Kamis, 27 November 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Upacara HUT KORPRI Ke-54

 


Brebes — Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Dinkesda, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), KP2K, serta para tenaga kesehatan dari Puskesmas se-Kecamatan Brebes.

Upacara dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinkesda Brebes, Sri Nani Purwaningrum, SKM, M.Kes, yang dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan resmi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, SE, MM. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan HUT KORPRI ke-54 tahun ini bertujuan untuk memantapkan fungsi organisasi sebagai pemersatu bangsa, meneguhkan nilai dasar ASN “Ber-AKHLAK” beserta kode etiknya, serta mengajak seluruh anggota KORPRI untuk semakin profesional dalam menjalankan tugas, terutama dalam pelayanan publik.


Bupati juga menekankan bahwa peringatan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, kesehatan jasmani dan rohani, serta kepedulian terhadap lingkungan. Semua hal tersebut merupakan bagian penting dari karakter ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Upacara yang berlangsung tertib ini menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama bagi seluruh ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Dengan semangat HUT KORPRI ke-54, para pegawai diharapkan terus meningkatkan integritas, disiplin, dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Brebes.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar seluruh aparatur negara, khususnya ASN kesehatan, senantiasa diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan pengabdian demi kemajuan Kabupaten Brebes.

Selasa, 25 November 2025

Komisi IV DPRD Brebes dan Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Program Kesehatan di Desa Siwuluh

 


Brebes — Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan Puskesmas Siwuluh pada hari ini menyelenggarakan Sosialisasi Program Kesehatan Tingkat Kabupaten Brebes di Balai Desa Siwuluh. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta percepatan penurunan stunting.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Ferri Anggrianto, SE, bersama anggota Komisi IV H. Abdullah Syafaat, M.T, MESy. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen legislatif dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengawasan dan dorongan kebijakan yang tepat sasaran.

Dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, kegiatan diwakili oleh Nurul Aeny, SKM, yang memberikan pemaparan terkait kondisi terkini AKI, AKB, dan stunting di Kabupaten Brebes serta langkah-langkah yang sedang dan akan terus dilakukan untuk menekan kasus tersebut. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini kehamilan berisiko, peningkatan kunjungan ANC dan PNC, serta penguatan edukasi gizi untuk ibu hamil dan balita sebagai kunci utama perbaikan indikator kesehatan.


Sosialisasi ini juga diikuti oleh para kader kesehatan serta masyarakat Desa Siwuluh. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai peran aktif masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting, mulai dari pemenuhan gizi anak, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pentingnya akses layanan kesehatan dasar.

Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, maupun keluarga, agar target penurunan AKI, AKB, dan stunting dapat tercapai secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Siwuluh semakin siap menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.


Kamis, 20 November 2025

Dinkesda Brebes Gelar Rapat Aset dan Sinkronisasi Data ASPAK–Simda BMD

 


Brebes — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes pada hari ini menyelenggarakan Rapat Aset dan Data terkait penggunaan Aplikasi ASPAK dan Aplikasi Simda BMD sebagai upaya mewujudkan tertib pelaporan dan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Kegiatan ini berlangsung di Gedung IDI Brebes dan diikuti oleh dua orang peserta dari masing-masing unit, yaitu Petugas ASPAK dan Pengurus Barang Pembantu di UOBF Puskesmas Se-Kabupaten Brebes, UPT Laboratorium Kesehatan, serta UPT Klinik Pengobatan Paru dan Kusta.

Rapat ini diselenggarakan dalam rangka memastikan kesesuaian dan sinkronisasi data aset antara Aplikasi ASPAK dengan Aplikasi Simda BMD guna memperkuat tata kelola administrasi BMD di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Melalui sinkronisasi ini, diharapkan proses pelaporan aset menjadi lebih akurat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya integritas data aset sebagai dasar pengambilan keputusan operasional maupun perencanaan kebutuhan fasilitas kesehatan ke depan.

