 06 Januari 2025

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Gelar Pembinaan Administrasi Keuangan untuk UOBF Puskesmas

 


Brebes – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Subbagian Program dan Keuangan menggelar acara Pembinaan Administrasi Keuangan yang diikuti oleh Unit Organisasi Berbasis Fungsional (UOBF) Puskesmas se-Kabupaten Brebes. Acara ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kasubbag Program dan Keuangan, Budi Listyani, SKM, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengelolaan administrasi keuangan yang akuntabel dan transparan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.

“Administrasi keuangan yang tertib dan sesuai aturan tidak hanya mendukung kelancaran operasional Puskesmas, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik di sektor kesehatan,” ujar Budi Listyani dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan Thorieq Mulya Milady, Amd.AK, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Thorieq memberikan materi terkait manajemen keuangan, penyusunan laporan, dan strategi efisiensi anggaran yang relevan dengan kebutuhan operasional Puskesmas. Peserta juga diberikan pembekalan mengenai mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Acara ini diikuti oleh para pengelola keuangan dari 38 Puskesmas di Kabupaten Brebes. Melalui diskusi interaktif dan tanya jawab, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam prosedur administrasi keuangan yang efektif, sekaligus berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelola keuangan di Puskesmas agar dapat menjalankan tugas dengan lebih profesional. Selain itu, acara ini juga menjadi momen strategis untuk menyelaraskan pengelolaan keuangan di seluruh Puskesmas demi mendukung program-program kesehatan yang berkesinambungan.

Pembinaan administrasi keuangan ini akan berlanjut hingga Selasa, 7 Januari 2025, dengan fokus pada penyelesaian kasus dan simulasi penyusunan laporan keuangan.

Launching Makan Bergizi di SMKN 1 Songgom

 


Brebes – Senin, 6 Januari 2025, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri sulistyowaty, SKM, M.Kes menghadiri acara Launching Makan Bergizi Sehat Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMKN 1 Songgom. Acara tersebut juga dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes.

Dalam acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemenuhan gizi di kalangan pelajar ini, Pj Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya gizi yang seimbang bagi generasi muda, terutama untuk mendukung kualitas pendidikan dan produktivitas di masa depan.

“Kesehatan dan gizi adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang kuat dan kompeten. Dengan adanya program SPPG ini, kami berharap siswa-siswi tidak hanya teredukasi, tetapi juga dapat merasakan langsung manfaat dari pola makan bergizi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Djoko Gunawan.

Program SPPG di SMKN 1 Songgom merupakan pilot project yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Brebes. Acara ini juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik, siswa, dan orang tua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes turut menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan program ini. “Ini adalah langkah nyata dalam mendorong upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan.

Peluncuran program ini dimeriahkan dengan sesi edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, demonstrasi menu makanan sehat, dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan pelajar.

Dengan keberhasilan pelaksanaan uji coba ini, diharapkan program SPPG dapat diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Brebes, menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi masalah gizi kurang dan stunting yang masih menjadi tantangan di daerah.

Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Brebes Gelar Skrining Tuberkulosis di Desa Sigambir



Brebes, 6 Januari 2025 – Dalam upaya memberantas Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Brebes, Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2MPTM) bekerjasama dengan mitra GF AIDS Jateng, Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kab. Brebes, dan USAID Bebas TBC Jateng melaksanakan kegiatan skrining TBC secara masif. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan Kementerian Kesehatan RI Nomor PM.01.01/C.III/3555/2024 tanggal 11 September 2024, yang menginstruksikan pelaksanaan penemuan kasus aktif TBC menggunakan pemeriksaan radiografi toraks dan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada populasi berisiko.

Pelaksanaan skrining dimulai di Desa Sigambir, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya TBC, pentingnya deteksi dini, dan langkah-langkah pencegahan.

Dalam sambutannya, dr. Ign. Adhi Pujo Astowo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan deteksi dini TBC di populasi berisiko, mempercepat penemuan kasus baru, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pengobatan yang optimal. “Kegiatan skrining ini adalah bentuk komitmen kami bersama mitra USAID Bebas TBC untuk menjadikan Brebes bebas dari TBC. Kami juga berharap warga yang hadir dapat menyebarluaskan informasi ini kepada yang lain,” ujar dr. Adhi.

