Indonesia, dengan lebih dari satu juta
kasus baru TBC setiap tahunnya, menduduki peringkat kedua di dunia untuk jumlah
kasus TBC terbanyak. Provinsi Jawa Tengah menyumbang sekitar 100 ribu kasus di
antaranya. Sayangnya, penemuan kasus baru TBC di Indonesia baru mencapai 77%,
yang berarti masih ada banyak orang dengan TBC yang belum terdeteksi,
menyebabkan penularan terus berlangsung.
Sebagai bagian dari upaya untuk
mempercepat penemuan dan
pengobatan orang dengan TBC,
Kementerian Kesehatan, melaksanakan Active Case Finding (ACF) di 11 provinsi, termasuk
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring kelompok
berisiko tinggi agar lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan
diobati dengan tepat. Dalam mendukung upaya ini, USAID BEBAS-TB memberikan dukungan asistensi teknis untuk
implementasi ACF kepada Dinas Kesehatan serta Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes,
Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, mengungkapkan bahwa ACF Fase III sudah
dimulai pada 6 Januari 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Januari 2025 di
seluruh fasilitas kesehatan di Brebes. Target utama dari kegiatan ini adalah
menyaring 3000 orang dari kelompok sasaran berisiko tinggi. Fokus utama ACF
adalah pada kelompok berisiko tinggi seperti, kontak pasien TBC aktif,
penderita HIV/AIDS (ODHIV), penderita diabetes serta anak-anak dengan
malnutrisi.

Chief of Party USAID BEBAS-TB, Erik
Post, menjelaskan bahwa pada tahun kedua program USAID BEBAS-TB, kegiatan ini
akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan angka deteksi
kasus TBC serta manajemen kasus TBC Resisten Obat. USAID BEBAS-TB adalah
program unggulan USAID (2023-2028) yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam
mengatasi epidemi TBC dan menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030. USAID BEBAS-TB mengapresiasi adanya dukungan
lintas sektor yang meningkatkan efektivitas ACF di Kabupaten Brebes. Dengan
dukungan dari berbagai mitra, termasuk USAID BEBAS-TB, Kepala Dinas Kesehatan
optimis bahwa target ini akan tercapai.
Pada 15 Januari 2025, kegiatan ACF
dilakukan di Puskesmas Tanjung. Sub Koordinator, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah, Hery Purnomo, SKM. M.Kes beserta Kepala Bidang P2P Dinas Kabupaten
Brebes, Ign Adhy memantau pelaksanaan
ACF, didampingi Chief of Party USAID BEBAS-TB, dan Vice President Global Health
System Innovation, Management Science for Health (MSH), Dan Schwarz.
Selanjutnya, pada 16 Januari 2025,Dinas
Kesehatan Kabupaten Brebes beserta USAID BEBAS-TB memberikan dukungan teknis
pada kegiatan diskusi klinis di RSUD Kabupaten Brbes mengenai penanganan TBC
Resisten Obat (TBC RO).Di Brebes, terdapat 38 puskesmas satelit TBC RO, 1 rumah
sakit TBC RO, dan 5 puskesmas yang melakukan inisiasi TBC RO dan dapat
mengobati pasien TBC RO. Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya diskusi
klinis rutin untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan
diagnosis yang akurat dan pengobatan yang efektif bagi pasien TBC RO.
USAID BEBAS-TB dilaksanakan dengan
dukungan rakyat Amerika melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat
(USAID) dan diimplementasikan oleh Management Science for Health (MSH), bekerja
sama dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Yayasan Penabulu, POP TB,
Rumah Cemara, DoctorSHARE, STPI, dan Vital Strategies.