Menghadirkan narasumber kompeten, rapat ini dipandu oleh:

  • Hadi Topo, S.Si., Apt., MM dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes,
  • Wiryo, SE, M.Si dari Bidang Aset BPKAD Brebes,
  • Triyogi Wisudanti, A.Md dari Bidang Aset BPKAD Brebes.

Para narasumber memberikan pemaparan komprehensif mengenai mekanisme pendataan aset, alur pelaporan, serta langkah-langkah teknis dalam penyeragaman data antara kedua aplikasi. Peserta juga memperoleh bimbingan langsung mengenai pembaruan data dan penanganan kendala teknis yang sering terjadi di lapangan.


Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan ketertiban pengelolaan Barang Milik Daerah di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes.

Selasa, 18 November 2025

Satlantas Polres Brebes Gelar Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas di Dinkesda Brebes

 


Brebes — Siang ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menerima kunjungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes dalam rangka kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas. Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman aparatur pemerintah mengenai pentingnya budaya tertib berlalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Destian Ady Prayogo, S.H. selaku narasumber memberikan paparan komprehensif terkait peran penting setiap individu dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Menurutnya, disiplin dalam berlalu lintas tidak hanya menjadi kewajiban para pengguna jalan, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang berbudaya, beretika, dan bertanggung jawab.

Materi yang disampaikan meliputi aturan dasar berlalu lintas, etika berkendara, serta upaya preventif dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran hingga potensi kecelakaan lalu lintas. Aipda Destian menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi bukan semata karena faktor kendaraan atau infrastruktur, melainkan juga karena rendahnya kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan. Oleh sebab itu, edukasi secara berkelanjutan menjadi kunci penting dalam menekan risiko dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Kegiatan Dikmas Lantas ini juga selaras dengan visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berperilaku disiplin menjadi fondasi utama dalam kemajuan bangsa. Di lingkungan Dinas Kesehatan sendiri, pembentukan budaya tertib berlalu lintas memiliki relevansi kuat dengan upaya menciptakan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keselamatan.


Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh pegawai dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat, khususnya dalam menerapkan prinsip Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran (Kamseltibcar) Lalu Lintas di kehidupan sehari-hari. Budaya tertib berlalu lintas bukan hanya simbol kedisiplinan, tetapi juga bagian dari wujud kepedulian kita terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, menandakan tingginya antusiasme para peserta terhadap materi yang disampaikan. Dinkesda Brebes mengapresiasi Satlantas Polres Brebes atas sinergi dan komitmen untuk terus memberikan edukasi kepada instansi pemerintah maupun masyarakat luas.

Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan semangat disiplin dan budaya tertib berkendara dapat semakin tumbuh, sehingga lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif dapat terwujud di Kabupaten Brebes.

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Sosialisasi Pembinaan Disiplin ASN Bersama BKPSDMD

 


Brebes — Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan BKPSDMD Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Disiplin ASN sebagai upaya peningkatan pemahaman dan penanganan kasus pelanggaran disiplin di lingkungan ASN Dinas Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes dan dihadiri oleh berbagai pejabat struktural kesehatan di wilayah Kabupaten Brebes.

Peserta kegiatan terdiri dari Kepala UOBF Puskesmas, Kepala TU UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes, Kepala UPT Klinik Pengobatan Paru dan Kusta Kabupaten Brebes, serta Kepala UPT Laboratorium Kabupaten Brebes.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Brebes,
dr. Ign. Adhi Pujo Astowo, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman regulasi dan tata kelola kedisiplinan ASN guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pada sesi materi, hadir dua narasumber dari BKPSDMD Kabupaten Brebes. Narasumber pertama, Wiri Yanto, S.IP, memaparkan materi mengenai Benturan Kepentingan, Kode Etik, dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara. Beliau menekankan bahwa ASN harus menjaga integritas, objektivitas, serta mampu menghindari potensi konflik kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan.