Skrining TBC di Desa Sigambir merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di 20 titik di wilayah kerja Unit Organisasi Bersama Fungsi (UOBF) Puskesmas di Kabupaten Brebes. Lokasi-lokasi tersebut mencakup:

  1. UOBF Puskesmas Ketanggungan
  2. UOBF Puskesmas Kalimati
  3. UOBF Puskesmas Cikeusal Kidul
  4. UOBF Puskesmas Jatirokeh
  5. UOBF Puskesmas Bandungsari
  6. UOBF Puskesmas Bentar
  7. UOBF Puskesmas Brebes
  8. UOBF Puskesmas Bumiayu
  9. UOBF Puskesmas Cikakak
  10. UOBF Puskesmas Kaligangsa
  11. UOBF Puskesmas Kemurang Wetan
  12. UOBF Puskesmas Klikiran
  13. UOBF Puskesmas Paguyangan
  14. UOBF Puskesmas Pemaron
  15. UOBF Puskesmas Salem
  16. UOBF Puskesmas Sidamulya
  17. UOBF Puskesmas Tanjung
  18. UOBF Puskesmas Tonjong
  19. UOBF Puskesmas Wanasari
  20. UOBF Puskesmas Winduaji

Selain skrining, masyarakat juga diberikan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan paru-paru, bahaya penularan TBC, serta program terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) untuk individu yang berisiko tinggi.

Antusiasme warga Desa Sigambir menjadi awal yang baik untuk mendorong partisipasi masyarakat di wilayah lain. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan mitra pembangunan seperti USAID Bebas TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes optimis dapat mencapai target eliminasi TBC sesuai agenda nasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga angka kasus TBC di Kabupaten Brebes dapat ditekan, dan kesehatan masyarakat semakin meningkat 



WASPADA VIRUS HMPV (HUMAN METAPNEUMOVIRUS)

 


Virus Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001. Virus ini menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan pada manusia.

Gejala Infeksi HMPV

Infeksi HMPV dapat menyerang siapa saja, dengan gejala yang mirip flu, di antaranya:

  1. Batuk
  2. Pilek
  3. Demam
  4. Sakit tenggorokan
  5. Sesak napas
  6. Bronkiolitis (radang saluran napas kecil)
  7. Pneumonia (radang paru-paru)

Kelompok Rentan Tertular Virus HMPV

Virus ini lebih berisiko menyerang kelompok berikut:

  1. Anak-anak di bawah usia 5 tahun
  2. Orang dewasa lanjut usia
  3. Penderita penyakit kronis (asma, diabetes, penyakit jantung)
  4. Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah (HIV/AIDS, kanker)

Cara Penularan Virus HMPV

Virus HMPV dapat menular melalui:

  1. Droplet dari batuk atau bersin penderita
  2. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi
  3. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus

Pengobatan Virus HMPV

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk HMPV. Namun, gejala dapat diredakan dengan:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Minum banyak cairan
  3. Obat batuk atau penurun demam
  4. Oksigenasi pada pasien dengan sesak napas
  5. Antibiotik jika terjadi infeksi bakteri sekunder
  6. Perawatan rumah sakit untuk kasus berat

Pencegahan Virus HMPV

Lindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda dengan langkah berikut:

  1. Rutin mencuci tangan dengan sabun
  2. Menggunakan masker, terutama di tempat umum
  3. Menghindari kerumunan dan kontak dengan penderita sakit
  4. Menggunakan obat antiviral tertentu (jika direkomendasikan dokter)
  5. Vaksin khusus untuk HMPV saat ini belum tersedia, tetapi menjaga daya tahan tubuh tetap kuat sangat penting.

Tetap waspada dan cegah penyebaran virus HMPV demi menjaga kesehatan bersama!

Sumber: WHO, CDC, Kementerian Kesehatan RI





Jumat, 03 Januari 2025

Skrining Malaria pada Anggota Polisi Asal Papua, Upaya Pencegahan Penyakit oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes

 


Pada hari ini, Jumat, 3 Januari 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2MPTM) bekerjasama dengan UOBF Puskesmas Brebes serta Klinik Bhayangkara Tingkat I Polres Brebes, mengadakan kegiatan skrining malaria terhadap anggota polisi asal Papua.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit malaria, serta mengantisipasi potensi munculnya kasus indigenous di daerah reseptif malaria seperti Kabupaten Brebes.

Kabupaten Brebes bukan merupakan daerah endemis malaria. Kasus malaria yang tercatat di Brebes selama ini adalah kasus impor dari luar wilayah, salah satunya dari Papua. Oleh karena itu, skrining ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak adanya penyebaran penyakit malaria di wilayah Brebes.

Sebanyak 10 anggota personel polisi asal Papua menjalani pemeriksaan skrining, yang meliputi tes RDT (Rapid Diagnostic Test) serta pengambilan sediaan darah tebal dan tipis untuk pemeriksaan mikroskopis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya parasit malaria pada individu yang diperiksa.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tanda-tanda klinis malaria dan pentingnya segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala. Edukasi juga mencakup pentingnya memberikan informasi kepada petugas kesehatan tentang riwayat bepergian ke Papua sebagai langkah antisipasi.

Alhamdulillah, hasil pemeriksaan dari kegiatan skrining ini menunjukkan hasil negatif untuk seluruh peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah Brebes. Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Klinik Bhayangkara, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit seperti malaria dapat terus berjalan dengan efektif dan optimal.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular untuk Brebes yang lebih sehat.