Narasumber kedua, Ika Aryani Djafar Sangadji, S.H, menyampaikan materi tentang Regulasi Disiplin ASN, termasuk prosedur penanganan pelanggaran disiplin serta penerapan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Materi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pimpinan unit kerja dalam menangani berbagai bentuk pelanggaran disiplin pegawai.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh kepala unit teknis dapat lebih memahami aturan disiplin ASN, sehingga tercipta lingkungan kerja yang profesional, tertib, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Senin, 17 November 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Gelar Rapat Koordinasi Teknis Sistem Informasi Kesehatan Tahun 2025

 


Brebes — Pada hari ini, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Sistem Informasi Kesehatan (SIK) bertempat di Gedung IDI Brebes. Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta ini menghadirkan perwakilan dari 3 RSUD Kabupaten Brebes, 13 Rumah Sakit Umum Swasta, seluruh UOBF Puskesmas se-Kabupaten Brebes, serta Klinik Utama dan Klinik Pratama.

Rakontek SIK secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi digital dalam sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah koordinasi, sinkronisasi, serta penguatan kapasitas teknis bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang terhubung dengan platform nasional SatuSehat.

Tujuan Pelaksanaan Rakontek SIK:

  1. Memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan nasional dan roadmap Transformasi Digital Kesehatan.
  2. Menyampaikan mekanisme serta perkembangan integrasi data dari fasilitas pelayanan kesehatan ke platform SatuSehat dan BPJS Kesehatan.
  3. Mengidentifikasi berbagai permasalahan teknis serta merumuskan rencana tindak lanjut integrasi data kesehatan di Kabupaten Brebes.
  4. Memperkuat komitmen lintas sektor dalam pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME) yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.

Narasumber yang Hadir:

  1. Tim Kerja Sistem Informasi Kesehatan Nasional
    • Aang Jatnika – Head of Cluster SIKN
    • D. Agung Wicaksono – Program Manager SatuSehat
  2. Tim Transformasi Digital Kesehatan – Pusdatin Kemenkes RI
    • Ismail, S.Kom
  3. BPJS Kesehatan Cabang Tegal
    • apt. Risang Ady Prasetyo, S.Farm
    • dr. Sony Tito Nugroho
  4. Vendor ePuskesmas
    • Transmedic

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin siap menghadapi percepatan transformasi digital di bidang kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan terstandarisasi.

Jumat, 14 November 2025

Resepsi Hari Kesehatan Nasional ke-61 Dinkesda Brebes: Wujud Apresiasi dan Semangat Pelayanan Kesehatan

 


BREBES – Dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan Resepsi Hari Kesehatan Nasional ke-61 sebagai momentum refleksi, apresiasi, dan penguatan komitmen bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Brebes.

Acara yang digelar dengan khidmat ini dihadiri oleh para Direktur Rumah Sakit se-Kabupaten Brebes beserta perwakilan staf, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes bersama jajarannya, Purna Tugas Dinkesda Brebes, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan kesehatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi lintas fasilitas kesehatan dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan berkesinambungan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut diselenggarakan Donor Darah bekerja sama dengan para tenaga kesehatan dan relawan. Kegiatan kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud kepedulian dan aksi nyata insan kesehatan Kabupaten Brebes.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes juga memberikan piagam penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, berdedikasi, dan menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung program-program kesehatan. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik.


Peringatan HKN ke-61 tahun ini mengusung semangat memperkuat pelayanan kesehatan menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Melalui resepsi ini, Dinkesda Brebes berharap kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat semakin solid dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa mendatang.

Dengan penuh harapan, momentum ini menjadi pijakan untuk terus bergerak, berinovasi, dan memperkuat komitmen demi terwujudnya Generasi Sehat, Masa Depan Hebat di Kabupaten Brebes.

Pendampingan Pasca Pelatihan I-CARE di Brebes Dorong Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi

 


BREBES, 13 November 2025 — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Brebes kembali mendapat penguatan melalui pelaksanaan pendampingan pasca pelatihan program pencegahan infeksi dan sepsis maternal-neonatal berbasis I-CARE. Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Brebes dan RSUD Brebes, serta dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes.

I-CARE merupakan program yang berfokus pada peningkatan kapasitas fasilitas dan tenaga kesehatan dalam mencegah terjadinya infeksi serta sepsis pada ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih aman, bermutu, serta sesuai standar keselamatan pasien.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan bayi tidak dapat dicapai tanpa adanya komitmen bersama. “Pendekatan pencegahan infeksi harus menjadi budaya kerja di setiap lini layanan kesehatan. Ini bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan haknya untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas,” ujar beliau.

Kegiatan pendampingan pasca pelatihan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Yayasan Project HOPE, Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan, Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes. Selain itu, empat Puskesmas dan empat Praktik Mandiri Bidan yang menjadi dampingan program turut hadir dan aktif berpartisipasi dalam sesi evaluasi serta penguatan kapasitas.

Melalui sesi pendampingan lapangan, tim melakukan peninjauan langsung terhadap implementasi standar pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Penekanan diberikan pada kebersihan tangan, penggunaan APD, prosedur sterilisasi, manajemen persalinan aman, serta deteksi dini risiko sepsis pada ibu dan bayi baru lahir. Fasilitas juga mendapat umpan balik konstruktif untuk meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.


Kerja sama multipihak ini menjadi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan program I-CARE di Kabupaten Brebes. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga profesional, mitra pembangunan, dan tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kesakitan serta kematian ibu dan bayi.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan bebas infeksi bagi seluruh masyarakat. “Bersama, kita berupaya memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan layanan terbaik di Kabupaten Brebes,” tutup Kepala Dinas.

Kamis, 13 November 2025

Yayasan Noora Health Indonesia Gelar Pertemuan Koordinasi Program Pendampingan Pengasuhan Keluarga

 


BREBES — Dalam upaya memperkuat pelaksanaan edukasi kesehatan berbasis keluarga, Yayasan Noora Health Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Pendampingan Pengasuhan Keluarga, pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Gedung IDI Cabang Brebes.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes dan Direktur RSUD se-Kabupaten Brebes, dengan tujuan untuk mendukung implementasi Program Edukasi Pendampingan Pengasuhan Keluarga di wilayah Kabupaten Brebes sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan keluarga.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Program pendampingan pengasuhan keluarga ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra seperti Yayasan Noora Health, kita dapat memastikan edukasi kesehatan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga,” ujar Ineke.

Pertemuan ini juga menjadi forum koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan. Para peserta membahas pencapaian program, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan untuk meningkatkan efektivitas implementasi ke depan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan mitra pendukung untuk memperkuat edukasi dan pendampingan keluarga dalam pengasuhan yang sehat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Brebes secara menyeluruh.

 

Kemenkes RI Lakukan Kegiatan Respon Peningkatan Kasus Dengue di Kabupaten Brebes

 


BREBES — Dalam rangka menekan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan memastikan upaya pengendalian berjalan efektif di daerah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor dan Zoonotik, Gigitan Hewan Berbisa, dan Tanaman Beracun melakukan Kegiatan Respon Peningkatan Kasus Dengue di Kabupaten Brebes, pada Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecil Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta beberapa Puskesmas yang diundang sebagai peserta. Tim diterima langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Dalam arahannya, tim dari Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pengendalian Dengue merupakan program strategis nasional yang memerlukan respon cepat dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Peningkatan kasus Dengue harus segera ditangani secara tepat agar tidak berkembang menjadi KLB. Diperlukan langkah-langkah penguatan surveilans, pengendalian vektor, dan peningkatan peran masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” disampaikan perwakilan tim Kemenkes RI.

Kegiatan ini bertujuan agar Dengue tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi capaian indikator kinerja program penanggulangan Dengue di Kabupaten Brebes.

Setelah pertemuan koordinasi, tim Kemenkes RI bersama Dinkesda Brebes juga melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Wanasari untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan pengendalian Dengue di wilayah kerja puskesmas tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penguatan sistem respon cepat terhadap kasus Dengue, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkesinambungan.

Pertemuan Pembinaan dan Evaluasi untuk Perkuat Kolaborasi FKTP

 


BREBES – Dalam upaya memperkuat sinergi antar Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan Pertemuan Pembinaan dan Evaluasi dalam rangka Penguatan Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik Pratama dan TPMD dalam Pelayanan Program Prioritas Triwulan III.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dengan diikuti oleh peserta dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes dan seluruh Klinik Pratama yang ada di wilayah Kabupaten Brebes.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda Rosmelani, MH, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas fasilitas kesehatan untuk mendukung pencapaian indikator program prioritas kesehatan daerah.

“Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi bersama sekaligus penguatan kapasitas FKTP agar dapat memberikan pelayanan yang lebih bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang solid antara Puskesmas, Klinik, dan TPMD sangat diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal,” ujar dr. Arlinda.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk melakukan pembinaan teknis, evaluasi capaian program, serta sinkronisasi langkah strategis antar fasilitas kesehatan dalam mendukung target pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud peningkatan mutu pelayanan dan koordinasi yang lebih efektif antar FKTP, serta terciptanya komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan program prioritas kesehatan di tingkat dasar.

Rabu, 12 November 2025

Plh Bupati Brebes Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61

 


BREBES – Penjabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Brebes, Wurja, SE, memimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di halaman Kantor Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Rabu (12/11).

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd, serta Asisten 1 Sekda Brebes, Drs. Khaerul Abidin, M.Si. Upacara berlangsung khidmat dengan peserta terdiri dari Direktur RSUD Brebes, Kepala Puskesmas dan perwakilan tenaga kesehatan dari berbagai kecamatan, organisasi profesi kesehatan, karyawan Dinas Kesehatan, UPT Klinik Pengobatan Paru dan Kusta (KP2K), serta Laboratorium Daerah Kabupaten Brebes.

Dalam amanat Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Plh Bupati Brebes, disampaikan bahwa dua dekade ke depan akan menjadi masa penentu dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan unggul, menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Momentum peringatan HKN ke-61 yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menjadi pengingat pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkeadilan.

Usai upacara, dilakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para pahlawan kesehatan yang telah gugur mendahului, terutama pahlawan-pahlawan Covid-19 yang berjuang di garda terdepan selama pandemi. Suasana haru menyelimuti momen tersebut sebagai wujud penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan mereka bagi kesehatan bangsa.


Rangkaian kegiatan HKN kemudian dilanjutkan dengan resepsi atau tasyakuran, sebagai ungkapan rasa syukur atas berbagai capaian di bidang kesehatan serta sarana mempererat silaturahmi antar tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes.

Selain itu, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes juga menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes. Antusiasme peserta sangat tinggi, dan berhasil terkumpul 57 kantong darah yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Plh Bupati Brebes menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdian yang diberikan. “Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Mari kita jaga semangat kebersamaan, gotong royong, dan dedikasi dalam mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Minggu, 09 November 2025

Dinkesda Brebes Gelar Kampanye TOSS TBC Bersama Klinik Sehat Setia di SMA Negeri 1 Brebes

 


BREBES — Dalam upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bersama Klinik Sehat Setia menyelenggarakan Kampanye TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh TBC) pada hari ini, bertempat di halaman SMA Negeri 1 Brebes, Sabtu (9/11/2025).

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan senam bersama bertema Senam TOSS TBC yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari kalangan masyarakat, pelajar, serta tenaga kesehatan. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, menandakan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan pencegahan penyakit menular.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, beserta jajaran pejabat dan staf Dinkesda Brebes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin dan mendukung pasien untuk menjalani pengobatan hingga tuntas.

“TOSS TBC bukan sekadar slogan, tetapi gerakan bersama. Kita semua punya tanggung jawab untuk menemukan, mengobati, dan memastikan setiap pasien sembuh,” ujar Ineke.

Sebagai bagian dari kampanye, dilakukan pula penyuluhan kesehatan tentang TBC oleh dr. Sigit Setiawan, Sp.P, yang menjelaskan pentingnya deteksi dini, pengobatan rutin, dan pencegahan penularan di lingkungan keluarga maupun sekolah.


Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Brebes berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Brebes Bebas TBC.

Sabtu, 08 November 2025

PDGI Brebes Kembali Jadi Tuan Rumah BKGN 2025


BREBES
– Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Brebes kembali dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025. Keberhasilan ini menandai tahun ketiga berturut-turut Brebes menjadi lokasi kegiatan nasional tersebut, mencerminkan konsistensi dan komitmen daerah dalam mendukung kesehatan gigi anak sejak usia dini.

Pelaksanaan BKGN 2025 digelar pada Sabtu (8/11/2025) dan berlangsung serentak di tiga sekolah dasar, yaitu MIN 6 Brebes, MIN 1 Brebes, dan SD Negeri Kalierang 1. Lebih dari 1.000 siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif dengan tema “Senyum Sehat Indonesia”. Program ini terselenggara atas kolaborasi antara PDGI Cabang Brebes dan PT Unilever Indonesia, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Inneke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa kesehatan gigi merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Menurutnya, gigi yang sehat tidak hanya mendukung penampilan, tetapi juga memengaruhi prestasi belajar dan kualitas hidup anak di masa depan.

“Kami tidak hanya ingin anak-anak tersenyum sehat hari ini, tapi juga tumbuh dengan gigi yang kuat dan kebiasaan hidup sehat. Jika kita ingin menciptakan generasi yang sehat dan produktif, semuanya harus dimulai sejak dini, dari sekolah, dan dari anak-anak,” ujar Inneke.

Ia juga menambahkan, penyelenggaraan BKGN secara gratis dan terbuka untuk semua siswa menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap anak-anak dari berbagai lapisan masyarakat.

Sementara itu, Penanggung Jawab BKGN 2025, drg. Adhi Supriadi, M.Kes, mengungkapkan bahwa tahun ini kegiatan BKGN melibatkan 50 PDGI cabang di seluruh Indonesia.

“PDGI Brebes menjadi salah satu cabang yang secara konsisten terpilih tiga tahun berturut-turut untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Adhi menegaskan bahwa masalah kesehatan gigi tidak bisa lagi dipandang sepele, sebab berdampak langsung pada status gizi, konsentrasi belajar, dan pertumbuhan anak. Ia berharap edukasi kesehatan gigi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar secara berkelanjutan.


“Edukasi tidak boleh berhenti di satu hari kegiatan. Harus menjadi budaya sekolah, menjadi kebiasaan anak-anak, dan bagian dari komitmen bersama lintas sektor,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan BKGN 2025 di Brebes meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, praktik sikat gigi bersama, aplikasi topikal fluoride (TAF), serta edukasi pencegahan gigi berlubang.

Ketua Panitia, drg. Nurul Noviasari, menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi para dokter gigi peserta, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pendidik dan pelindung kesehatan anak di komunitas.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan BKGN 2025 di Kabupaten Brebes diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana edukasi kesehatan gigi dapat dilakukan secara inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi generasi muda. 

Jumat, 07 November 2025

DINAS KESEHATAN DAERAH KABUPATEN BREBES LAKUKAN KUNJUNGAN SURVEI DAN PEMBINAAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (PIRT)

 


Brebes — Hari ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes melakukan kunjungan survei ke lokasi Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT) di wilayah Kabupaten Brebes. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kelayakan proses produksi pangan, sekaligus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha, baik sebelum maupun setelah memperoleh izin PIRT.

Dalam kegiatan ini, tim dari Dinas Kesehatan melakukan pengecekan terhadap berbagai aspek penting seperti kebersihan tempat produksi, peralatan, bahan baku, proses pengemasan, hingga pelabelan produk. Survei ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh produk pangan olahan yang beredar di masyarakat aman dan layak dikonsumsi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Yulianti Salim, S.Si., APT, menyampaikan bahwa keberadaan izin PIRT sangat penting untuk menjamin mutu dan keamanan pangan, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil agar dapat berkembang secara legal dan berdaya saing.

“Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan pelaku usaha memahami pentingnya produksi pangan yang aman, higienis, dan sesuai standar. PIRT bukan hanya soal izin, tapi juga bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

PIRT memiliki sejumlah tujuan dan manfaat, antara lain:

  • Menjamin keamanan pangan: memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen: produk dengan izin PIRT diakui secara resmi dan lebih dipercaya oleh masyarakat.
  • Memenuhi kewajiban hukum: membantu pelaku usaha memenuhi regulasi izin edar produk pangan olahan.
  • Memperluas jangkauan pasar: produk dengan izin resmi dapat dipasarkan secara lebih luas, baik secara lokal maupun di luar daerah.

Melalui kegiatan survei dan pembinaan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap dapat terus mendorong pelaku usaha pangan rumahan untuk meningkatkan kualitas produknya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dengan tetap menjaga aspek keamanan pangan bagi masyarakat.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI DAN DINAS KESEHATAN DAERAH KABUPATEN BREBES GELAR KEGIATAN ACTIVE CASE FINDING (ACF) TUBERKULOSIS DI LAPAS BREBES

 


Brebes — Pada hari ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) dengan metode Skrining Gejala dan Pemeriksaan Chest X-Ray, serta Inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Brebes.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat penemuan kasus TBC secara aktif, terutama pada populasi berisiko tinggi seperti tahanan dan narapidana. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan deteksi dini, pengobatan tepat waktu, serta pencegahan penularan di lingkungan tertutup seperti Lapas.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dalam Global TB Report 2024, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia dalam beban TBC, dengan estimasi 1.090.000 kasus dan 125.000 kematian akibat TBC setiap tahunnya. Sementara itu, data final program TBC tahun 2024 menunjukkan capaian penemuan kasus sebesar 78% dari target 90%, atau sebanyak 856.420 kasus yang telah ditemukan. Angka ini menandakan masih terdapat sekitar 12% kasus TBC yang belum terjangkau, terdeteksi, terdiagnosis, maupun terlaporkan.


Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA merupakan congregated setting—tempat berkumpulnya banyak orang dalam jangka waktu lama—yang berisiko tinggi terhadap penularan TBC. Oleh karena itu, kelompok ini menjadi salah satu fokus penting dalam strategi penanggulangan TBC nasional.

Sejak tahun 2022, Kementerian Kesehatan telah mengintensifkan kegiatan ACF TBC dengan intervensi pemeriksaan Chest X-Ray di berbagai lembaga pemasyarakatan. Keberhasilan dari pelaksanaan tersebut menjadi dasar pengembangan kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, akan melaksanakan kegiatan ACF TBC dengan metode skrining gejala, pemeriksaan Chest X-Ray, serta inisiasi TPT di 277 Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA di seluruh Indonesia. Kegiatan ini didukung oleh Global Fund dan menargetkan 194.325 orang dengan pelaksanaan selama empat bulan, yakni mulai Agustus hingga Desember 2025.

Melalui kegiatan ACF TBC di Lapas Brebes ini, diharapkan dapat memperkuat langkah Kabupaten Brebes dalam mendukung program nasional eliminasi TBC tahun 2030, serta memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan yang berkualitas.

KUNJUNGAN KEPALA DINAS KESEHATAN DAERAH KABUPATEN BREBES KE PELAYANAN KESEHATAN JIWA PUSKESMAS KECIPIR

 


Pagi tadi, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Arlinda Rosmelani, M.H, beserta jajaran, melakukan kunjungan kerja ke Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Kecipir.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat Puskesmas, sekaligus memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan yang optimal, ramah, dan berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas meninjau fasilitas pelayanan, berdialog dengan tenaga kesehatan, serta memberikan apresiasi atas dedikasi tim Puskesmas Kecipir dalam menangani pasien dengan gangguan kesehatan jiwa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan keluarga pasien maupun pemerintah desa, dalam mendukung pemulihan dan kemandirian pasien.


“Pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya soal pengobatan, tapi juga pemulihan, pendampingan, dan penerimaan sosial. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang peduli dan bebas stigma,” ujar Ineke.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berharap dapat terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa, sejalan dengan komitmen menjadikan masyarakat Brebes yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Kamis, 06 November 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Laksanakan Survei Penilaian Penularan (TAS) Filariasis di Sekolah Dasar

 


Brebes – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara melaksanakan kegiatan Transmission Assessment Survey (TAS) Filariasis di SD Negeri Kalimati 02, Kamis (6/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menilai status penularan penyakit filariasis di Kabupaten Brebes.

Survei ini dilaksanakan secara bertahap di 35 Sekolah Dasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes. Pemeriksaan dilakukan kepada anak-anak usia 6–7 tahun, dengan cara mengambil sampel darah dari ujung jari pada malam hari. Sampel tersebut kemudian diperiksa untuk mendeteksi keberadaan parasit penyebab filariasis.


Programer Kegiatan dari Dinkesda Brebes, Fatqiyatu Rohmah, SKM, M.P.H, menyampaikan bahwa kegiatan TAS Filariasis ini bertujuan untuk menilai apakah penularan filariasis di wilayah Brebes sudah cukup rendah untuk dinyatakan bebas dari transmisi penyakit tersebut.
“Melalui survei ini, kami ingin memastikan bahwa upaya eliminasi filariasis yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir benar-benar efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan kecacatan permanen, stigma sosial, serta hambatan psikososial dan penurunan produktivitas bagi penderitanya maupun keluarga.

Pelaksanaan TAS Filariasis menjadi langkah penting dalam mendukung target nasional Indonesia Bebas Filariasis, sekaligus memperkuat komitmen Dinas Kesehatan Brebes dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan Kabupaten Brebes dapat segera dinyatakan bebas dari penularan filariasis secara berkelanjutan.

Selasa, 04 November 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes Raih Peringkat ke-5 Pengelolaan Kearsipan Tingkat Kabupaten Brebes


Brebes — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada ajang Penilaian Pengelolaan Kearsipan Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2025, Dinkesda Brebes berhasil meraih peringkat ke-5 dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.


Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi di Pendopo Brebes, dan diterima oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Dinkesda Brebes, Sri Nani Purwaningrum, SKM, M.Kes, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.


Capaian ini menjadi bentuk komitmen Dinkesda Brebes dalam mewujudkan tata kelola administrasi dan kearsipan yang tertib, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip Good Governance. Melalui pengelolaan arsip yang baik, diharapkan setiap kegiatan dan program kesehatan dapat terdokumentasi dengan rapi sehingga mendukung peningkatan kinerja organisasi.


“Pengelolaan arsip bukan hanya soal menyimpan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa setiap data dan informasi bisa diakses dengan mudah, cepat, dan tepat guna mendukung pelayanan publik yang transparan,” ujar Sri Nani Purwaningrum usai menerima penghargaan.


Dengan diraihnya peringkat ke-5 ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sistem pengarsipan digital agar semakin efektif dan efisien, sejalan dengan arah kebijakan reformasi birokrasi pemerintah daerah.


Senin, 03 November 2025

Bupati Brebes Dampingi Nakes Door To Door di Dukuh Kali Kamal, Desa Kedunguter

 


Brebes — Puskesmas Brebes melaksanakan kegiatan Nakes Door To Door bersama Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, pada hari ini di Dukuh Kali Kamal, Desa Kedunguter, Kecamatan Brebes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan beserta jajarannya, serta Kepala Puskesmas Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes. Turut hadir pula Kepala Desa Kedunguter beserta perangkat desa yang mendukung penuh kegiatan pelayanan kesehatan keliling ini.

Kegiatan Nakes Door To Door tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan warga, namun juga menjadi sarana untuk memberikan bantuan dan dukungan nyata kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bupati Brebes menyerahkan bantuan kepada ibu hamil risiko tinggi (Bumil Resti), balita dengan gizi kurang, serta lansia yang mengalami stroke.

Bupati Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjangkau mereka yang tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Tidak semua warga bisa datang ke Puskesmas, karena itu petugas kesehatan yang harus hadir mendatangi mereka,” ujar Bupati.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menambahkan bahwa program Nakes Door To Door merupakan Program Unggulan Bupati dan wakil Bupati yang terus digalakkan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

“Program ini menjadi bentuk nyata dari semangat pelayanan tanpa batas. Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mempercepat deteksi dini berbagai masalah kesehatan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mewujudkan Generasi Sehat, Brebes Hebat, Brebes Beres.